Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Potensi Sanksi yang Intai Manchester City Usai Bersalah di 114 Kasus
Manajer Manchester City, Enzo Maresca (AFP / Glyn Kirk)
  • Manchester City dinyatakan bersalah dalam 114 dari 115 dakwaan pelanggaran finansial, termasuk pelanggaran aturan, kode etik, dan tudingan tidak kooperatif dengan Premier League.
  • Sanksi belum dijatuhkan, tetapi denda, pengurangan poin, hingga degradasi berpotensi dipertimbangkan, merujuk kasus Derby County dan Luton Town yang pernah mendapat pengurangan poin.
  • Manchester City menegaskan proses Premier League masih berjalan dan rahasia, serta menyatakan akan mempertimbangkan banding sambil menuntut regulator bertindak independen, adil, dan tidak memihak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Manchester City telah dinyatakan bersalah dalam 114 dari 115 dakwaan pelanggaran finansial yang dialamatkan kepadanya sejak tiga tahun lalu. Sebanyak tiga anggota panel independen menyatakan ManCity telah melanggar aturan dan kode etik finansial, hingga dianggap tidak bekerja sama dengan Premier League.

Sampai sekarang, sanksi terhadap ManCity belum dijatuhkan. Di sisi lain, The Citizens masih mencoba mengajukan banding atas keputusan tersebut dan menyatakan prosesnya masih berjalan.

Namun, dengan melihat rekam jejak yang ada dari kasus serupa, ManCity bisa saja menerima sanksi berat. Denda, pengurangan poin, hingga degradasi, bukan gak mungkin diterima ManCity andai terbukti benar.

1. Sudah menimpa sejumlah klub Inggris

Dilansir SportsMole, ada dua klub Inggris yang sudah kena sanksi akibat pelanggaran akuntabilitas finansial. Luton Town dan Derby County pernah tersandung kasus yang nyaris mirip karena gagal menjaga akuntabilitas finansialnya.

Hingga, Luton Town dan Derby County dikurangi poinnya. Pada musim 2021/22, saat masih ditangani Wayne Rooney, Derby County dijatuhkan sanksi pengurangan poin dua kali atas pelanggaran administrasi serta finansial. Totalnya, mereka dipotong 21 poin dan harus terdegradasi ke League One.

Sementara, Luton Town pada musim 2008/09 dipotong poinnya sebanyak 30. Mereka dianggap menyalahi aturan transfer dan dipotong 10 poin. Selanjutnya, mereka juga dijatuhi pengurangan 20 poin karena gagal memenuhi aturan administrasi karena tak bisa melampirkan Company Voluntary Agreement.

2. Ada poin serupa dalam pelanggaran ManCity

Dari 114 pelanggaran yang dialamatkan kepada ManCity, ada beberapa poin serupa. Pelanggaran atas kegiatan transfer hingga akuntabilitas, masuk ke dalamnya.

Maka dari itu, dilansir BBC Sport, bukan gak mungkin pengurangan poin masuk ke dalam pertimbangan dari panel independen sebagai sanksi kepada ManCity. Bahkan, sanksi paling ekstrem adalah menghukum sanksi degradasi terhadap ManCity.

3. Masih usaha banding

Manajer Manchester City, Enzo Maresca (AFP / Glyn Kirk)

Melalui seorang juru bicara, ManCity menegaskan proses Premier League belum selesai dan masih terdapat sejumlah tahapan penting yang harus dilalui. Klub juga menekankan seluruh proses tersebut bersifat rahasia. ManCity juga mempertimbangkan untuk mengajukan banding atas keputusan ini.

"Proses Premier League masih berlangsung, dengan beberapa hal penting yang masih harus diselesaikan, dan proses ini tunduk pada kerahasiaan yang ketat. Oleh karena itu, posisi Manchester City FC tetap sama seperti yang disampaikan klub dalam pernyataannya pada Februari 2023. Klub telah dengan sungguh-sungguh menghormati proses yang berlaku selama delapan tahun, dengan keyakinan Dewan dan Eksekutif Premier League akan bertindak sebagai regulator yang independen, tidak memihak, dan adil, serta bebas dari pengaruh pihak tertentu," ujar juru bicara ManCity mengutip Daily Mirror.

Curated For You

Editorial Team

Related Article