Inggris vs Kongo di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Ancaman Kuda Hitam

- Laga Inggris vs Republik Demokratik Kongo di babak 32 besar Piala Dunia 2026 digelar di Atlanta Stadium, dengan Inggris berstatus unggulan namun diminta tak meremehkan lawan.
- Kongo tampil mengejutkan sebagai kuda hitam setelah menahan Portugal dan lolos sebagai pemuncak klasemen peringkat tiga terbaik, dengan Yoane Wissa jadi ancaman utama lini depan.
- Inggris juga dihantui kutukan adu penalti, mengingat dua raksasa Eropa seperti Jerman dan Belanda sudah tersingkir lewat tos-tosan di babak yang sama.
Jakarta, IDN Times - Duel babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Inggris kontra Republik Demokratik Kongo bakal kick-off di Atlanta Stadium, pada Rabu (1/7/2026) pukul 23.00 WIB. Meski lebih diunggulkan, The Three Lions tak boleh jemawa.
Di atas kertas, Inggris memiliki kualitas skuad yang jauh lebih mewah. Namun, Piala Dunia 2026 telah membuktikan kalau status favorit bukan jaminan untuk meraih kemenangan. Sejumlah tim kuda hitam telah sukses menciptakan kejutan sejak fase grup, yang membuat raksasa gigit jari.
1. Banyak pemain Kongo main di Inggris
Kongo bisa dibilang paham gaya dan karakter bermain Inggris. Mengingat, banyak pemain mereka yang berkompetisi di Premier League dan Championship. Hal ini membuat mengetahui cara meredam Bukayo Saka dan kawan-kawannya.
Jika ada satu pemain yang paling diwaspadai oleh bek-bek Inggris, dia adalah Yoane Wissa. Bomber klub Brentford ini membuktikan insting tajamnya dengan mencetak tiga gol di fase grup, saat membobol gawang Portugal dan mencetak brace kontra Uzbekistan.
2. Hati-hati kejutan kuda hitam, The Three Lions!
Tim berjuluk Les Leopards itu melangkah ke fase gugur sebagai pemuncak klasemen peringkat tiga terbaik. Kejutan terbesarnya adalah menahan Portugal dengan skor 1-1, dalam laga perdananya di babak penyisihan grup.
Menghadapi Kongo, pasukan Thomas Tuchel harus berkaca pada bentrokan Jerman kontra Paraguay di babak 32 besar, Selasa (30/6/2026). Jerman, yang telah merengkuh empat gelar Piala Dunia, tumbang dari negara yang hanya sekali mencapai perempat final sebagai prestasi terbaiknya.
Hasil tersebut menjadi pengingat kalau di Piala Dunia 2026, status unggulan tak lagi menjamin kemenangan. Sedikit saja lengah, Inggris bisa menjadi korban berikutnya dari kejutan tim kuda hitam.
3. Kutukan penalti hantui Inggris
Selain ancaman kejutan, Inggris juga patut mewaspadai kemungkinan laga berlanjut hingga adu penalti. Sebab, babak 32 besar Piala Dunia 2026 sudah memakan dua raksasa Eropa lewat drama tos-tosan.
Jerman lebih dulu tersingkir setelah kalah dari Paraguay melalui adu penalti. Nasib serupa kemudian dialami Belanda yang harus angkat koper usai dikalahkan Maroko dengan cara yang sama.
Jika gagal menuntaskan laga dalam waktu normal maupun perpanjangan waktu, The Three Lions harus siap menghadapi skenario yang bisa menjadi mimpi buruk berikutnya di Piala Dunia 2026.

















