Profil Carlos Sanchez, Peraih Kartu Merah Pertama Piala Dunia 2018

Pemain timnas Kolombia Carlos Sanchez menjadi pemain pertama yang mendapatkan kartu merah di turnamen Piala Dunia Rusia 2018, dalam laga melawan timnas Jepang yang berlangsung di Saransk hari Selasa (19/6/2018).
Sang pemain langsung diberikan kartu merah karena memblok tendangan Shinji Kagawa yang diarahkan ke gawang timnas Kolombia dan dikawal oleh David Ospina.
Shinji Kagawa kemudian berhasil menjebol gawang timnas Kolombia pada menit ke-6, menjadikan kedudukan 1-0 dan Kolombia harus bermain dengan 10 orang.
Siapakah Carlos Sanchez?
1. Carlos Sanchez memulai debut di Uruguay

Dilansir dari The Guardian, Sanchez meskipun lahir dan dibesarkan di Kolombia, sang pemain yang kini berusia 32 tahun ini memulai debut professionalnya di Uruguay.
Pengalaman bermain di sana yang dipengaruhi gaya bermain Garra Charua yang memberikan pengaruh dalam gaya bermainnya dan membuatnya dikenal sebagai 'La Roca' atau 'Sang Batu Cadas' - yang ditandai dengan kemampuan memecah serangan lawan dan menutup celah dari tim lawan.
2. Carlos Sanchez pilihan utama di lini tengah timnas Kolombia

Pemain yang memiliki cap sebanyak 85 kali bagi negaranya ini dan selalu menjadi pilihan utama pelatih timnas Kolombia Jose Pekerman, selama kualifikasi Piala Dunia Rusia 2018 - jauh melebihi pemain lapangan tengah timnas Kolombia lainnya, demikian data dari Transfermarkt.
3. Carlos Sanchez sempat bermain di beberapa negara

Setelah memulai debutnya di kompetisi Uruguay bulan Januari 2003, Carlos Sanchez sempat melanglang ke beberapa negara seperti Chile, Prancis, dan Spanyol. Sebelum akhirnya pindah ke Aston Villa pada bulan Agustus 2014.
Ia bermain di sana selama dua tahun dan akhirnya dipinjamkan ke Fiorentina selama satu musim di klub anggota Serie A Italia.
Fiorentina akhirnya memutuskan membeli sang pemain di jendela transfer musim panas 2017. Namun sang pemain kemudian dipinjamkan ke Espanyol awal tahun 2018 ini.
Pengusir Carlos Sanchez semoga tidak menimbulkan kemarahan rakyat Kolombia, dan jangan sampai nasibnya sama dengan Andres Escobar yang ditembak mati, karena melakukan gol bunuh diri di Medellin, Kolombia awal bulan Juli 1994.
















