Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Profil Santi Denia, Nahkoda Baru Timnas Republik Ceko asal Spanyol

Profil Santi Denia, Nahkoda Baru Timnas Republik Ceko asal Spanyol
ilustrasi pertandingan sepak bola (pexels.com/Chris L)
  • FACR menunjuk Santi Denia sebagai pelatih Republik Ceko pada 31 Juli 2026 dengan kontrak dua tahun, menggantikan Miroslav Koubek setelah kegagalan di Piala Dunia 2026.
  • Mantan bek Atletico Madrid ini menjadi pelatih non-lokal pertama Republik Ceko sejak 1994, berbekal rekam jejak melatih kelompok usia Spanyol dan meraih sejumlah gelar.
  • Setelah masa singkat di Al-Shahania, Denia ditugaskan membangun skuad Ceko yang lebih kompetitif untuk UEFA Nations League 2026/2027 dan perebutan tiket Piala Eropa 2028.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kegagalan Republik Ceko menembus babak gugur Piala Dunia 2026 berujung pada mundurnya Miroslav Koubek sebagai pelatih. Dilansir RFI, Asosiasi Sepak Bola Republik Ceko (FACR) kemudian mengumumkan Santi Denia sebagai juru taktik baru pada 31 Juli 2026 lalu dengan kontrak dua tahun. Santi menjadi pelatih non-lokal pertama dalam sejarah Timnas Republik Ceko sejak 1994.

Kedatangan juru taktik asal Spanyol tersebut membawa angin segar sekaligus babak baru untuk Ladislav Krejci dan kawan-kawan. Seperti apa perjalanan karier dan rekam jejak Santi Denia hingga dipercaya mengarsiteki Timnas Republik Ceko? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

  1. 1. Dikenal sebagai bek tangguh milik Atletico Madrid selama hampir satu dekade

    Sebelum menjadi pelatih, Santi Denia adalah pemain yang berposisi sebagai bek tengah. Kariernya di lapangan hijau membentang dari 1992 hingga 2007, tetapi Santi dikenal ketika memperkuat Atletico Madrid (1995-2004). Catatkan 296 penampilan dan mencetak sembilan gol, ia turut andil dalam keberhasilan Atletico merengkuh gelar ganda domestik La Liga dan Copa del Rey 1995/1996.

    Di panggung internasional, Santi lebih banyak berkarier di tim nasional kelompok umur Spanyol. Mulai dari U-18 (1991), U-21 (1992-1996), U-23 (1996), dan level senior (1997-1998) di dua pertandingan. Prestasinya adalah turut andil membawa Spanyol U-21 menjadi runner-up Piala Eropa U-21 1996 bersama para pemain seperti Gaizka Mendieta, Javier de Pedro, Aitor Karanka, Fernando Morientes, serta Raul Gonzales.

  2. 2. Merintis karier kepelatihan sebagai juru taktik tim nasional kelompok umur Spanyol

    Perjalanan Santi menjadi pelatih dimulai pada 2009, dua tahun setelah gantung sepatu. Ia menjadi asisten pelatih Atletico Madrid saat itu, Abel Resino, dari Februari hingga Oktober 2009. Dirinya pun sempat menjadi pelatih interim Los Rojiblancos sebanyak satu pertandingan setelah Resino dipecat akibat rentetan hasil buruk.

    Reputasi Santi sebagai pelatih sekarang terbentuk berkat pengalamannya yang sangat panjang di struktur pembinaan usia muda Timnas Spanyol. Ia secara bertahap dipercaya menangani Spanyol U-17, U-19, hingga U-23. Di bawah asuhannya, tim-tim Spanyol kelompok umut kerap tampil dominan dan meraih sejumlah prestasi. Mulai dari juara Piala Eropa U-17 2017, runner-up Piala Dunia U-17 2017, juara Piala Eropa U-19 2019, serta medali emas cabang olahraga sepak bola pria Olimpiade 2024 Tokyo bersama Spanyol U-23.

  3. 3. Menjadi sinyal kuat Timnas Republik Ceko ingin melakukan peremajaan tim

    Klub terakhir yang dilatih Santi adalah Al-Shahania di Qatar. Sayangnya, masa baktinya hanya berlangsung setengah musim. Ia dipecat pada November 2025 lalu lantaran hanya mendapat tiga kemenangan dari 13 pertandingan, membuat Al-Shahania terdampar di papan bawah Qatar Super League 2025/2026.

    Penunjukan Santi menjadi sinyal kuat bahwa Republik Ceko ingin melakukan peremajaan skuad. Menyusul hasil mengecewakan di Piala Dunia 2026, ia dibebani tugas membangun tim yang lebih kompetitif. Kini, tantangan terdekatnya adalah UEFA Nations League 2026/2027 di mana Republik Ceko tergabung di Grup C bersama Spanyol, Kroasia, dan Inggris. Selain itu, Santi juga harus bersaing merebut satu tiket ke Piala Eropa 2028.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More