3 Pembalap MotoGP Memimpin Lap Beruntun Terlama, Bezzecchi Cetak Rekor

- Marco Bezzecchi mencetak rekor baru dengan memimpin 121 lap beruntun di lima seri MotoGP, melampaui catatan Jorge Lorenzo yang bertahan lebih dari satu dekade.
- Jorge Lorenzo sebelumnya memegang rekor 103 lap beruntun pada musim 2015 bersama Yamaha, hasil dari empat kemenangan beruntun yang menunjukkan dominasinya di lintasan.
- Casey Stoner menjadi pemegang rekor ketiga dengan 88 lap beruntun pada musim 2007, membawa Ducati meraih gelar juara dunia pertamanya lewat performa konsisten sepanjang musim.
Rekor-rekor unik banyak tercipta di MotoGP. Rekor teranyar yaitu tentang jumlah lap beruntun yang mampu dikuasai oleh seorang pembalap. Angka putaran terlamanya mencapai lebih dari 120 lap.
Pada era modern MotoGP, hanya ada beberapa nama saja yang bisa menorehkan rekor tersebut. Ada 3 pembalap yang angkanya fantastis, termasuk 2 pembalap yang rekor putaran beruntunnya mencapai lebih dari seratus. Siapa saja pencetak rekor unik tersebut? Berikut ini ulasannya!
1. Marco Bezzecchi menggenggam rekor dengan raihan 121 lap beruntun
Marco Bezzecchi menguasai 2 seri pamungkas musim 2025 dan 3 seri pembuka musim 2026. Dalam lima seri tersebut, rider tim Aprilia Racing itu mencetak rekor pembalap yang paling banyak memimpin putaran secara beruntun di era modern MotoGP. Total putaran yang ia kuasai mencapai 121 lap.
Jika dirinci, Bezzecchi memimpin 25 putaran seri Portugal dan 27 putaran seri Valencia. Pembalap asal Italia ini lalu memimpin 26 lap seri Thailand, 23 lap seri Brasil, dan 20 lap seri Amerika Serikat. Saat melibas empat lap awal di Circuit of the Americas (COTA), Bezzecchi sudah mengemas 104 lap beruntun dan melampaui rekor sebelumnya milik Jorge Lorenzo.
2. Sedekade sebelumnya, Jorge Lorenzo mencetak rekor 103 lap beruntun
Sebelum Bezzecchi, pencetak rekor terlama putaran beruntun adalah Jorge Lorenzo. Pada musim 2015, pembalap yang menggeber Yamaha itu memang tampil prima. Lorenzo adalah juara dunia yang merebut 7 kemenangan dari 18 seri balap yang dilombakan, termasuk 4 kemenangan beruntun ketika ia menguasai semua putarannya.
Rider berjuluk X-Fuera itu tampil dominan dengan menguasai 27 lap seri Spanyol, 28 lap seri Prancis, dan 23 lap seri Italia. Ia juga mendominasi 25 lap seri Catalunya sehingga rekor lap beruntunnya mencapai 103 putaran. Perlu waktu lebih dari 1 dekade untuk memecahkan rekor ini.
3. Pada 2007, Casey Stoner memimpin 88 putaran beruntun
Casey Stoner membawa Ducati ke puncak kejayaan pada musim 2007. Stoner mempersembahkan titel juara dunia pertama untuk pabrikan Borgo Panigale. Dari 18 seri Grand Prix yang ada di kalender balap, pembalap asal Australia yang memacu Desmosedici itu menguasai 14 podium, termasuk 10 kemenangan.
Stoner memimpin puluhan putaran beruntun kala menguasai empat seri Grand Prix musim itu. Rider bernomor 27 ini mendominasi 32 lap di seri Amerika Serikat, 22 lap di seri Ceko, 28 lap di seri San Marino, dan 6 lap awal di seri Portugal. Secara keseluruhan, Stoner memimpin 88 putaran secara berturut-turut.
4. Pembalap lain yang memimpin banyak putaran beruntun
Selain Marco Bezzecchi, Jorge Lorenzo, dan Casey Stoner, beberapa pembalap juga bisa memimpin puluhan putaran secara beruntun. Namun, angkanya berada pada kisaran 50-an lap. Francesco Bagnaia, misalnya, memimpin 55 putaran dari akumulasi 6 lap terakhir seri Catalunya, 23 lap seri Italia, hingga 26 lap seri Belanda musim 2024. Fabio Quartararo juga memimpin total 54 putaran beruntun pada 24 lap seri Catalunya dan 30 lap seri Jerman musim 2022.
Marc Marquez juga pernah memimpin 52 putaran beruntun. Rider Ducati itu memimpin 22 lap di seri Belanda dan 30 lap di seri Jerman musim 2025. Lebih dari 2 dekade sebelumnya, Dani Pedrosa memimpin 50 putaran. Rider Honda itu memimpin 22 lap seri Indianapolis dan 28 lap seri San Marino musim 2010.
Jumlah putaran beruntun yang dikuasai seorang pembalap bukan hanya sekadar statistik. Angka itu menandai tingkat komitmen yang tinggi dari peraihnya. Fisik yang prima, mental yang kuat, konsentrasi yang maksimal, pengaturan motor yang sempurna, serta momentum yang tepat perlu dimiliki agar bisa selalu menguasai jalannya balapan.















