Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Profil Igor Tudor, Pelatih Anyar Tottenham yang Janjikan Konsistensi

ilustrasi Tottenham Hotspur (unsplash.com/Winston Tjia)
ilustrasi Tottenham Hotspur (unsplash.com/Winston Tjia)
Intinya sih...
  • Igor Tudor ditunjuk sebagai pelatih kepala Tottenham Hotspur.
  • Tudor dikenal sebagai pemain berpengalaman dan sukses sebagai pelatih di klub-klub Eropa.
  • Tudor bertekad membawa konsistensi dan hasil yang lebih baik bagi Tottenham di Premier League.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Tottenham Hotspur resmi menunjuk Igor Tudor sebagai pelatih kepala pada Sabtu (14/2/2026). Ia masuk menggantikan Thomas Frank dengan misi mendongkrak posisi Tottenham di Premier League.

Dilansir dari laman resmi Tottenham, Igor Tudor bakal menangani skuad The Lilywhite hingga akhir musim.

Jadi suksesor Frank, Tudor bakal fokus memperbaiki konsistensi dan mendongkrak posisi Tottenham di klasemen Premier League.

Penunjukan ini bukan sekadar pergantian pelatih. Manajemen Tottenham membutuhkan figur berpengalaman yang mampu memberi dampak cepat di tengah tekanan kompetisi domestik dan Liga Champions.

Sebelum jadi pelatih, Tudor dikenal sebagai pemain berposisi bek serbabisa dengan karakter keras dan disiplin tinggi. Ia mencapai puncak karier bersama Juventus pada akhir 1990-an hingga pertengahan 2000-an.

Bersama Juventus, Tudor meraih dua gelar Serie A (2001/02, 2002/03) dan satu Piala Intertoto UEFA. Ia juga tampil di final Liga Champions 2002/03, mempertegas statusnya sebagai bagian dari generasi terbaik Bianconeri.

Di level internasional, Tudor mencatat lebih dari 50 penampilan bersama tim nasional Kroasia. Ia tampil di Piala Dunia 1998 dan Euro 2004, menjadi bagian dari era penting kejayaan sepak bola Kroasia.

1. Igor Tudor membangun reputasi pelatih dari nol

Selepas gantung sepatu, Tudor membangun reputasi sebagai pelatih. Ia memulai dari klub-klub Eropa seperti Hajduk Split dan Udinese sebelum menangani Galatasaray hingga Hellas Verona.

Igor dikenal memiliki karakter melatih yang berani dan taktis. Alhasil, kedisiplinannya di lapangan banyak membuat beberapa tim merasakan dampak instan.

Namanya melejit saat membawa Olympique de Marseille finis ketiga di Ligue 1 2022/23. Ia mengantar klub Prancis itu lolos ke Liga Champions dengan permainan agresif dan disiplin taktis.

Pada Maret 2024, Tudor dipercaya menukangi Lazio. Ia menutup musim dengan tren positif dan mengamankan tiket kompetisi Eropa.

Setahun kemudian, ia kembali ke Juventus dalam situasi sulit. Datang di tengah musim, Tudor sukses mengantar Si Nyonya Tua finis di zona Liga Champions. Pola yang sama kembali terlihat: masuk saat krisis, keluar dengan hasil.

2. Alasan Tottenham tunjuk eks pelatih Juventus

Tottenham menunjuk Tudor dengan pertimbangan rekam jejak tersebut. Direktur Olahraga Johan Lange menilai klub membutuhkan stabilitas, struktur permainan yang jelas, dan kepemimpinan tegas.

Dalam pernyataan resminya, Tudor menyadari besarnya tanggung jawab itu.

“Merupakan sebuah kehormatan untuk bergabung dengan klub ini pada momen yang penting,” ujarnya.

“Saya memahami tanggung jawab yang diberikan kepada saya dan fokus saya jelas: menghadirkan konsistensi yang lebih baik dalam performa dan bersaing dengan keyakinan di setiap pertandingan,” lanjut dia.

Ia juga menegaskan kualitas skuad Tottenham cukup untuk bersaing.

“Ada kualitas kuat dalam skuad ini. Tugas saya adalah mengorganisasi, memberi energi, dan segera meningkatkan hasil.”

3. Premier League panggung pembuktian Tudor

Premier League tak memberi waktu panjang untuk Igor Tudor adaptasi. Setiap pekan adalah pertaruhan poin dan reputasi.

Bagi Tudor, Tottenham merupakan panggung baru membuktikan dirinya bukan sekadar spesialis situasi darurat. Jika sukses, ia bisa menjadi fondasi era baru di London Utara. Jika gagal, tekanan akan datang tanpa kompromi.

Kini, semua mata tertuju pada bagaimana tangan dingin Igor Tudor membentuk ulang Tottenham. Rekam jejaknya menjanjikan. Namun di Premier League, janji hanya berarti jika dibayar dengan hasil.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Latest in Sport

See More

Profil Igor Tudor, Pelatih Anyar Tottenham yang Janjikan Konsistensi

14 Feb 2026, 23:17 WIBSport