Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Tangis Lionel Messi pada 2016 yang Membuatnya Sempat Pensiun

Tangis Lionel Messi pada 2016 yang Membuatnya Sempat Pensiun
ilustrasi jersey Lionel Messi di Timnas Argentina (unsplash.com/dwlly)
Intinya Sih
  • Messi mengalami tekanan mental berat sejak kekalahan di final Piala Dunia 2014 dan dua final Copa America berturut-turut, yang membuatnya merasa gagal membawa Argentina juara.
  • Kegagalan penalti di final Copa America Centenario 2016 membuat Messi menangis di bangku cadangan dan merasa paling bertanggung jawab atas kekalahan Argentina dari Chili.
  • Setelah sempat mengumumkan pensiun dari timnas, desakan publik dan tokoh besar Argentina membuat Messi kembali bermain pada Agustus 2016 hingga akhirnya meraih Copa America 2021 dan Piala Dunia 2022.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Melihat Lionel Messi mengangkat trofi Piala Dunia 2022 sesuatu yang mengharukan. Setelah bertahun-tahun menderita, akhirnya ia bisa menamatkan sepak bola. Capaian tersebut melengkapi gelar juara Copa America 2021 sekaligus memutus puasa gelar juara dunia selama 28 tahun Argentina.

Jauh sebelum pesta pora itu tercipta, La Pulga harus melewati masa-masa getir. Rentetan tiga kekalahan tragis membuatnya hancur lebur. Ia bahkan sempat menyatakan pensiun dari panggung internasional.

1. Beban mental Lionel Messi muncul setelah dikalahkan Jerman di final Piala Dunia 2016

Beban mental yang dipikul Lionel Messi sebenarnya sudah menumpuk sejak Piala Dunia 2014. Dilansir NDTV Sports, Messi sudah tidak merasakan semangat setelah kalah 0-1 melawan Jerman di partai final. "Tidak ada hal yang bisa menghiburku saat ini, memenangi Golden Ball (top scorer turnamen) pun tidak ada artinya," ungkapnya.

Patah hati di Brasil 2014 itu kemudian disusul kekalahan final Copa America 2015. Saat itu, Argentina takluk adu penalti 3-4 melawan tuan rumah, Chile, setelah tak ada gol tercipta selama 120 menit. Ketika Argentina kembali menembus final Copa America Centenario 2016, harapan itu kembali membuncah.

2. Penalti gagal di final Copa America Centenario 2016 langsung membuat tangisnya pecah

Pertandingan final Copa America Centenario 2016 yang berlangsung di MetLife Stadium, New Jersey, lagi-lagi mempertemukan Argentina dengan Chile. Persis setahun sebelumnya, duel berjalan sangat ketat dan harus ditentukan lewat adu penalti. Hasilnya tetap sama. Dilansir Goal, Lionel Messi yang maju sebagai eksekutor pertama Argentina justru gagal menjalankan tugas setelah tendangannya melambung jauh ke angkasa.

Argentina kembali takluk 2-4 pada adu penalti. Saat para pemain Chile memulai pesta juara, tangis Messi langsung pecah. Kamera berulang kali menangkap momen pilu saat pemain bernomor punggung 10 itu menyendiri di bangku cadangan dengan tatapan kosong dan air mata yang terus mengalir. Ia merasa menjadi orang paling bertanggung jawab atas kegagalan tersebut.

3. Lionel Messi mengumumkan pensiun dari Timnas Argentina saat diwawancarai jurnalis setelah kalah dari Chile

Kejutan besar yang sesungguhnya baru terjadi saat Lionel Messi berjalan melewati area wawancara media (mixed zone). Di hadapan para jurnalis yang mengerumuninya, Messi mengucapkan kalimat perpisahan yang membuat publik Argentina tersentak. Suaranya lirih, tetapi tegas, menyiratkan tumpukan kekecewaan sudah mencapai puncaknya.

"Bagiku, tugas di tim nasional sudah selesai. Aku sudah melakukan semua yang aku bisa, dan sangat menyakitkan tidak bisa menjadi juara," tutur Messi seperti dilansir BBC Sport. "Ini demi kebaikan semua orang. Banyak orang yang menginginkan ini." Saat itu, La Pulga masih berumur 29 tahun, usia saat performa seorang pesepak bola biasanya mencapai kematangan.

4. Lionel Messi langsung dibujuk ratusan ribu warganet, ada Diego Maradona hingga Presiden Argentina

Pengumuman pensiun dini Lionel Messi seketika memicu kepanikan massal di Argentina. Publik yang tadinya kerap mengkritik Messi langsung berubah pendirian dan memohon agar ia membatalkan keputusannya. Dilansir AS.com, tagar #NoTeVayasLeo (Jangan Pergi Leo) langsung memenuhi media sosial. Suporter Argentina juga membentang spanduk ketika para pemain tiba di Buenos Aires sehari setelah final melawan Chile.

Papan reklame di jalanan Buenos Aires dipenuhi pesan yang meminta Sang Kapten kembali mengenakan seragam bergaris putih-langit. Mulai dari warganet, legenda sepak bola Diego Maradona, hingga Presiden Argentina kala itu, Mauricio Macri, secara terbuka meminta Messi untuk tidak pensiun. Rupanya, publik masih berharap banyak kepada sang pemain jelang Piala Dunia 2018 yang akan berlangsung di Rusia.

5. Keputusan pensiun akhirnya dibatalkan pada Agustus 2016, lalu berbuah manis 6 tahun kemudian

Untungnya, masa pensiun itu tidak bertahan lama. Kurang dari 2 bulan setelah malam kelam di New Jersey, tepatnya pada Agustus 2016, Lionel Messi membatalkan masa pensiunnya. Dilansir The Guardian, keputusan tersebut diambil setelah berdiskusi dengan pelatih baru Argentina saat itu, Edgardo Bauza. "Rasa cintaku kepada jersey Timnas Argentina dan negara ini teramat besar," ungkap Messi.

Keputusan itu terbukti menjadi langkah terbaik dalam kariernya. Lewat kepemimpinannya yang jauh lebih matang, La Pulga akhirnya berhasil menebus semua air mata masa lalu dengan mempersembahkan trofi Copa America 2021. Puncaknya tentu saja ketika Messi dan rekan-rekan setim membawa Argentina menjuarai Piala Dunia 2022 di Qatar, menyempurnakan takdirnya sebagai salah satu pemain terbaik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra

Related Articles

See More