4 Negara Eropa di Piala Dunia 2022 yang Gagal Lolos pada 2026

- Piala Dunia 2026 akan diikuti 48 negara dengan Eropa mendapat jatah 16 tim, namun empat peserta edisi 2022 gagal lolos meski kuota bertambah.
- Polandia, Denmark, dan Wales tersingkir di babak kualifikasi kedua setelah kalah dalam laga penentuan melawan Swedia, Ceko, serta Bosnia dan Herzegovina.
- Serbia menjadi satu-satunya dari empat tim yang gugur sejak putaran pertama kualifikasi karena tak mampu bersaing dengan Inggris dan Albania di Grup K.
Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi Piala Dunia pertama yang diikuti 48 negara peserta. Setiap konfederasi pun mendapat jatah lebih banyak peserta dibanding edisi-edisi sebelumnya. Seperti biasa, Eropa mendapat jatah paling banyak, yaitu 16 negara. Artinya, ada penambahan tiga peserta dari edisi 2022, yaitu 13 negara.
Beberapa negara Eropa pun sukses memaksimalkan penambahan jatah tersebut. Mereka berhasil lolos setelah sekian lama absen di Piala Dunia, misalnya Austria, Norwegia, hingga Turki. Sebaliknya, tak sedikit pula yang menyia-nyiakan kesempatan. Itu termasuk empat negara Eropa berikut ini, yang tampil di Piala Dunia 2022 tetapi gagal lolos ke edisi 2026.
1. Polandia dijegal Swedia pada final putaran kedua babak kualifikasi
Pertama, ada Polandia, yang sukses mencapai fase knockout di Piala Dunia 2022. Polandia saat itu tergabung di Grup C dan berhasil lolos menemani Argentina. Itu adalah kali pertama Polandia lolos dari fase grup Piala Dunia sejak 1986. Namun, langkah Robert Lewandowski dan kolega dihentikan Prancis pada babak 16 besar.
Polandia tentu bertekad melaju lebih jauh di Piala Dunia 2026. Namun, mereka malah gagal jadi peserta. Polandia terhenti pada putaran kedua babak kualifikasi, tepatnya di final melawan Swedia. Mereka sempat dua kali menyamakan skor setelah tertinggal, tetapi gagal membalas gol ketiga Swedia lewat Viktor Gyokeres pada akhir laga.
2. Denmark tampil buruk di Piala Dunia 2022 dan gagal lolos ke edisi 2026
Ada pula negara-negara Eropa yang memang tampil buruk di Piala Dunia 2022. Salah satunya Denmark, yang finis sebagai juru kunci Grup D. Tim Dinamit saat itu kalah bersaing dengan Prancis, Australia, dan Tunisia. Mereka bahkan hanya meraih satu poin hasil 1 kali bermain imbang dan 2 kali kalah.
Denmark pun tak bisa meningkatkan pencapaian mereka di Piala Dunia 2026 karena gagal lolos. Seperti Polandia, mereka kalah pada final putaran kedua babak kualifikasi. Denmark bersua Ceko pada laga tersebut dan sempat memaksakan duel sengit hingga adu penalti. Namun, mereka akhirnya kalah 1-3 dan tersingkir.
3. Wales dihentikan Bosnia dan Herzegovina pada semifinal putaran kedua via adu penalti
Wales juga gagal berbuat banyak di Piala Dunia 2022. Mereka saat itu lolos ke Piala Dunia setelah 64 tahun absen. Sayangnya, langkah Wales langsung terhenti pada fase grup. Mereka bermain imbang dengan Amerika Serikat pada laga pertama Grup B. Namun, setelah itu Wales dibekuk Iran dan Inggris hingga berakhir sebagai juru kunci klasemen.
Di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Wales pun berhasil mencapai putaran kedua. Mereka bertemu Bosnia dan Herzegovina pada semifinal dan sempat unggul lebih dulu. Namun, gawang Wales kebobolan jelang akhir laga hingga tertahan imbang 1-1. Laga pun harus ditentukan lewat adu penalti dan Wales gagal lolos setelah kalah 2-4.
4. Serbia sudah gugur sejak putaran pertama babak kualifikasi
Sementara, Serbia sebenarnya cukup sering tampil di Piala Dunia. Mereka 13 kali berlaga di putaran final, termasuk saat masuk bernama Yugoslavia. Namun, Serbia tak pernah mencapai fase knockout sejak 1998. Pada edisi 2022, mereka finis sebagai juru kunci Grup G setelah kalah bersaing dengan Brasil, Kamerun, dan Swiss.
Upaya Serbia memperbaiki prestasi di Piala Dunia 2026 pun urung terwujud. Mereka terhenti pada babak kualifikasi, bahkan tak mampu lolos ke putaran kedua. Serbia tergabung di Grup K putaran pertama dan gagal menyaingi Inggris dan Albania. Mereka juga tak mendapat jatah kelolosan via UEFA Nations League 2024/2025 karena terhenti di fase grup.
Setelah tampil di Piala Dunia 2022, empat negara Eropa di atas harus absen pada edisi 2026. Itu menjadi gambaran dinamisnya persaingan di sepak bola Eropa. Jika gagal menjaga kualitas, para peserta Piala Dunia 2026 pun bisa absen pada edisi berikutnya.



















