Penyesalan Guardiola di Bernabeu, Gagal Bikin Courtois Berkeringat

- Pep Guardiola menyesal karena lini depan Manchester City gagal menembus pertahanan Real Madrid, membuat Thibaut Courtois nyaris tanpa ancaman sepanjang laga di Santiago Bernabeu.
- Kekalahan 0-3 membuat peluang Manchester City untuk lolos ke perempat final Liga Champions sangat tipis, karena harus menang dengan selisih empat gol pada leg kedua.
- Guardiola menyoroti buruknya transisi tim yang dimanfaatkan Federico Valverde untuk mencetak hattrick, dan menegaskan kesalahan serupa tak boleh terulang di pertandingan berikutnya.
Jakarta, IDN Times - Pep Guardiola ternyata memiliki penyesalan mendalam dalam lawatannya ke markas Real Madrid di leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Kamis (12/3/2026) dini hari WIB. Penyesalan itu sekaligus penyebab Manchester City dipermalukan dengan skor 0-3.
The Citizens tumbang setelah dibobol Federico Valverde tiga kali, pada menit ke-20, 27, dan 42. Hasil yang terasa menyakitkan bagi ManCity, mengingat mereka kalah dari Madrid yang dalam kondisi pincang akibat sejumlah bintangnya cedera.
1. Lini depan ManCity ompong
Hal yang disesalkan Guardiola adalah lini depan tim asuhannya yang ompong sepanjang laga. Erling Haaland dan kawan-kawan dianggap gagal membuat kiper Los Blancos, Thibaut Courtois berkeringat.
Menilik statistik resmi UEFA, ManCity hanya mampu melepaskan empat tembakan tepat sasaran dari delapan peluang yang didapat. Mereka pun dihukum tuan rumah yang lebih klinis di depan gawang.
"Kami mencapai garis byline entah berapa kali. Aksi individu dari Jeremy (Doku), umpan-umpan panjang di babak kedua terutama untuk Antoine (Semenyo) dan Nico (O’Reilly), lalu umpan di kotak enam yard, tetapi kami tidak mampu menaklukkan Courtois. Padahal, saya tidak merasa Courtois memainkan laga yang luar biasa," kata Guardiola di laman resmi klub.
2. Peluang ManCity tipis
Akibat kekalahan di Santiago Bernabeu, ManCity tak punya pilihan selain menang dengan margin empat gol untuk lolos ke perempat final dalam waktu normal. Guardiola mengakui situasi itu menipiskan peluang anak-anak asuhnya.
"Skor 3-0 lebih baik daripada empat gol, itu tidak bisa kami pungkiri. Untuk saat ini, (peluangnya) tidak terlalu besar. Tentu saja kami akan mencobanya, tetapi situasinya sulit untuk saat ini," ucap Guardiola.
3. Jangan lakukan kesalahan lagi, ManCity!
Transisi yang buruk menjadi penyebab ManCity babak belur, hingga pada akhirnya dimanfaatkan Valverde untuk mencetak hattrick. Guardiola menuntut kesalahan itu tidak boleh terulang pada leg 2, mengingat Madrid memiliki sederet pemain cepat untuk memberikan hukuman.
"Terkadang sulit mengontrol transisi ketika kami kehilangan bola dan mereka langsung menghubungkan permainan. Jika mereka tidak langsung menyelesaikannya, pemain seperti Vinicius bisa berlari dengan sangat berbahaya," ujar Guardiola.

















