Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Peran Athletic Club saat Timnas Spanyol Juara Piala Dunia
Kiper Timnas Spanyol, Unai Simon, berpose dengan trofi Golden Glove (Kiper Terbaik) usai laga Final Piala Dunia 2026 melawan Argentina di Stadion New York New Jersey, Minggu (19/7/2026). Spanyol keluar sebagai juara setelah menang tipis 1-0. (Foto: Kevin C. Cox/Getty Images via AFP)
  • Athletic Club berkontribusi pada gelar Piala Dunia 2010 lewat Javi Martinez dan Fernando Llorente yang memperkuat Timnas Spanyol, masing-masing tampil penting dalam laga fase grup dan perempat final.
  • Pada Piala Dunia 2026, Unai Simon, Aymeric Laporte, dan Nico Williams dari Athletic Club berperan besar; Simon meraih Golden Gloves, Laporte jadi andalan lini belakang, dan Williams mencatat assist penentu di final.
  • Luis de la Fuente, mantan pemain serta pelatih junior Athletic Club, sukses membawa Spanyol juara Piala Dunia 2026 setelah perjalanan panjangnya dari akademi hingga menjadi pelatih tim nasional senior.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Athletic Club merupakan salah satu tim paling penting di Spanyol. Bukti yang paling nyata terlihat ketika tim nasional mereka berhasil menjuarai Piala Dunia pada 2010 dan 2026. Klub berjuluk Los Leones tersebut tidak pernah absen memberikan kontribusi dengan mengirim personel.

1. Javi Martinez dan Fernando Llorente merupakan bagian dari skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2010

Athletic Club memiliki dua wakil di skuad Spanyol yang menjuarai Piala Dunia 2010. Pertama adalah Javi Martinez. Gelandang bertahan yang saat itu berusia 21 tahun ini beraksi selama 16 menit usai menggantikan Xabi Alonso yang mengalami cedera ketika menghadapi Chile pada pertandingan terakhir fase grup. Martinez masuk ke lapangan saat rekan-rekannya tengah tertekan untuk mempertahankan keunggulan 2-1. Ia pun akhirnya sukses membantu timnya menjaga papan skor sampai laga selesai.

Wakil kedua adalah Fernando Llorente. Striker 25 tahun dengan tinggi 1,95 meter tersebut juga membuat satu penampilan. Ia menggantikan Fernando Torres pada menit 59 dalam laga perempat final melawan Portugal. Llorente hampir saja memecah kebuntuan beberapa detik setelah berada di lapangan. Sayangnya, tandukannya masih bisa dimentahkan Eduardo. Namun, kerja samanya dengan Andres Iniesta pada akhirnya berbuah gol kemenangan yang dicetak David Villa pada menit 63.

2. Unai Simon, Aymeric Laporte, dan Nico Williams memberikan kontribusi vital di Piala Dunia 2026

Di Piala Dunia 2026, Athletic Club mengirim tiga pemain ke Timnas Spanyol. Ketiganya adalah Unai Simon, Aymeric Laporte, dan Nico Williams. Simon dan Laporte menjadi faktor penting dalam keberhasilan La Roja menjadi juara dengan catatan kebobolan satu gol saja. Simon tidak tergantikan sama sekali sebagai kiper dan akhirnya terpilih sebagai pemenang penghargaan golden gloves. Laporte juga hampir selalu bermain penuh. Bek tengah kidal tersebut gagal melakukannya karena digantikan Eric Garcia pada babak tambahan pertama saat final melawan Argentina.

Sementara itu, Williams memang tidak sevital Simon maupun Laporte. Winger berusia 24 tahun ini hanya menyumbang 1 assist dari 6 penampilan yang selalu dilewatinya sebagai pengganti. Namun, assist tunggal tersebut yang membuat Spanyol menang 1-0 atas Argentina pada partai puncak. Williams menggantikan Alex Baena pada menit 75. Ia lantas menghadirkan momen penentu pada menit 106. Williams berhasil menanduk crossing dari Pedro Porro di tiang jauh. Bola bergulir di kotak penalti Argentina dan dituntaskan Ferran Torres pada sentuhan pertama dengan voli kaki kiri.

3. Luis de la Fuente merupakan mantan pemain dan pelatih tim junior Athletic Club

Satu kontribusi lain Athletic Club untuk gelar juara Piala Dunia yang diraih Spanyol sejauh ini adalah Luis de la Fuente. Arsitek mereka pada edisi 2026 tersebut merupakan legenda Athletic, baik sebagai pemain maupun pelatih. Mantan bek kiri yang lahir pada 21 Juni 1961 ini produk akademi Athletic. Ia bergabung pada 1976 dan promosi ke tim utama pada 1981. De la Fuente lantas bertahan sampai pindah ke Sevilla pada 1987. Namun, ia kembali pada 1991, menjalani 2 musim tambahan, hengkang ke Alaves, dan akhirnya pensiun. Total, De la Fuente membela Athletic 234 kali dan mencetak 5 gol. Ia membantu mereka meraih 2 trofi LaLiga Spanyol, 1 Copa del Rey, dan 1 Piala Super Spanyol.

De la Fuente pun melanjutkan kariernya sebagai pelatih. Ia memulainya di Portugalete pada 1997 dan pindah ke Aurrera pada 2000, akademi Sevilla pada 2001, hingga pulang ke Athletic pada 2005. De la Fuente diminta manajemen untuk menukangi skuad junior. Ia lantas mengabdi selama 6 tahun. Kinerjanya meyakinkan Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) untuk memercayakan pengembangan talenta belia kepadanya. De la Fuente menjawab tantangan tersebut dengan trofi EURO U-19 2015, EURO U-21 2019, dan medali perak Olimpiade 2020. RFEF kemudian mempromosikannya ke tim senior dan ia mampu menghadirkan gelar juara UEFA Nations League 2023, EURO 2024, dan Piala Dunia 2026.

Jika membandingkan skuad Spanyol saat menjuarai Piala Dunia 2010 dan 2026, hanya ada dua klub selain Athletic Club yang tercatat mengirim pemain untuk dua tim tersebut. Keduanya adalah Barcelona dan Arsenal. Ini menjadi bukti sederhana lain terkait peran krusial Athletic Club untuk tim nasional Spanyol.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article