Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pencapaian Carlos Queiroz, Arsitek Anyar Ghana, Melatih di Piala Dunia

Pencapaian Carlos Queiroz, Arsitek Anyar Ghana, Melatih di Piala Dunia
ilustrasi trofi Piala Dunia (unsplash.com/fznsr_)
Intinya Sih
  • Carlos Queiroz resmi ditunjuk sebagai pelatih baru timnas Ghana pada April 2026, menggantikan Otto Addo yang dipecat setelah dua kekalahan beruntun di jeda internasional Maret.
  • Pelatih asal Portugal ini memiliki pengalaman panjang di level internasional, termasuk memimpin Portugal dan Iran dalam empat edisi Piala Dunia dengan hasil terbaik mencapai babak 16 besar tahun 2010.
  • Di Piala Dunia 2026, Ghana berada di grup L bersama Kroasia, Inggris, dan Panama; Queiroz menilai skuadnya bertalenta dengan pemain seperti Thomas Partey dan Jordan Ayew.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Carlos Queiroz akan kembali bekerja sebagai pelatih di Piala Dunia pada 2026. Pria berpaspor Portugal yang lahir di Mozambik pada 1 Maret 1953 ini dipercaya Federasi Sepak Bola Ghana untuk memimpin tim nasionalnya berjuang di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Queiroz resmi ditunjuk sebagai arsitek anyar mereka pada Senin (13/4/2026) untuk menggantikan Otto Addo yang dipecat pada 31 Maret 2026 akibat dua kekalahan pada jeda internasional bulan tersebut.

Sejak mulai berkarier sebagai pelatih di level senior pada 1991, Queiroz memang lebih aktif di kancah internasional. Ia pernah menukangi Portugal, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Afrika Selatan, Iran, Kolombia, Mesir, Qatar, dan Oman. Sementara, di klub, Queiroz hanya sempat memimpin Sporting CP, MetroStars, Nagoya Grampus, serta Real Madrid dan menjadi asisten di Manchester United. Sebelum 2026, ia pernah berkiprah di Piala Dunia dalam empat edisi. Seperti apa hasilnya?

1. Carlos Queiroz memimpin Portugal melaju sampai 16 besar di Piala Dunia 2010

Carlos Queiroz mencicipi Piala Dunia untuk pertama kalinya pada 2010 bersama negaranya, Portugal. Saat itu, ia sudah memimpin Portugal dari 2008. Sebelumnya, Queiroz sebetulnya pernah melatih Portugal pada 1991—1993. Queiroz hampir saja gagal membawa Portugal lolos ke Piala Dunia 2010 yang berlangsung di Afrika Selatan. Beruntung, mereka menang atas Bosnia dan Herzegovina pada play-off.

Portugal berada di grup G di Piala Dunia 2010. Mereka memulai kompetisi dengan imbang tanpa gol kontra Pantai Gading. Cristiano Ronaldo dan kolega lantas cuma berjumpa Korea Utara pada laga kedua dan menang telak 7-0. Mereka menjadi runner-up usai menahan Brasil 0-0. Namun, Portugal kalah 0-1 dari Spanyol pada 16 besar. Queiroz akhirnya dipecat pada 9 September 2010.

2. Carlos Queiroz gagal mempersembahkan kemenangan untuk Iran di Piala Dunia 2014

Setelah berpisah dengan Portugal, Carlos Queiroz kembali bekerja dengan menerima tawaran dari Iran pada 4 April 2011. Ia membawa mereka lolos ke Piala Dunia 2014 setelah menjadi juara grup A pada fase kualifikasi ronde keempat. Undian lantas menaruh Iran di grup F.

Nahas, Queiroz gagal mempersembahkan kemenangan untuk Iran. Mereka bahkan berakhir sebagai juru kunci pada babak final yang berlangsung di Brasil itu. Iran imbang tanpa gol melawan Nigeria dan kalah 0-1 dari Argentina serta 1-3 dari Bosnia dan Herzegovina.

3. Carlos Queiroz hampir saja membawa Iran lolos dari fase grup di Piala Dunia 2018

Meski gagal total di Piala Dunia 2014, Federasi Sepak Bola Iran memilih untuk mempertahankan Carlos Queiroz. Mereka makin yakin untuk melanjutkan kerja sama usai Queiroz membawa tim melaju sampai perempat final Piala Asia 2015. Queiroz lantas meloloskan Iran ke Piala Dunia 2018 yang berlangsung di Rusia dengan meyakinkan. Mereka tidak tersentuh kekalahan selama melakoni kualifikasi dengan hasil 12 kemenangan dan 6 keimbangan.

Performa impresif tersebut berlanjut pada babak final. Iran mengawali perjuangan di grup B dengan kemenangan 1-0 atas Maroko. Mereka lantas kalah tipis 0-1 dari Spanyol. Pada partai grup terakhir, Iran imbang 1-1 dengan mantan tim Queiroz, Portugal. Sayangnya, pada saat yang sama, Maroko hanya imbang 2-2 dengan Spanyol. Hasilnya, Iran harus menerima kenyataan pahit gagal ke 16 besar usai cuma berselisih satu poin dengan Spanyol dan Portugal.

4. Carlos Queiroz kembali gagal membawa Iran lolos dari fase grup di Piala Dunia 2022

Carlos Queiroz tetap melatih Iran setelah kegagalan di Piala Dunia 2018. Mereka baru benar-benar berpisah usai kekalahan dari Jepang pada semifinal Piala Asia 2019. Queiroz memilih mengundurkan diri. Namun, 3 bulan sebelum Piala Dunia 2022 berlangsung, Iran kembali menunjuk Queiroz untuk memimpin tim di Qatar. Ia menggantikan Dragan Skocic sebagai bagian dari pergantian kepengurusan yang memang terjadi di federasi pada saat itu.

Sayangnya, Iran tergabung di grup B yang cukup berat. Bahkan, ada sedikit aroma politik karena 2 dari 3 lawan mereka adalah Inggris dan Amerika Serikat. Iran gagal menunjukkan persistensinya di lapangan hijau. Mereka kalah telak dari Inggris dengan skor 2-6 dan menyerah 0-1 dari Amerika Serikat. Satu-satunya hasil positif yang berhasil diraih adalah dengan mengalahkan Wales 1-0. Namun, itu tidak cukup membawa mereka melaju ke 16 besar.

Di Piala Dunia 2026, Ghana tergabung di grup L bersama Kroasia, Inggris, dan Panama. Queiroz jelas menyadari ketiganya bukanlah lawan mudah. Namun, ia meneaskan memiliki skuad yang bertalenta. Setidaknya, ada nama-nama seperti Antoine Semenyo, Thomas Partey, dan Jordan Ayew. Mampukah Queiroz membawa mereka lolos dari fase pertama?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra
Follow Us

Latest in Sport

See More