Performa Liverpool sempat tercoreng kekalahan 0-3 dari Manchester City di Anfield pada pekan ke-7 Premier League. Pertandingan jadi tak menguntungkan bagi The Reds usai Ryan Gravenberch menerima kartu merah kontroversial. Namun, mereka segera bangkit dengan meraih lima kemenangan beruntun di semua kompetisi. Tren positif berlanjut ketika Liverpool memastikan tiket perempat final Carabao Cup 2026/2027 usai menundukkan Chelsea lewat adu penalti setelah imbang 1-1 pada waktu normal.
Dikutip Opta Analyst, catatan apik Andoni Iraola tergambar jelas sepanjang 2026, ketika ia cuma menelan 2 kekalahan dari 27 laga Premier League. Pencapaian itu menjadikannya pelatih dengan persentase kekalahan terendah dalam 1 tahun kalender sejak era Juergen Klopp pada 2019. Di lini depan, ketajaman Alexander Isak turut jadi kunci kebangkitan Liverpool, tercermin dari 6 gol dalam 6 laga terakhir sekaligus mencatatkan rasio 1gol tiap 95 menit.
Di lini belakang, Liverpool mencatatkan 4 clean sheet dari 6 laga Premier League terakhir, jumlah terbanyak di liga sejak awal September 2026. Virgil van Dijk dan Ronald Araujo menjadi tembok kokoh, dengan Araujo mencatat 10 dari 15 sapuan tim saat melawan Chelsea, sekaligus membuat publik Anfield kagum lewat duel agresifnya. Liverpool menjadi 1 dari 2 tim Premier League musim ini yang belum kebobolan gol nonpenalti dari bola mati, bersama Brentford.
Sayangnya, Iraola harus meracik ulang taktiknya guna menyiasati sejumlah pemain absen atau diragukan tampil, mulai dari Dominik Szoboszlai yang punya masalah hamstring meski disebut bakal kembali, hingga Florian Wirtz yang cedera pergelangan kaki saat melawan Brighton. Jeremie Frimpong, Victor Munoz, dan Hugo Ekitike melengkapi daftar pemain absen, sementara Conor Bradley, Giovanni Leoni, dan Vitezlav Jaros masih bermasalah dengan lutut. Dalam situasi darurat ini, Trey Nyoni berpeluang kembali dipercaya mengisi lini tengah usai tampil impresif dengan 85 sentuhan saat melawan Chelsea.