Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kisah Sunderland di Piala Winners, Gebrakan Tim Kasta Kedua Inggris

4 min read
Kisah Sunderland di Piala Winners, Gebrakan Tim Kasta Kedua Inggris
ilustrasi olahraga sepak bola (pexels.com/Oliver Wagenblatt)
  • Sunderland mendapat debut kompetisi UEFA lewat juara Piala FA 1972/1973, meski hanya finis keenam Second Division, setelah mengalahkan Leeds United 1-0 di final.
  • Pada Piala Winners 1973/1974, Sunderland menyingkirkan Vasas Budapest dengan agregat 3-0, lalu terhenti di putaran kedua setelah kalah agregat 2-3 dari Sporting CP.
  • Di Liga Europa 2026/2027, Sunderland belum terkalahkan dalam tiga laga, mengumpulkan tujuh poin dari dua kemenangan dan satu imbang, serta menempati peringkat kesembilan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Nama Sunderland AFC kembali mencuat di kancah Eropa berkat penampilan impresif di Liga Europa 2026/2027. Mereka saat ini menduduki peringkat kesembilan klasemen sementara dengan koleksi 7 poin hasil dari 2 kemenangan dan 1 keimbangan. Kisah The Black Cats ke panggung Eropa juga membangkitkan memori indah ketika klub asal Wearside tersebut pertama kalinya menggebrak turnamen Benua Biru, tepatnya dalam Piala Winners 1973/1974.

  1. 1. Mendapat tiket ke kompetisi antarklub Eropa meski masih berlaga di divisi dua Liga Inggris

    Dilansir Ryehill Football, keikutsertaan Sunderland di Piala Winners 1973/1974 adalah buah manis dari kejutan luar biasa yang mereka ciptakan pada musim sebelumnya. Meski berlaga di kasta kedua Liga Inggris (Second Division), Sunderland secara sensasional keluar sebagai juara Piala FA 1972/1973. Mereka berhasil menumbangkan tim papan atas First Division saat itu, Leeds United, di partai puncak.

    Berlangsung di Wembley Stadium, London, pada 5 Mei 1973, gol tunggal Ian Potterfield menaklukkan Leeds United dengan skor 1-0. Kemenangan Sunderland ini menjadi kejutan mengingat mereka hanya finis di peringkat keenam Second Division 1972/1973 saat itu. Keberhasilan tersebut tak cuma menjadi trofi juara kesembilan dalam sejarah Sunderland, sebab tim yang saat itu dilatih Bob Stokoe tersebut juga berhak tampil di kompetisi resmi UEFA untuk pertama kalinya.

  2. 2. Sukses menekuk klub Hungaria, Vasas Budapest, pada putaran pertama Piala Winners 1973/1974

    Langkah pertama Sunderland di panggung Eropa langsung diuji lawan tangguh asal Hungaria, Vasas Budapest, pada putaran pertama Piala Winners 1973/1974. Pada leg pertama yang dihelat di Nepstadion, Budapest, pada 19 September 1973, tim berjuluk The Black Cats tersebut tampil perkasa. Dilansir World Football, mereka membungkam tuan rumah dengan skor 2-0 berkat gol Billy Hughes pada menit ke-68 dan Dennis Tueart pada menit ke-88.

    Pada leg kedua di Roker Park pada 3 Oktober 1973, Sunderland kembali melanjutkan dominasi. Disaksikan langsung 22 ribu pendukung setia, mereka berhasul menang tipis 1-0 lewat eksekusi penalti Dennis Tueart pada menit ke-55. Kemenangan agregat 3-0 membawa Sunderland melangkah ke babak berikutnya.

  3. 3. Sunderland terhenti pada putaran kedua setelah kalah agregat melawan Sporting CP

    Sunderland melalui ujian berat pada putaran kedua saat mereka berhadapan dengan wakil Portugal, Sporting CP. Pada leg pertama yang digelar di Roker Park pada 24 Oktober 1973, atmosfer stadion bergemuruh menyambut kemenangan dramatis The Black Cats atas tamunya. Di hadapan 31 ribu penonton yang memadati stadion, Sunderland menang 2-1 berkat gol Billy Kerr pada menit ke-32 dan Micky Horswill pada menit ke-64. Sporting CP hanya sanggup memperkecil kedudukan lewat gol Hector Yazalde pada menit ke-85.

    Drama sesungguhnya terjadi pada leg kedua di Estadio Jose Alvalade, Lisabon, pada 7 November 1973. Bertanding di hadapan 41 ribu suporter tuan rumah, gawang Sunderland dijebol Hector Yazalde pada menit ke-26 dan Samuel Fraguito pada menit ke-69. Kekalahan 0-2 di Lisabon membuat Sunderland tersingkir dengan agregat 2-3. Kendati demikian, pengalaman berharga di Piala Winners 1973/1974 diakui sebagai salah satu pencapaian bersejarah.

  4. 4. Sunderland sedang menikmati tren positif di Liga Europa 2026/2027

    Sunderland tampil impresif dan belum terkalahkan dalam 3 laga sepanjang 3 pertandingan awal Liga Europa 2026/2027. Dilansir Striver, mereka sukses mengoleksi 7 poin yang dipetik dari 2 kemenangan dan 1 keimbangan per Oktober 2026. The Black Cats kini bertengger di peringkat kesembilan klasemen sementara.

    Anak asuh Regis Le Bris tersebut membuka kompetisi dengan kemenangan tipis 1-0 atas AZ Alkmaar, disusul keunggulan dramatis 2-1 melawan Torreense. Mereka kemudian ditahan imbang 1-1 saat bertamu ke markas Lech Poznan pada 22 Oktober 2026 lalu. Granit Xhaka dkk sudah mencetak 4 gol dan hanya kebobolan 2 gol. Ini jadi bukti efektifnya lini serang serta kokohnya pertahanan mereka ketika bersaing di kompetisi antarklub Eropa.

    Penampilan Sunderland di Piala Winners Eropa 1973/1974 menjadi awal dari DNA Eropa mereka. Meski butuh jarak waktu hingga 53 tahun, Sunderland tak ingin dipandang sebelah mata di league phase Liga Europa 2026/2027. Kini The Black Cats mengusung ambisi melaju jauh dengan percaya diri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More