Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Pembelian Pertama Brighton & Hove Albion pada Musim Panas 2026
ilustrasi sepak bola (pixabay.com/planet_fox)
  • Brighton & Hove Albion aktif di bursa transfer musim panas 2026 dengan merekrut tiga pemain baru untuk menghadapi jadwal padat, termasuk kompetisi UEFA Europa Conference League.
  • Zadok Yohanna direkrut dari AIK seharga 28 juta euro karena potensinya sebagai winger muda produktif yang tampil impresif di liga Swedia.
  • Costinha dan Pascal Struijk bergabung untuk memperkuat sisi kanan serta lini pertahanan Brighton, membawa pengalaman dan fleksibilitas posisi guna menjaga konsistensi tim di berbagai ajang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Brighton & Hove Albion akan menjalani musim yang padat pada 2026/2027. Selain bertarung di ajang domestik, The Seagulls juga akan berkompetisi di UEFA Europa Conference League. Ini membuat manajemen bergerak aktif merekrut pemain pada awal musim panas 2026. Per 1 Juli, sudah ada tiga nama yang berlabuh ke Amex Stadium. 

1. Zadok Yohanna direkrut berkat potensinya sebagai winger muda

Zadok Yohanna menjadi rekrutan pertama Brighton & Hove Albion pada musim panas 2026. Pemain 19 tahun ini dibeli dari klub Swedia, AIK. Kendati masih muda, Brighton berani membayar biaya cukup tinggi untuk seusianya senilai 28 juta euro atau Rp573 miliar. 

Brighton rela mengeluarkan biaya tersebut karena menilai Yohanna potensial sebagai winger. Sejatinya, ia baru merantau ke Swedia selama setahun. Pada musim panas 2025 lalu, AIK memboyongnya dari akademi klub Nigeria, Ikon Allah Football Academy.  

Yohanna tampil menjanjikan selama musim 2025/2026. Tercatat, pemuda setinggi 184 cm ini diandalkan dalam 18 pertandingan. Ia cukup produktif dengan torehan 5 gol dan 4 assist. Dengan kontribusi dan potensinya, Brighton merekrutnya untuk memperkuat lini serangan. 

2. Brighton mendatangkan Costinha untuk mengisi sisi kanan permainan

Costinha menjajal karier baru di Inggris setelah dibeli Brighton & Hove Albion dari Olympiacos. Biaya 12,7 juta euro atau Rp260 miliar menjadi kesepakatan transfer kedua klub. Pemain berpaspor Portugal ini meneken kontrak berdurasi 5 tahun hingga 2031 mendatang.

Kendati Brighton merupakan klub Inggris pertamanya, Costinha datang dengan pengalaman matang. Selama 2 tahun di Olympiacos, pemain berusia 26 tahun ini menjadi andalan di sisi kanan. Ia diandalkan dalam 74 laga dengan catatan 1 gol dan 4 assist. Ia berhasil membantu Olympiacos menjuarai Super League 1 Greece, Greek Football Cup, dan Greek Super Cup. 

Dengan konsistensi dan kontribusi tersebut, Costinha diharapkan bisa melanjutkan penampilan apiknya di Brighton. Terlebih lagi, ia cukup serbabisa dengan mampu bermain sebagai bek kanan dan gelandang sayap kanan. Kehadirannya akan menambah kekuatan untuk pertahanan maupun penyerangan. Costinha diharapkan bisa membawa Brighton kompetitif di lintas ajang.

3. Pascal Struijk dibeli berkat pengalaman matangnya di barisan pertahanan

Pascal Struijk menjadi rekrutan teranyar Brighton & Hove Albion pada musim panas 2026. Setelah 8 tahun meniti karier di Leeds United, sosok asal Belanda ini berpindah ke Amex Stadium. Brighton menebus sang pemain seharga 23,2 juta euro atau Rp475 miliar. 

Struijk datang dengan segudang pengalamannya. Karier panjangnya di Leeds United memang naik turun dengan mentas di kasta teratas maupun kasta kedua. Meski begitu, bukan berarti Struijk tidak berkualitas. Ia justru datang dengan sosoknya sebagai bek serbabisa.

Selama di Leeds United, Struijk memainkan 196 pertandingan di berbagai kompetisi.  Kendati dominan dipasang sebagai bek tengah, ia sejatinya sosok yang serbabisa di lini pertahanan. Ia beberapa kali berperan menjadi bek kiri dan gelandang bertahan. Dengan peran fleksibel tersebut, tak mengherankan dirinya mampu produktif melalui gelontoran 14 gol dan 9 assist.

Berkat kemampuan tersebut, Brighton kepincut dan merekrutnya dari Leeds United. Dengan fleksibilitasnya ini, Brighton berharap pemain asal Belanda tersebut bisa tampil konsisten. Terlebih lagi, Struijk kini memasuki 26 tahun yang menandakan usia emasnya sebagai pesepak bola. Jadwal Brighton yang bakal padat membuat Struijk diproyeksikan sebagai pemain utama.  

Tiga pemain di atas menjadi penanda awal keseriusan Brighton menyambut musim 2026/2027. Dengan akan mentas di kompetisi Eropa, manajemen memperkuat tiap lini. Jendela transfer yang masih panjang membuat sejumlah pemain berpotensi merapat. Patut ditunggu. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article