Siapa yang Bakal Jadi Kiper Aljazair saat Hadapi Swiss?

- Aljazair lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 dan akan menghadapi Swiss, namun posisi kiper utama masih jadi tanda tanya besar bagi pelatih Vladimir Petkovic.
- Luca Zidane dan Oussama Benbot sama-sama tampil mengecewakan di fase grup, masing-masing melakukan blunder yang berujung kebobolan dan membuat tim kesulitan meraih hasil maksimal.
- Krisis penjaga gawang Aljazair sudah berlangsung sejak awal era Petkovic, dengan pergantian kiper terus terjadi hingga muncul opsi Melvin Mastil sebagai alternatif baru jelang laga kontra Swiss.
Aljazair berhasil mencapai babak gugur Piala Dunia pada 2026 ini setelah hanya terlibat pada fase grup dalam empat keikutsertaan pertamanya (1982, 1986, 2010, 2014). Mereka akan melakoni 32 besar dengan melawan Swiss di BC Place Vancouver, Kanada, pada Kamis (2/7/2026). Siapa yang bakal menjaga gawang tim dalam pertandingan tersebut menjadi salah satu pertanyaan menarik. Sebab, sang pelatih, Vladimir Petkovic, sudah memainkan dua kiper pada tiga laga perdana. Naas, performa mereka sama-sama tidak memuaskan.
1. Luca Zidane mengecewakan dalam dua partai awal
Luca Zidane mengisi pos kiper Aljazair dalam dua pertandingan pertama di Piala Dunia 2026. Mereka kalah 0-3 dari Argentina pada partai pembuka. Dua dari tiga gol yang masuk ke gawang Zidane disebabkan kesalahannya. Ia mampu menjangkau tendangan jarak jauh Lionel Messi dengan kedua tangannya. Namun, tepisannya kurang kuat sehingga bola tetap melaju dan membuat tim tertinggal 0-1. Pada gol kedua, aksi Zidane dalam mengantisipasi tembakan Alexis Mac Allister dari luar kotak penalti begitu buruk. Hasilnya, Messi berhasil memaksimalkan rebound.
Aljazair kemudian bangkit dengan mengalahkan Yordania 2-1. Namun, mereka meraihnya secara comeback. Zidane lagi-lagi membuat timnya sempat tertekan. Yordania unggul lewat tendangan first time di dalam kotak penalti dari Nizar Al-Rashdan menggunakan bagian luar kaki kanannya pada menit 36. Zidane blunder seperti gol pertama Messi. Penjaga gawang berusia 28 tahun dengan tinggi 1,83 meter itu bisa melakukan tepisan, tetapi si kulit bundar pada akhirnya tetap menembus gawangnya. Aljazair selamat berkat gol Nadhir Benbiuali (69’) dan Amine Gouiri (82’).
2. Oussama Benbot gagal memaksimalkan kesempatan
Vladimir Petkovic lantas mengambil keputusan berani dengan memasang Oussama Benbot dalam pertandingan terakhir fase grup versus Austria (27/6/2026). Sayangnya, kiper setinggi 1,88 meter yang kini berusia 31 tahun tersebut tidak mampu memaksimalkan kesempatan. Benbot kebobolan tiga gol. Beruntung, rekan-rekan setimnya mampu mencetak jumlah gol yang sama yang membuat mereka lolos ke 32 besar sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik.
Gol pertama yang dicetak Marko Arnautovic murni kesalahan Benbot. David Alaba melepaskan umpan panjang. Benbot maju bersiap melakukan sweeping. Namun, ia mundur lagi. Keraguan tersebut pun memberi waktu kepada Arnautovic. Striker Austria itu menuntaskan peluang dengan sontekan kecil. Benbot lantas membuat blunder seperti Luca Zidane untuk gol kedua yang diciptakan Marcel Sabitzer. Ia menepis bola, tetapi tidak terlalu kuat untuk mencegahnya masuk ke gawang.
3. Krisis yang tidak kunjung selesai
Penampilan mengecewakan Luca Zidane dan Oussama Benbot pada fase grup Piala Dunia 2026 sebetulnya bukan hal mengejutkan. Pasalnya, Aljazair memang mengalami krisis di pos kiper sejak Vladimir Petkovic melatih tim pada Februari 2024. Sebelum ia datang, Anthony Mandrea merupakan penanggung jawab utama di posisi tersebut. Namun, Petkovic mencopotnya akibat Mandrea yang terdegradasi bersama klubnya, Caen, ke Ligue 3 Prancis pada 2024/2025. Ini yang membuat federasi menaturalisasi Zidane pada September 2025. Zidane awalnya hanya bertindak sebagai pelapis bagi Alexis Guendouz. Namun, Guendouz mengalami cedera sebelum Piala Afrika 2025. Zidane pun promosi. Naas, ia kecolongan dua gol “mudah” yang berujung dengan kekalahan 0-2 dari Nigeria pada perempat final.
Petkovic pun bergerak cepat untuk menyelesaikan masalah. Salah satu solusinya adalah mengajak Benbot untuk kembali. Benbot memang memutuskan untuk pensiun dari tim nasional usai Piala Afrika 2025. Ia dilaporkan berkonflik dengan Petkovic karena tidak diberi kesempatan untuk membuktikan diri di tengah krisis yang terjadi. Sebagai catatan, Benbot cuma mengoleksi tiga caps sebelum Piala Dunia 2026. Padahal, ia sudah rutin bergabung dengan skuad dari 2023. Benbot akhirnya menerima permintaan Petkovic. Ia lantas bermain selama babak pertama dalam laga pemanasan pemungkas melawan Bolivia yang tuntas dengan kemenangan 4-0. Benbot digantikan Melvin Mastil yang kemudian melengkapi kuota tiga kiper Aljazair di Piala Dunia 2026. Itu merupakan caps kedua bagi Mastil setelah dipanggil untuk pertama kali pada Maret 2026.
Dalam konferensi pers setelah melawan Austria, Petkovic menyatakan menggantikan Zidane karena “apa yang dilihatnya” dan bahwa “semua pemain berhak mendapat kesempatan”. Sayangnya, Benbot gagal memaksimkan peluang. Lantas, apakah Petkovic akan tetap memainkan salah satu di antara mereka untuk melawan Swiss atau membuat kejutan dengan memasang Mastil?


















