Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Perjalanan Berliku Amerika Serikat di Kualifikasi Piala Dunia 2002

Perjalanan Berliku Amerika Serikat di Kualifikasi Piala Dunia 2002
ilustrasi pertandingan (unsplash.com/vb7)
Intinya Sih
  • Amerika Serikat memulai kualifikasi Piala Dunia 2002 dengan penuh rintangan, termasuk gangguan dari tuan rumah Guatemala dan hasil imbang 1-1 yang menandai awal perjalanan berat mereka.
  • Setelah kekalahan kontroversial dari Kosta Rika akibat penalti 'hantu', tim AS bangkit dengan serangkaian kemenangan penting hingga menutup fase pertama sebagai pemuncak grup.
  • Kemenangan emosional 2-1 atas Jamaika sebulan setelah tragedi 9/11 memastikan tiket AS ke Piala Dunia 2002, menjadi simbol kebangkitan di tengah duka nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Amerika Serikat meraih hasil impresif di Piala Dunia 2002. Mereka mencapai perempat final. Ini merupakan prestasi terbaik sejak menembus semifinal pada 1930. Namun, AS bukan hanya tampil mengesankan pada fase final di Piala Dunia 2002.

Performa mereka selama kualifikasi tidak kalah mengagumkannya. Sebab, AS mampu melewati berbagai kontroversi. Puncaknya, mereka mengamankan kelolosan sebulan setelah negara mengalami salah satu tragedi terbesar dalam sejarah, Serangan 9/11.

1. Hanya imbang 1-1 dengan Guatemala pada partai perdana akibat serangkaian gangguan

Amerika Serikat memulai Kualifikasi Piala Dunia 2002 dengan bermain tandang melawan Guatemala pada 16 Juli 2000. Mereka harus rela menerima keputusan federasi tuan rumah yang secara mendadak mengganti tempat pertandingan dari stadion nasionalnya ke Estadio Carlos Salazar Hijo. Ini terletak di Mazatenango, sebuah kota yang masih dipenuhi hutan belantara dan dekat dengan gunung berapi.

Jaraknya bahkan mencapai 165 kilometer dari ibu kota Guatemala. Para pemain AS hanya bisa menjangkau lokasi ini dengan menggunakan bus selama 3 jam usai mendarat di Guatemala City. Tantangan tidak hanya berhenti di situ. Mereka juga tidak dapat beristirahat dengan kondusif sebelum hari-H akibat warga lokal di sekitar tempat menginap yang memutar musik dengan begitu keras hingga pukul 1.30 dini hari.

Menurut pengakuan salah satu personel, Eddie Pope, orang-orang tersebut bahkan melemparkan sejumlah petasan. Ketika pertandingan resmi dimulai, AS sebetulnya bisa unggul dulu lewat gol Ante Razov pada akhir babak pertama. Namun, mereka akhirnya pulang dengan satu poin akibat gol Carlos Ruiz pada menit 88.

2. Bangkit setelah kalah karena gol penalti hantu kala melawan Kosta Rika

Tujuh hari setelah imbang 1-1 dengan Guatemala pada 16 Juli 2000, Amerika Serikat terbang ke Kosta Rika untuk melakoni laga kedua di Kualifikasi Piala Dunia 2002. Mereka kalah 1-2 di Estadio Ricardo Saprissa Ayma. Gol yang membuat tim asuhan Bruce Arena tersebut tumbang sangatlah kontroversi. Wasit Peter Prendergast memberi Kosta Rika hadiah penalti pada menit tambahan setelah crossing dari Hernan Medford sebetulnya mengenai kepala Gregg Berhalter. Medford maju sebagai algojo dan tidak menyia-nyiakannya.

Meski mengecewakan, hasil tersebut menjadi kekalahan pemungkas AS pada ronde pertama. Mereka menuntaskan empat laga sisa dengan kemenangan 7-0 (16/8/2000) dan 4-0 (15/11/2000) atas Barbados, menang 1-0 atas Guatemala (3/9/2000), dan imbang 0-0 dengan Kosta Rika (11/10/2000). Namun, AS mengantongi hasil positif dari empat pertandingan ini bukan tanpa momen-momen antik. Mereka sendiri bahkan ikut melakukannya ketika bertindak sebagai tuan rumah.

Salah satunya adalah ketika menang 1-0 atas Guatemala di Robert F. Kennedy Memorial Stadium pada 3 September 2000. Sebelum hari pertandingan, pendukung AS membalas tindakan yang para pemain mereka terima pada 16 Juli 2000. Mereka menggangu skuad Guatemala di hotelnya. Federasi Sepak Bola Amerika Serikat kemudian dengan sengaja menempatkan pendukung Guatemala di tribun paling atas. Menariknya, AS sendiri mencetak gol kemenangannya lewat Brian McBride beberapa saat setelah Eddie Lewis mendapat kartu merah pada menit 69.

3. Kemenangan atas Jamaika sebulan setelah tragedi 9/11 memastikan Amerika Serikat lolos ke Piala Dunia 2002

Amerika Serikat memuncaki grup 3 dengan 11 poin pada fase pertama Kualifikasi Piala Dunia 2002. Mereka pun berhak mengikuti babak penyisihan penentuan. AS kemudian bertarung dengan Kosta Rika, Meksiko, Honduras, Jamaika, serta Trinidad dan Tobago untuk menjadi 1 dari 3 wakil CONCACAF pada putara final. Mereka mengawali perjuangan dengan kemenangan 2-0 atas Meksiko di Columbus Crew Stadium pada 28 Februari 2001. Laga tersebut diwarnai dengan keputusan Meksiko yang tidak melakukan pemanasan di lapangan karena cuaca yang dingin. AS lantas melanjutkannya dengan kemenangan tandang 2-1 atas Honduras pada 28 Maret 2001. Earnie Stewart bertindak sebagai kapten dan menyumbang satu gol pada hari ulang tahunnya yang ke-32 ini.

AS lantas bertemu Kosta Rika di Arrowhead Stadium pada pada 25 April 2001. Mereka menang berkat gol tunggal Josh Wolff pada menit 69. Wolff mengontrol bola dengan tangannya sebelum membobol gawang Erick Lonis. Ini pun menjadi semacam balas dendam yang sempurna untuk kekalahan pada 23 Juli 2000 silam akibat gol penalti “hantu”. AS kemudian meraih hasil berharga 0-0 kala bermain sebagai tamu melawan Jamaika di Independence Park pada 16 Juni 2001. Mereka menang 2-0 atas Trinidad dan Tobago 4 hari berselang. Sayangnya, tren positif terhenti usai menyerah 0-1 dari Meksiko di Estadio Azteca pada 1 Juli 2001. Kekalahan itu ikut disebabkan ketiadaan John O'Brien yang tidak bisa bergabung akibat dilarang klubnya, Ajax Amsterdam.

AS kembali kalah dalam dua pertandingan berikutnya, yaitu 2-3 dari Honduras (1/9/2001) dan 0-2 atas Kosta Rika (5/9/2001). Namun, seluruh hasil ini seketika menjadi tidak berarti akibat aksi teror di New York dan Washington DC pada 11 September 2001 yang dilaporkan menewaskan hampir 3.000 orang. Para pemain lantas mendapat kesempatan untuk sedikit melipur lara kompatriotnya kala berhadapan dengan Jamaika di Foxboro Stadium pada 7 Oktober 2001. Claudio Reyna dan kolega berhasil mempersembahkan kebahagiaan tersebut. Mereka menang 2-1 berkat brace Joe-Max Moore. Mereka pun memastikan lolos ke Piala Dunia 2002. AS kemudian menuntaskan laga kualifikasi terakhir yang tidak lagi penting kontra Trinidad dan Tobago (11/11/2001) dengan seri tanpa gol.

Perjalanan AS di Kualifikasi Piala Dunia 2002 menjadi semacam folklor dalam historiografi sepak bola mereka. Itu karena banyaknya momen signifikan yang terjadi, termasuk ketika memastikan lolos sebulan setelah aksi teror yang mematikan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra

Related Articles

See More