Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Rebut Puncak Klasemen, Pep Pastikan ManCity Bisa Atasi Tekanan

Rebut Puncak Klasemen, Pep Pastikan ManCity Bisa Atasi Tekanan
Manajer Manchester City, Pep Guardiola (AFP / Darren Staples)
Intinya Sih
  • Manchester City kembali ke puncak klasemen usai menang 1-0 atas Burnley lewat gol cepat Erling Haaland, sekaligus memastikan Burnley terdegradasi dari Premier League.
  • Pep Guardiola menilai pengalaman timnya menghadapi tekanan menjadi faktor penting yang membedakan City dari Arsenal dalam persaingan menuju gelar juara musim ini.
  • Guardiola menegaskan perebutan gelar masih panjang dengan lima laga tersisa, dan setiap pertandingan menjadi ujian mental bagi City di tengah persaingan ketat dengan Arsenal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Pep Guardiola menegaskan, Manchester City siap menghadapi tekanan dalam perebutan gelar Premier League 2025/26. Kemenangan tipis 1-0 atas Burnley di Turf Moor, Rabu (23/4/2026) dini hari WIB, mengantar ManCity kembali ke puncak klasemen, menggeser Arsenal.

ManCity kini mengoleksi poin yang identik dengan Arsenal. Namun, keunggulan produktivitas gol membuat tim asuhan Guardiola berhak atas posisi teratas. Hasil ini sekaligus memastikan Burnley terdegradasi pada akhir musim.

Di tengah persaingan yang kian ketat, Guardiola menilai pengalaman timnya menjadi faktor krusial dalam menentukan arah perburuan gelar.

1. Menang dengan susah payah, tapi krusial

ManCity harus bekerja keras untuk mengamankan tiga poin di kandang Burnley. Gol cepat Erling Haaland pada awal laga menjadi satu-satunya pembeda hingga peluit akhir.

Guardiola mengakui laga tersebut berlangsung dalam tekanan tinggi dan tidak mudah bagi timnya menjaga konsistensi permainan.

“Secara keseluruhan, kami bermain dengan sangat baik. Hanya saja ada beberapa momen kami tidak bisa lakukan dengan sempurna,” ujar Guardiola, dikutip ESPN.

Kemenangan ini menjaga peluang City tetap terbuka lebar dalam perebutan gelar yang diprediksi berlangsung hingga pekan terakhir.

2. Pengalaman jadi senjata utama

Guardiola menegaskan, pengalaman menghadapi situasi krusial menjadi keunggulan ManCity dibandingkan Arsenal. Menurutnya, tim yang terbiasa berada dalam tekanan akan lebih siap secara mental.

“Semakin banyak pengalaman yang kami dapatkan, semakin sering kamu menghadapinya, semakin baik pula kamu mengatasinya,” kata Guardiola.

Selama beberapa musim terakhir, ManCity kerap berada dalam posisi menentukan di fase akhir kompetisi. Pengalaman itulah yang diyakini Guardiola akan membantu timnya tetap stabil di tengah tekanan.

3. Persaingan panas hingga garis akhir

Kemenangan atas Burnley menjadi bukti bahwa City harus berjuang hingga detik terakhir di setiap pertandingan. Guardiola menyebut laga-laga seperti ini sebagai ujian mental yang penting dalam perjalanan menuju gelar juara.

Meski kini berada di puncak klasemen, jarak dengan Arsenal sangat tipis. City masih harus menghadapi lima laga tersisa melawan Everton, Brentford, Bournemouth, Crystal Palace, dan Aston Villa.

Guardiola menegaskan, perebutan gelar belum akan selesai dalam waktu dekat.

Dengan tensi yang terus meningkat, duel Manchester City dan Arsenal dipastikan menjadi salah satu perburuan gelar paling ketat dalam beberapa musim terakhir di Premier League.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Related Articles

See More