Pencapaian Ekuador dalam 5 Edisi Piala Dunia per 2026

- Ekuador tampil di Piala Dunia untuk kelima kalinya pada 2026 dan berhasil mencapai babak 32 besar, menyamai pencapaian terbaik mereka di edisi 2006.
- Dalam lima partisipasi, Ekuador dua kali lolos dari fase grup yaitu pada 2006 dan 2026, sementara tiga edisi lainnya berakhir di babak penyisihan.
- Meski tersingkir oleh Meksiko di babak 32 besar, performa Ekuador menunjukkan potensi dengan skuad muda yang mampu bersaing melawan tim-tim kuat dunia.
Tim Nasional Ekuador tampil di putaran final Piala Dunia untuk kelima kalinya pada 2026. Sayangnya, skuad yang dihuni beberapa pemain liga top Eropa hanya mampu melangkah hingga babak 32 besar. Meski demikian, keberhasilan lolos ke fase gugur menyamai prestasi mereka pada 2006. Berikut hasil lima penampilan pertama Ekuador di Piala Dunia.
1. Ekuador terhenti pada fase grup sebagai debutan pada 2002
Ekuador untuk pertama kalinya tampil di Piala Dunia pada 2002. Kiprah mereka dibuka dengan hasil negatif saat bertemu Italia pada laga pertama. Bertanding di Daiwa House Premist Dome, skuad besutan Hernan Gomez takluk 0-2. Ekuador kembali gagal meraih poin pada laga kedua dengan kalah tipis 1-2 dari Meksiko.
Peluang untuk lolos ke fase gugur masih terbuka sebelum bertemu Kroasia pada laga terakhir. Ekuador akhirnya mencetak sejarah dengan meraih kemenangan pertama di Piala Dunia dalam duel kontra Kroasia. Gol tunggal Edison Mendez menjadi penentu kemenangan Ekuador. Namun, mencetak 2 gol, kebobolan 4 gol, dan meraih 3 poin hanya membuat Ekuador finis di peringkat terakhir grup G.
2. Ekuador kalah 0-1 dari Inggris pada babak 16 besar edisi 2006
Ekuador kembali lolos ke putaran final pada 2006. Berbeda dengan sebelumnya, kali ini mereka tampil lebih baik hingga lolos dari fase grup. Kemenangan atas Polandia dan Kosta Rika membuat mereka menempati peringkat kedua grup A, di bawah Jerman yang membantai mereka 3-0 pada laga terakhir.
Setelah performa yang cukup apik pada fase grup, langkah Ekuador resmi terhenti pada babak 16 besar. Antonio Valencia dan kolega takluk dengan skor tipis 0-1 dari Inggris di MHP Arena Stuttgart. Gol tunggal pada laga itu dicetak David Beckham lewat tendangan bebas pada menit 60.
3. Ekuador terhenti pada fase grup edisi 2014
Ekuador harus mengakui keunggulan Swiss pada laga pertama edisi 2014. Meski sempat unggul lebih dahulu lewat gol Enner Valencia, mereka kebobolan dua gol hingga kalah 1-2. Namun, Ekuador bangkit hingga menang 2-1 atas Honduras pada laga kedua.
Duel melawan Prancis pada laga kedua lantas menjadi penentu nasib bagi Ekuador. Duel tersebut berakhir dengan skor imbang tanpa gol. Torehan empat poin hanya menempatkan Ekuador di peringkat ketiga klasemen akhir grup E, di bawah Prancis dan Swiss yang lolos ke fase gugur.
4. Dengan torehan empat poin, Ekuador finis di peringkat ketiga fase grup edisi 2022
Setelah absen pada 2018, Ekuador kembali tampil di putaran final pada 2022. Perjuangan mereka dibuka dengan kemenangan 2-0 atas tuan rumah Qatar pada laga pertama. Pada laga kedua, mereka berhasil menahan imbang tim kuat Belanda dengan skor 1-1.
Sayangnya, kekalahan 1-2 dari Senegal pada laga ketiga mengubur mimpi Ekuador untuk melangkah lebih jauh. Dengan hanya empat poin, mereka finis di peringkat ketiga, di atas Qatar yang tak meraih satu poin pun. Sementara itu, Belanda dan Senegal lolos ke babak 16 besar.
5. Ekuador disingkirkan tuan rumah pada babak 32 besar edisi 2026
Ekuador memang hanya menempati peringkat ketiga fase grup edisi 2026. Mereka mengumpulkan empat poin dari hasil menang 2-1 atas Jerman dan imbang 0-0 dengan Curacao. Meski demikian, mereka masih berhak lolos ke babak 32 besar sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik.
Langkah tim besutan Sebastian Beccacece lantas terhenti pada babak 32 besar. Mereka takluk 0-2 dari Meksiko sebagai salah satu tuan rumah. Pada laga ini, bek Ekuador Piero Hincapie terkena kartu merah langsung pada menit 90+5.
Sebagai negara yang belum pernah melangkah lebih jauh dari babak 16 besar, Ekuador masih memiliki pekerjaan rumah untuk meningkatkan daya saing mereka di panggung dunia. Meski demikian, keberhasilan lolos ke fase gugur pada Piala Dunia 2026 menjadi sinyal bahwa La Tri tetap mampu bersaing dengan negara-negara kuat. Dengan skuad yang dihuni banyak pemain muda berkualitas, Ekuador berpeluang kembali mencatatkan prestasi lebih baik pada edisi-edisi mendatang.

















