Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Rekam Jejak Jorge Jesus, Pelatih Baru Portugal yang Bergelimang Trofi
ilustrasi suporter Timnas Portugal di Piala Dunia 2026 (unsplash.com/Omar Ramadan)
  • Portugal menunjuk Jorge Jesus sebagai pelatih baru pada 10 Juli 2026 dengan kontrak empat tahun, setelah Roberto Martinez mundur usai kekalahan 0-1 dari Spanyol di Piala Dunia 2026.
  • Jesus, mantan gelandang yang bermain di berbagai klub Portugal pada 1973–1990, membangun reputasi pelatih lewat banyak gelar bersama Benfica dan Sporting Lisbon.
  • Di Flamengo, Al-Hilal, dan Al-Nassr, Jesus meraih berbagai trofi, termasuk Copa Libertadores, Serie A Brasil, Saudi Pro League, serta membawa Al-Nassr juara liga 2025/2026 bersama Cristiano Ronaldo.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kegagalan Portugal di Piala Dunia 2026 memicu perombakan besar di kursi kepelatihan. Usai menelan kekalahan tipis 0-1 dari Spanyol pada babak 16 besar, Roberto Martinez memutuskan mundur sebagai pelatih pada 6 Juli 2026. Tak butuh waktu lama, Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) menunjuk pelatih veteran sarat pengalaman, Jorge Jesus, sebagai juru taktik baru Selecao das Quinas pada 10 Juli 2026. Dilansir situs resmi FPF, Jesus dikontrak melatih Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan selama empat tahun.

Kedatangan pelatih berusia 72 tahun tersebut menyuntikkan optimisme baru bagi publik sepak bola Portugal. Terlebih Jesus dikenal sebagai pelatih asli Portugal sarat pengalaman. Penasaran dengan rekam jejak panjang serta deretan prestasi fantastis Jorge Jesus? Yuk, simak ulasan profil lengkapnya berikut!

1. Banyak melanglang buana di klub-klub Primeira Liga saat berkarier sebagai pemain

Pemilik nama lengkap Jorge Fernando Pinheiro de Jesus ini lahir di Amadora pada 24 Juli 1954. Sebelum dikenal sebagai juru taktik kawakan, Jesus mengawali kariernya di dunia sepak bola sebagai pemain berposisi gelandang bertahan. Ia menimba ilmu di akademi muda Sporting Lisbon pada awal 1970-an sebelum akhirnya menembus skuad utama Leoes pada musim 1975/1976.

Gaya bermainnya yang lugas membuat Jesus banyak melanglang buana di kasta teratas sepak bola Portugal (Primeira Liga). Sepanjang karier profesionalnya sebagai pemain (1973–1990), ia mencatatkan lebih dari 160 penampilan di Primeira Liga dengan membela sederet klub lokal, mulai dari Belenenses, Rio Ave, Juventude Evora, Uniao de Leiria, Vitoria Setubal, hingga Farense. Ia akhirnya pensiun di Almancilense pada 1990.

2. Kariernya sebagai pelatih akhirnya mencuat ketika menangani Benfica pada 2015-2018

Dilansir Transfermarkt, Jesus langsung banting setir menekuni dunia kepelatihan tak lama setelah gantung sepatu dengan menukangi tim-tim kasta bawah. Namanya baru mencuat ketika mengarsiteki tim papan atas Portugal, Benfica, pada periode 2009-2015. Ia mempersembahkan tiga gelar Primeira Liga, sekali Piala Portugal, lima kali Piala Liga Portugal, serta dua kali runner-up UEFA Europa League secara beruntun (2012/2013 dan 2013/2014).

Kehebatannya tak berhenti di situ. Saat menukangi rival sekota Benfica, Sporting Lisbon (2015-2018), Jesus turut menyumbang trofi Piala Liga Portugal 2017/2018 dan Piala Super Portugal 2015. Ini jadi penegasan statusnya sebagai salah satu pelatih paling sukses sepanjang sejarah sepak bola Portugal.

3. Hanya menukangi Flamengo selama satu tahun, Jesus bisa datangkan lima trofi sekaligus

Karier kepelatihan Jesus semakin meroket saat menjajal tantangan baru di Amerika Selatan. Ia digaet sebagai pelatih klub raksasa Brasil, Flamengo, selama satu tahun dan masuk di pertengahan musim 2019. Meski sempat diragukan karena dianggap tidak cocok dengan filosofi, Jesus menjelma menjadi idola suporter berkat strategi menyerang yang sangat atraktif.

Puncak prestasinya terjadi pada akhir musim 2019 ketika ia sukses mengawinkan gelar juara piala bergengsi Copa Libertadores dan Serie A Brasil. Capaian tersebut disempurnakan dengan tambahan trofi Supercopa do Brasil 2020, Recopa Sudamericana 2020, serta Campeonato Carioca 2020. Jesus hengkang dari Flamengo pada Juli 2020 dengan catatan memenangi 43 dari 57 pertandingan, dan meraih lima trofi sekaligus.

4. Turut membawa Al-Hilal dan Al-Nassr mendominasi kompetisi domestik Arab Saudi

Kiprah Jesus di Timur Tengah juga tak kalah mengagumkan. Saat menukangi Al-Hilal (2018-2019 dan 2023-2025), Jesus membawa klub tersebut mendominasi kompetisi domestik dengan merengkuh gelar Saudi Pro League 2023/2024, King's Cup (2023/2024), dan tiga Saudi Super Cup. Bahkan, di bawah arahannya, Al-Hilal catatkan Guinness World Record untuk rekor kemenangan beruntun terbanyak dalam sejarah sepak bola profesional, yakni sebanyak 34 kali.

Pada Juli 2025, Jesus digaet Al-Nassr sebagai pelatih dengan durasi kontrak satu tahun. Dilansir ESPN, alasannya menerima tawaran tersebut adalah demi membantu Cristiano Ronaldo memenangi gelar Saudi Pro League pertama dalam kariernya. Benar saja, misi tersebut tercapai. Jesus, Ronaldo dan Al-Nassr menjadi kampiun Saudi Pro League 2025/2026.

Usianya memang sudah menginjak 72 tahun, tetapi Jorge Jesus datang dengan modal rekam jejak trofi yang begitu panjang di berbagai belahan dunia. Kini, mampukah ia membawa Timnas Portugal kembali berkibar panggung sepak bola Eropa? Suporter kini menanti hasil kerja kerasnya di UEFA Nation League 2026/2027 dan Piala Eropa 2028.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article