Pemecatan Carrick Tertahan oleh Bursa Saham New York

Michael Carrick terancam dipecat setelah Manchester United kalah 0-3 dari AFC Bournemouth di Old Trafford.
Pengumuman pemecatan tertunda karena saham Manchester United terdaftar di Bursa New York.
Eddie Howe muncul sebagai kandidat manajer baru, sementara Carrick mengaku memahami situasinya.
Jakarta, IDN Times - Nasib Michael Carrick di kursi manajer Manchester United semakin di ujung tanduk. Setelah kekalahan telak MU dari AFC Bournemouth, 0-3, di Old Trafford, Carrick berpotensi besar untuk dipecat.
Manajemen MU sudah menggelar rapat darurat demi menentukan nasib Carrick usai laga kontra Bournemouth. Saat ini, indikasinya mengarah pada pemecatan Carrick dan penunjukan Eddie Howe sebagai manajer baru.
Namun, pengumuman pemecatan Carrick tak bisa dilakukan dengan segera. Ada hal lain yang membuat kebijakan penting itu tak bisa dilakukan tepat setelah laga. Apa itu?
1. Paling cepat baru bisa diumumkan hari ini
Pembukaan saham New York menjadi penyebab mengapa informasi pemecatan Carrick harus ditunda. Karena MU sudah terdaftar sebagai salah satu emiten di Bursa New York, pergantian pelatih menjadi informasi material yang bisa memengaruhi harga saham.
Maka dari itu, dilansir The Guardian, pergantian pelatih yang termasuk ke dalam jajaran kepemimpinan tim, tak bisa dilakukan pada hari penutupan bursa karena bisa berdampak besar terhadap harga saham dan etika jual beli. Mengumumkan informasi sensitif di akhir pekan atau saat bursa tutup, sangat dilarang karena berpotensi ada manipulasi dalam transaksi.
Pemecatan Ruben Amorim pun dilakukan pada Senin, bukan Minggu. Itu dikarenakan manajemen MU ingin menjalani prosedur karena sahamnya sudah terdaftar di Bursa New York.
2. Carrick sadar dengan posisinya
Carrick sudah paham dengan situasinya di MU. Hasil buruk yang didulang MU dalam delapan laga terakhir, dengan tak pernah menang, membuatnya kini berada dalam ancaman pemecatan.
Tak ada perlawanan dari Carrick. Dia sudah menyiapkan diri akan kemungkinan terburuk yang muncul akibat hasil buruk yang didapat MU.
"Saya sepenuhnya mengerti situasinya. Saya tak berharap apa-apa saat ini. Jujur, jalani semuanya seperti biasa dan saya masih mencintai tempat ini," ujar Carrick, dilansir Daily Mirror.
3. Howe jadi kandidat terkuat?
Rumor yang berkembang, Howe bakal menangani MU. Munculnya Howe tak terlepas dari pengaruh Direktur Sepak bola MU, Jason Wilcox.
Howe dianggap Wilcox sebagai sosok yang tepat karena kaya pengalaman di Premier League dan telah bekerja dengan baik bersama Newcastle United.




















