Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Unggul ke Hancur, Kenapa Atlanta Hawks Tumbang di NBA Playoff 2026?

Unggul ke Hancur, Kenapa Atlanta Hawks Tumbang di NBA Playoff 2026?
ilustrasi Atlanta Hawks (unsplash.com/Ronny Sison)
Intinya Sih
  • Atlanta Hawks tersingkir di babak pertama NBA Playoff 2026 setelah kalah 2-4 dari New York Knicks, termasuk kekalahan telak 89-140 yang jadi rekor terburuk mereka di playoff.
  • Skuad muda Hawks kesulitan menghadapi tekanan playoff karena minim pengalaman dan disiplin, terlihat dari start buruk serta insiden emosional yang memperparah performa tim di laga penentuan.
  • New York Knicks tampil dominan lewat kontribusi bintang seperti Jalen Brunson dan Karl-Anthony Towns, unggul di serangan maupun pertahanan hingga mampu menahan Hawks di bawah 100 poin.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Atlanta Hawks mengamankan spot terakhir (6) di Wilayah Timur untuk lolos otomatis ke NBA Playoff 2026. Namun, mereka pada akhirnya tetap kewalahan pada putaran pertama babak pascamusim reguler. Apalagi, lawannya adalah New York Knicks yang finis tiga tingkat di atas mereka.

Knicks menumbangkan Hawks dalam enam seri. Mereka unggul 4-2. Bahkan, sempat memberi pelajaran yang membuat Hawks malu seumur hidup.

1. Mengalami kekalahan memalukan di pertandingan keenam

Atlanta Hawks memang mampu memberi perlawanan. Mereka merebut dua kemenangan dari New York Knicks. Namun, Knicks masih jauh lebih tangguh. Mereka bisa mengatasi perlawanan Hawks dalam empat pertandingan lain.

Pada pertandingan terakhir, Knicks bahkan memberi Hawks tamparan keras di depan penggemar mereka di State Farm Arena, Atlanta, Georgia, Amerika Serikat, Kamis (30/4/2026). Tim asal New York itu menutup pertandingan dengan unggul 51 poin. Hawks keok 89-140. Ini merupakan kekalahan terburuk dalam sejarah mereka di NBA Playoff.

2. Skuad muda kurang berpengalaman di playoff

Atlanta Hawks didominasi pemain muda. Mereka boleh saja bermain baik pada musim reguler, tetapi kurang berpengalaman di playoff. Mentalitas para pemain muda Hawks belum terbentuk untuk menghadapi tekanan berbeda pada babak selanjutnya. Tidak heran mereka bisa kalah 51 poin pada pertandingan keenam, bahkan sempat tertinggal 47 poin pada paruh pertama.

Ini terjadi–salah satunya–karena start yang buruk. Hawks hanya mencetak 15 poin pada kuarter pembuka pertandingan keenam. Mereka juga tidak bisa mencetak lebih dari 28 poin pada kuarter-kuarter berikutnya. Sementara itu, New York Knicks tampil bersama para senior. Sebagian besar tim diisi mereka yang berpengalaman di playoff dan siap untuk menandingi semangat muda Hakws.

3. Dominasi para bintang New York Knicks di dua sisi lapangan

New York Knicks memiliki sejumlah superstar. Misalnya, Karl-Anthony Towns dan Jalen Brunson. Keduanya berkaliber All-Star. Ini belum ditambah Mikal Bridges, OG Anunoby, dan Josh Hart. Masing-masing punya peran untuk melengkapi kekuatan Knicks musim ini.

Secara tim, Knicks unggul di dua sisi lapangan. Mereka tajam dalam menyerang dan kokoh dalam bertahan. Brunson, Anunoby, dan Towns menjadi tiga mesin poin dengan 18–26 poin per pertandingan di playoff. Pemain lainnya juga tidak jarang menyumbang poin berdigit ganda.

Anunoby menjadi faktor utama pertahanan Knicks. Dia bisa menjaga beragam posisi, yang menunjukkan fleksibilitasnya dalam memimpin tim agar tidak mudah kebobolan. Ini dibantu Bridges yang juga pandai menjaga perimeter, sehingga Knicks bisa meredam perolehan poin Atlanta Hawks hingga di bawah 100 dalam 3 pertandingan terakhir, termasuk saat defisit 51 poin (140-89) di pertandingan keenam.

4. Discipline issue dari pemain muda yang berapi-api

Disiplin menjadi highlight lain. Gelora muda Atlanta Hawks tidak diarahkan dengan baik. Misalnya, saat Dyson Daniels terpaksa diusir dari pertandingan keenam setelah berkelahi dengan Mitchell Robinson. Dia terpancing emosi sehingga masuk ke ruang ganti lebih cepat daripada yang lain.

Ketidakhadiran Daniels meninggalkan lubang pada sistem pertahanan Hawks yang sudah rapuh dari sananya. Mereka tidak bisa menahan serangan New York Knicks yang makin membabi buta pada pertandingan penentuan. Ini diperparah dengan sejumlah eror dari pemain-pemain yang berada di lapangan. Operan-operan yang mudah dibaca, pertahanan yang lunak, kontrol bola yang tanpa kehati-hatian, plus perolehan bola pantul yang buruk membuat Hawks jauh dari kata layak menang.

Dalam enam pertandingan, Hawks kalah segala-galanya. Mereka tidak menguasai 1 pun dari 4 faktor penentu kemenangan. Hawks kalah dari segi effective field goal percentage (eFG%), turnover percentage (TOV%), offensive rebound percentage (ORB%), dan free throw rate (FT/FGA). Persentase mereka nol besar meski sempat merebut dua kemenangan.

5. Kekalahan pada putaran pertama playoff bukan akhir dari segalanya

Keok dari New York Knicks, terutama kekalahan telak di pertandingan keenam, mungkin meninggalkan luka. Namun, jika melihat gambaran besarnya, musim ini sejatinya bukan kegagalan bagi Atlanta Hawks. Trade besar yang mengirim Trae Young ke Washington telah mengubah identitas mereka secara drastis. Hasilnya langsung terlihat lewat finis 20–6 pada akhir musim reguler.

Tantangan sesungguhnya akan dimulai saat jeda musim panas 2026. Keputusan untuk mempertahankan CJ McCollum bisa jadi langkah logis, apalagi mengingat perannya sebagai veteran leader yang menyeimbangkan permainan. Di sisi lain, masa depan pemain muda seperti Jonathan Kuminga dan Dyson Daniels akan turut menentukan arah perkembangan mereka.

Menariknya, Hawks juga punya senjata yang jarang dimiliki tim playoff, yaitu aset draf yang kuat pada masa mendatang. Kombinasi potensi lottery pick dan pilihan tambahan tentu memberi fleksibilitas besar. Mereka bisa membangun tim lewat pemain muda maupun menjadikan para pemain itu alat tukar untuk mendatangkan bintang baru.

Perjalanan Atlanta Hawks dihentikan New York Knicks dengan cara yang menyakitkan. Namun, cerita mereka belum selesai. Ini justru bab awal dari era baru di Atlanta. Seandainya mereka jeli dalam memainkan kartu yang mereka punya pada jeda musim, kekalahan hari ini bisa jadi titik balik menuju sesuatu yang lebih besar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Related Articles

See More