3 Penalti Gagal Pertama Messi Bareng Argentina di Luar Piala Dunia

- Lionel Messi tercatat tiga kali gagal mengeksekusi penalti di luar Piala Dunia, semuanya terjadi dalam laga uji coba bersama timnas Argentina.
- Kegagalan pertama terjadi pada 2012 melawan Jerman saat tendangannya ditepis Marc-Andre ter Stegen, meski Argentina akhirnya menang 3-1.
- Dua kegagalan berikutnya terjadi melawan Brasil pada 2014 dan 2019, dengan kiper Jefferson serta Alisson Becker berhasil menggagalkan eksekusinya.
Lionel Messi gagal mencetak gol lewat tendangan penalti untuk ketiga kalinya di Piala Dunia saat menang 2-0 atas Austria pada Senin (21/6/2026). Sebelumnya, bintang Argentina itu mengalaminya kala imbang 1-1 dengan Islandia pada 2018 dan mengalahkan Polandia 2-0 pada 2022. Di luar Piala Dunia, Messi juga tercatat sudah tiga kali tidak mampu membobol gawang lawan dari titik putih.
1. Eksekusi penalti Lionel Messi ditangkap sempurna oleh Marc-Andre ter Stegen pada 15 Agustus 2012
Momen pertama Lionel Messi gagal mencetak gol melalui tendangan penalti bersama Argentina terjadi pada 15 Agustus 2012. Saat itu, mereka beruji coba dengan Jerman sebagai tamu di Deutsche Bank Park. Argentina mendapat hadiah penalti pada menit 32 usai Ron-Robert Zieler menjegal Jose Sosa. Pelanggaran tersebut sampai membuat Zieler menerima kartu merah.
Messi lantas maju sebagai algojo. Namun, ia tidak mampu mengubah papan skor. Pemain yang bertindak sebagai kapten tersebut sempat berhenti sebelum melepaskan tendangan ke kanan. Marc-Andre ter Stegen mampu menangkap bola dengan sempurna pada sentuhan pertamanya usai menggantikan Thomas Mueller. Meski begitu, Argentina pada akhirnya menang dengan skor 3-1.
Sami Khedira memberi gol pembuka pada menit 45+1 setelah melakukan bunuh diri akibat keliru dalam mengantisipasi sepak pojok Angel Di Maria. Messi lantas menebus kesalahannya pada menit 52. Ia menuntaskan umpan tarik dari Gonzalo Higuain. Di Maria kemudian mencetak gol tendangan jarak jauh pada menit 73. Benedikt Hoewedes membuat gol hiburan Jerman pada menit 81.
2. Lionel Messi gagal mencetak gol penalti saat Argentina kalah 0-2 dari Brasil pada 11 Oktober 2014
Argentina dan Brasil menggelar laga persahabatan di Beijing National Stadium, China, pada 11 Oktober 2014. Meski begitu, mereka memainkan pemain-pemain terbaiknya sejak awal. Dua di antaranya adalah Lionel Messi yang memimpin Argentina sebagai kapten dan Neymar di kubu Brasil.
Brasil berhasil memecah kebuntuan pada menit 28. Diego Tardelli mendapat bola liar di dalam kotak penalti yang berasal dari sundulan Federico Fernandez untuk menghalau crossing Oscar. Tardelli langsung menghajarnya dengan tendangan voli pada sentuhan pertama.
Argentina mendapat kesempatan untuk menyamakan kedudukan pada menit 40 setelah menerima hadiah penalti dari pelanggaran Danilo kepada Angel Di Maria. Namun, Jefferson mampu menepis eksekusi kencang Messi ke kiri. Brasil akhirnya menang 2-0 berkat gol kedua Tardelli pada menit 65.
3. Lionel Messi kembali gagal mengeksekusi tendangan penalti saat melawan Brasil pada 15 November 2019
Kegagalan terakhir Lionel Messi mencetak gol penalti di luar Piala Dunia bersama Argentina juga terjadi melawan Brasil. Penggawa kidal setinggi 1,78 meter itu mengalaminya di Al-Awwal Park, Arab Saudi, pada 15 November 2019. Kedua negara kembali melakoni laga uji coba di luar wilayahnya.
Sebelum Messi, Gabriel Jesus terlebih dahulu gagal mencetak gol penalti. Brasil mendapat hadiah tersebut pada menit 10 berkat pelanggaran Leandro Paredes kepada Jesus. Namun, sepakan Jesus ke kanan melebar. Padahal, ia sudah berhasil mengecoh kiper Argentina, Esteban Andrada.
Tiga menit berselang, Argentina akhirnya menerima hadiah yang sama. Wasit Matt Conger menunjuk titik putih usai menilai Alex Sandro melanggar Messi. Messi menaruh bola ke kiri dan Alisson Becker menepisnya. Namun, Messi berhasil menyelesaikan rebound yang menghasilkan gol kemenangan.
Jumlah ini mungkin tidak akan bertambah. Sebab, Messi berpotensi pensiun dari sepak bola internasional setelah Piala Dunia 2026. Terlebih jika ia mampu membawa Argentina kembali menjadi juara. Namun, andai pria kelahiran 24 Juni 1987 tersebut tetap berkarier bersama Argentina usai Piala Dunia 2026, ia jelas berharap tidak lagi merasakan kegagalan mencetak gol lewat tendangan penalti.


















