3 Fakta Menarik dari Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026

- Spanyol menurunkan dua remaja, Lamine Yamal dan Pau Cubarsi, sebagai starter di fase gugur, menjadikannya tim pertama sejak Brasil 1958 dengan dua pemain muda di babak tersebut.
- Mikel Oyarzabal mencetak empat gol hingga babak 32 besar Piala Dunia 2026 dan menjadi pemain Spanyol paling produktif, termasuk dua gol saat melawan Arab Saudi di fase grup.
- Kemenangan atas Austria memperpanjang rekor tak terkalahkan Spanyol dalam 34 laga waktu normal sejak Maret 2024, membawa mereka melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Spanyol menghadapi Austria pada 32 besar Piala Dunia 2026. Mereka bermain di Los Angeles Stadium, Inglewood, California, Amerika Serikat, Jumat (3/7/2026) dini hari WIB. Spanyol menutup pertandingan dengan kemenangan 3-0 berikut membawa pulang tiga fakta menarik yang sulit diabaikan.
1. Spanyol menjadi tim pertama sejak Brasil 1958 dengan dua remaja sebagai starter pada fase gugur
Spanyol menurunkan skuad terbaik mereka melawan Austria. Itu termasuk memasang dua pemain muda potensial, Lamine Yamal dan Pau Cubarsi. Keduanya tampil dalam kesebelasan utama pada babak 32 besar pada usia remaja.
Yamal dan Cubarsi–yang saat ini berusia 18 tahun 354 hari dan 19 tahun 161 hari–mencatat sejarah unik dalam usia remaja mereka. Dua pemain Barcelona itu mengulang pengalaman Pele dan Mazzola yang pernah tampil bersama Brasil pada perempat final Piala Dunia 1958 pada usia remaja. Saat itu, kedua legenda sepak bola tersebut baru berusia 17 dan 19 tahun. Yamal dan Cubarsi otomatis menjadi duo remaja pertama sejak Pele dan Mazzola yang tampil sebagai starter pada fase gugur Piala Dunia.
2. Mikel Oyarzabal mencetak gol keempatnya di Piala Dunia 2026
Mikel Oyarzabal terbilang tajam untuk Spanyol. Dia sudah mencetak empat gol per 32 besar Piala Dunia 2026. Salah satu golnya memecah kebuntuan La Furia Roja melawan Austria pada babak pertama. Satu lagi datang setelah Spanyol unggul 2-0 pada babak kedua.
Dua lainnya datang pada fase grup Piala Dunia 2026. Saat itu, Oyarzabal memborong dua gol melawan Arab Saudi di Grup H. Bahkan, kapten Real Sociedad tersebut sempat mengirim sebuah asis sehingga Spanyol menang telak 4-0. Dia saat ini tercatat sebagai pemain Spanyol paling produktif menghasilkan gol di Piala Dunia.
3. Spanyol selalu menang pada waktu normal dalam 34 pertandingan terakhir sejak 2024
Keberhasilan membekuk Austria pada 32 besar Piala Dunia 2026 menegaskan satu hal: Spanyol tidak terkalahkan pada waktu normal dalam 34 pertandingan terakhir. Mereka selalu mampu menghindari hasil negatif sejak tumbang dari Kolombia di pertandingan persahabatan pada 22 Maret 2024. Perinciannya, Spanyol menang 25 kali dan imbang 9 kali.
La Furia Roja mesti berterima kasih setidaknya kepada dua pemain mereka, Mikel Oyarzabal dan Pedro Porro. Mereka membantu tim memperpanjang rekor positif dengan mencetak gol melawan Austria pada 32 besar Piala Dunia 2026. Oyarzabal sendiri telah mencetak 29 gol dalam 57 pertandingan internasional untuk Spanyol berdasarkan data Transfermarkt per 3 Juli 2026 pukul 04:30 WIB. Sementara itu, Porro membuat namanya masuk sebagai salah satu pencetak gol timnas Negeri Matador untuk pertama kali dalam kariernya.
"Aku senang bisa membantu tim dan lolos ke babak selanjutnya. Sekarang kita perlu istirahat," komentar Mikel Oyarzabal usai pertandingan melawan Austria, seperti dikutip situs resmi FIFA. "Mereka adalah tim yang tangguh secara fisik dan sulit untuk dihadapi, tetapi kami bermain bagus. Kami senang bisa lolos. Tidak masalah siapa yang akan kami hadapi pada babak selanjutnya (Portugal atau Kroasia)–aku punya teman di kedua tim tersebut."
Spanyol kini beranjak dari 32 besar. Kemenangan atas Austria membawa mereka ke 16 besar. Spanyol makin dengan dengan trofi Piala Dunia 2026.

















