Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Rekor Mourinho di El Clasico, Cuma 5 Kali Menang Atas Barcelona
Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho (AFP / Oscar del Pozo)
  • Jose Mourinho menghadapi Barcelona 17 kali saat menangani Real Madrid, dengan lima kemenangan, enam hasil imbang, dan enam kekalahan.

  • Musim 2011/12 menjadi momen terbaik Mourinho karena membawa Madrid juara LaLiga dengan 100 poin.

  • Mourinho juga pernah mengalami kekalahan 0-5 dari Barcelona, tetapi mengaku tidak menyesali keputusannya menangani Madrid.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2010 hingga 2013

Mourinho menghadapi Barcelona 17 kali saat menangani Real Madrid di berbagai kompetisi. Rekornya adalah lima kemenangan, enam hasil imbang, dan enam kekalahan.

Musim 2010/11

Mourinho pernah dipermalukan Pep Guardiola di Camp Nou. Real Madrid kalah 0-5 dari Barcelona.

Musim 2011/12

Mourinho membawa Real Madrid menjadi juara dan meraih 100 poin di kompetisi.

Musim setelahnya

Barcelona menjadi juara dengan mencatatkan 100 poin.

Jelang duel dini hari nanti

Mourinho mengaku bahagia pernah menangani klub sebesar Madrid dan tidak menyesali pengalamannya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Jose Mourinho memiliki rekor lima kemenangan, enam hasil imbang, dan enam kekalahan dalam 17 pertemuan melawan Barcelona.
  • Who?
    Jose Mourinho, Real Madrid, Barcelona, Pep Guardiola, dan Tito Villanova.
  • Where?
    Pertemuan berlangsung di LaLiga, Copa del Rey, Piala Super Spanyol, dan Liga Champions, termasuk Camp Nou.
  • When?
    Sepanjang 2010 hingga 2013, termasuk musim 2010/11 dan musim 2011/12.
  • Why?
    Rekor tersebut tercatat karena hasil pertemuan Mourinho bersama Real Madrid melawan Barcelona dalam berbagai kompetisi.
  • How?
    Mourinho meraih lima kemenangan, enam hasil imbang, dan enam kekalahan dari 17 pertandingan melawan Barcelona.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jose Mourinho sering melawan Barcelona saat melatih Real Madrid. Ia menang lima kali, seri enam kali, dan kalah enam kali. Ia pernah membawa Madrid juara dengan 100 poin. Madrid juga pernah kalah 0-5. Mourinho bilang ia tidak menyesal pernah melatih klub besar seperti Madrid.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Di tengah rekor yang kurang baik, Mourinho tetap memiliki pencapaian penting bersama Real Madrid. Pada musim 2011/12, ia membawa Madrid menjadi juara dan meraih 100 poin, meski Barcelona memiliki Lionel Messi yang mencetak 50 gol di LaLiga. Mourinho juga menyatakan tidak menyesali pengalamannya menangani klub tersebut.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, memiliki rekor buruk saat jumpa dengan Barcelona dalam laga bertajuk El Clasico. Selama menangani Madrid, Mourinho benar-benar kesulitan untuk menaklukkan Barcelona versi Pep Guardiola serta Tito Villanova.

Total, Mourinho sudah menghadapi Barcelona 17 kali sepanjang 2010 hingga 2013 di LaLiga, Copa del Rey, Piala Super Spanyol, hingga Liga Champions. Dari seluruh pertemuan itu, rekor Mourinho di El Clasico cuma lima kali menang, imbang di enam kesempatan, dan menelan enam kekalahan.

1. Musim 2011/12 jadi momen terbaik Mourinho

Meski punya rekor yang buruk, Mourinho sebenarnya pernah membuat Barcelona gigit jari di musim 2011/12. Saat itu, ketika Lionel Messi berada dalam fase tersuburnya dengan mencetak 50 gol di LaLiga, Mourinho bisa membawa Madrid menjadi juara dan meraih 100 poin bersejarah dalam kompetisi.

Musim setelahnya, giliran Barcelona yang menjadi juara, dengan mencatatkan 100 poin.

2. Sebelumnya, pernah kalah 0-5

Namun, patut dicatat pula, Mourinho memiliki pengalaman yang tak enak di El Clasico. Pada musim 2010/11, dia pernah dipermalukan oleh Pep Guardiola di Camp Nou.

Setelah mencetak rekor 12 laga tanpa pernah kalah, Madrid malah dibantai 0-5 oleh Barcelona. Ini menjadi kekalahan terbesar Madrid di El Clasico dalam era modern sejak 1995.

3. Mourinho gak menyesal

Sederet rekor dan momen buruk itu, tak membuat Mourinho malu. Jelang duel dini hari nanti, Mourinho malah mengaku bahagia karena pernah menangani klub sebesar Madrid. Tak ada penyesalan sedikit pun di benaknya, ketika susah meraih hasil maksimal bersama Los Blancos.

"Tidak ada satu pun yang perlu saya sesali. Saya bukan orang yang menyesali satu keputusan buruk, kehilangan sesuatu. Saya di sini sekarang, hari ini, besok di sana. Saya tak memikirkan banyak hal yang sudah berlalu," ujar Mourinho, dilansir ESPN FC.

Curated For You

Editorial Team

Related Article