AS Tuding Wasit Piala Dunia Asal Somalia Terkoneksi Teroris

- Otoritas AS menolak masuknya wasit Piala Dunia asal Somalia, Omar Artan, karena diduga terhubung dengan jaringan teroris dan berasal dari negara yang masuk daftar hitam imigrasi.
- Pemerintah Somalia sempat melakukan negosiasi diplomatik agar Artan diizinkan masuk ke AS, namun upaya tersebut gagal meski ia memiliki pencapaian internasional yang membanggakan.
- Artan ditahan selama 11 jam untuk pemeriksaan sebelum akhirnya dipulangkan ke Somalia melalui Turki, dan ia mengaku kecewa karena tidak dapat menjalankan tugasnya di Piala Dunia.
Jakarta, IDN Times - Otoritas Perbatasan dan Bea Cukai Amerika Serikat (CBP) akhirnya buka suara soal keputusan untuk menolak wasit Piala Dunia 2026 asal Somalia, Omar Artan, masuk ke wilayahnya. Menurut CBP, Artan diduga terhubung dalam jaringan teroris Somalia.
Selain karena Somalia masuk ke dalam daftar hitam imigrasi AS, Artan dianggap memiliki hubungan dengan salah satu organisasi teror. ICE dan Homeland Security mendeteksi Artan merupakan "terduga anggota" dari jaringan teror.
"Setelah inspeksi lewat CBP, informasi negatif didapat, termasuk adanya kaitan dengan anggota terduga teroris, dan itu ditemukan. Pemerintahan Trump tak akan mengizinkan adanya risiko keamanan yang masuk," begitu pernyataan CBP, dilansir The Standard.
1. Pemerintah Somalia sempat negosiasi ke AS
Sebenarnya, sudah ada upaya dari pemerintah Somalia demi membantu Artan masuk. Namun, negosiasi lewat jalur diplomasi tak membuahkan hasil.
"Padahal, pencapaiannya di level internasional merupakan kebanggaan dan sebuah kehormatan buat publik Somalia.
2. Artan tertahan selama 11 jam
Sebelum ditolak masuk, Artan bahkan sempat ditahan oleh petugas imigrasi AS. Dia harus dibawa ke ruang khusus untuk diwawancarai selama 11 jam.
Meski sudah dimintai keterangan dan memegang dokumen yang sah, Artan tetap tak bisa masuk hingga akhirnya harus kembali ke Somalia lewat Turki.
3. Artan bingung gak boleh masuk wilayah AS
Kejadian itu membuat Artan kecewa. Dia merasa bingung mengapa tak boleh masuk ke wilayah AS padahal sudah memegang dokumen sah dan punya tugas untuk memimpin laga di Piala Dunia.
"Saya sangat, sangat kecewa. Saya cuma mau memimpin, wasit yang hidup dalam mimpinya. Ini mimpi terbesar dalam hidup saya, bisa tampil di Piala Dunia," ujar Artan, dilansir New York Times.


















