Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Klub Premier League Bersatu Gugat Manchester City, MU Paling Kencang

3 min read
Klub Premier League Bersatu Gugat Manchester City, MU Paling Kencang
Striker Manchester City, Erling Haaland, merayakan kemenangan atas Coventry City (AFP / Peter Powell)

  • Manchester City berpotensi menghadapi gugatan legal dari sejumlah klub Premier League setelah dinyatakan bersalah melanggar 114 regulasi finansial terkait periode 2009-2018.
  • Manchester United disebut paling kuat mempertimbangkan tuntutan, dengan menghitung dampak finansial dan prestasi, termasuk kegagalan juara pada musim 2011/12 serta finis kedua pada 2017/18.
  • City menyatakan proses belum selesai, bersifat rahasia, dan mempertimbangkan banding; sanksi yang mungkin mencakup denda, larangan transfer, pengurangan poin, hingga degradasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Manchester City berpotensi menghadapi masalah baru setelah dinyatakan bersalah atas pelanggaran 114 regulasi finansial Premier League. Sejumlah klub Premier League kini mulai berpikir untuk menyeret ManCity lewat tuntutan legal baru.

Rencana ini muncul karena mereka merasa ada kerugian yang ditimbulkan setelah ManCity melanggar aturan finansial sejak 2009 hingga 2018. Sejak mereka juara Premier League untuk pertama kalinya di musim 2011/12, juga sudah ada delapan trofi yang bisa saja mengubah peta dalam persaingan di periode tersebut, andai tak ada pelanggaran.

  1. 1. MU yang paling kuat mempertimbangkannya

    AFP__20260830__C6V284F__v1__HighRes__FblEngPrManUtdIpswich.jpg
    Gelandang Manchester United, Bruno Fernandes, usai cetak gol ke gawang Ipswich Town (AFP / Paul Ellis)

    Melansir The Athletic, sejumlah klub Premier League yang merasa dirugikan akibat dominasi ManCity bakal bersatu untuk melayangkan gugatan. Tapi, MU kemungkinan yang paling vokal untuk melakukannya.

    Mereka merasa menjadi klub yang paling terdampak oleh tindakan ManCity. Maka dari itu, Setan Merah saat ini sedang melakukan kalkulasi atas tindakan ManCity yang dianggap melanggar peraturan.

    Bukan cuma soal finansial, tapi perhitungan secara prestasi juga dihitung oleh MU. Salah satu periode yang jadi pusat perhatian adalah ketika MU gagal juara di musim 2011/12. Saat itu, pada pekan pamungkas, MU kehilangan gelar setelah Sergio Aguero mencetak gol dramatis pada menit-menit akhir ke gawang Queens Park Rangers.

    Karena musim ini masuk dalam periode yang jadi objek pemeriksaan, MU mempertimbangkan ada konsekuensi dari pelanggaran ManCity. Musim 2017/18 juga menjadi salah satu periode yang relevan menurut MU. Saat itu, MU finis di belakang ManCity yang jadi juara.

  2. 2. Proses masih berjalan, ManCity mau banding

    Ilustrasi suporter Manchester United berdiri di depan mural Paul Scholes (AFP / Darren Staples)
    Ilustrasi suporter Manchester United berdiri di depan mural Paul Scholes (AFP / Darren Staples)

    Melalui seorang juru bicara, ManCity menegaskan proses Premier League belum selesai dan masih terdapat sejumlah tahapan penting yang harus dilalui. Klub juga menekankan seluruh proses tersebut bersifat rahasia. ManCity juga mempertimbangkan untuk mengajukan banding atas keputusan ini.

    "Proses Premier League masih berlangsung, dengan beberapa hal penting yang masih harus diselesaikan, dan proses ini tunduk pada kerahasiaan yang ketat. Oleh karena itu, posisi Manchester City FC tetap sama seperti yang disampaikan klub dalam pernyataannya pada Februari 2023. Klub telah dengan sungguh-sungguh menghormati proses yang berlaku selama delapan tahun, dengan keyakinan Dewan dan Eksekutif Premier League akan bertindak sebagai regulator yang independen, tidak memihak, dan adil, serta bebas dari pengaruh pihak tertentu," ujar juru bicara ManCity mengutip Daily Mirror.

  3. 3. Apa sanksi yang bisa diterima?

    ManCity sampai sekarang belum menerima bentuk sanksi atas pelanggaran-pelanggaran tersebut. Dengan niat banding, ada sejumlah potensi hukuman yang bisa saja diterima The Citizens.

    Denda bisa menjadi salah satu opsi sanksi yang disiapkan regulator atas pelanggaran ManCity. Kemudian, jika melihat rekam jejak Chelsea yang pernah tersandung kasus pelanggaran transfer dan finansial, bukan gak mungkin ManCity ditangguhkan aktivitasnya dalam sejumlah periode bursa transfer.

    Kemudian, pengurangan poin bisa saja dijatuhkan karena Everton sempat mengalaminya. Sanksi terparah adalah degradasi ke kasta di bawah Premier League.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More