Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pulang Usai Diusir dari AS, Wasit Somalia Disambut Bak Pahlawan
Ilustrasi kartu merah. (IDN Times/Aditya Pratama).
  • Omar Abdulkadir Artan, wasit asal Somalia, ditolak masuk Amerika Serikat meski memiliki visa sah dan akhirnya gagal memimpin pertandingan di Piala Dunia 2026.
  • Setelah dipulangkan, Artan disambut meriah bak pahlawan di Mogadishu oleh Federasi Sepak Bola Somalia, pejabat pemerintah, dan ratusan warga yang menunjukkan dukungan besar.
  • Sebelum deportasi, Artan diinterogasi selama 11 jam dan dicurigai terafiliasi dengan jaringan teroris Somalia, sementara FIFA belum memberi pernyataan resmi terkait nasibnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Mimpi wasit asal Somalia, Omar Abdulkadir Artan, memimpin pertandingan di Piala Dunia 2026 pupus. Yang menyakitkan, mimpi Artan buyar akibat ditolak masuk Amerika Serikat pada akhir pekan lalu.

Wasit pria terbaik Afrika 2025 itu mendarat di Bandara Internasional Miami pada pekan lalu, membawa visa yang sah. Nahas, ia ditolak masuk otoritas AS setelah menjalani pemeriksaan tambahan di bandara.

1. Artan disambut bak pahlawan ketika pulang ke Somalia

Nasib pahit yang dialami Artan menumbuhkan simpati luar biasa. Setelah ditolak masuk AS, dia dipulangkan ke Turki, lalu melanjutkan perjalanan ke Somalia, dan mendarat di Bandara Internasional Aden Adde, Mogadishu, Rabu (10/6/2026) waktu setempat.

Siapa sangka, Artan disambut bak pahlawan ketika menginjakkan kaki di tanah kelahirannya. Perwakilan Federasi Sepak Bola Somalia (SFF), pejabat pemerinta, serta ratusan warga menyambut meriah kepulangan sang wasit kebanggaan. Videonya viral di media sosial.

"Saya ingin berterima kasih kepada FIFA yang telah mendukung saya sepanjang proses ini, dan juga kepada rakyat Somalia. Saya sangat berterima kasih kepada FIFA dan juga CAF. Hanya itu yang ingin saya sampaikan," kata Artan kepada Al Jazeera.

2. Presiden SFF kecewa berat

Presiden SFF, Ali Abdi Mohamed, prihatin atas nasib pahit yang dialami Artan. Dia dinilai amat pantas untuk memimpin Piala Dunia 2026, memiliki visa yang sah, tetapi mimpinya buyar karena kebijakan tuan rumah.

"Penolakan ini telah berdampak pada Omar Artan, seorang wasit yang telah mendapatkan hak untuk memimpin pertandingan di level tertinggi sepak bola dunia dan sangat layak memperoleh kesempatan tersebut," kata Abdi Mohamed dikutip dari ESPN.

3. Diinterogasi 11 jam, dicap terafiliasi dengan teroris

Sebelum diusir dari AS, Artan menjalani interogasi selama kurang lebih 11 jam. Hasil pemeriksaan, Artan diduga terafiliasi dalam jaringan teroris Somalia.

Di sisi lain, Somalia memang masuk dalam daftar hitam imigrasi AS. ESPN melaporkan, FIFA masih bungkam soal kans Artan memimpin pertandingan di Piala Dunia 2026.

Editorial Team

Related Article