Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Rekrutan Terakhir Lazio dari Inter Milan per 20 Agustus 2026
ilustrasi sepak bola (pixabay.com/planet_fox)
  • Lazio meminjam Davide Frattesi dari Inter Milan untuk musim 2026/2027 dengan biaya 5 juta euro, sebagai rekrutan kelima mereka dari klub tersebut.
  • Goran Pandev menjadi rekrutan paling produktif, mencetak 64 gol dan 25 assist dalam 191 laga serta membantu Lazio meraih Coppa Italia dan Supercoppa Italiana.
  • Sergio Conceicao dan Julio Cruz turut membawa Lazio menjuarai Coppa Italia, sementara Alberto Quadri gagal memenuhi ekspektasi dan Matias Vecino pergi setelah 128 pertandingan tanpa trofi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lazio meminjam Davide Frattesi dari Inter Milan untuk mengarungi musim 2026/2027. Tim ibu kota membayar biaya senilai 5 juta euro atau Rp102 miliar. Kehadirannya bertujuan menambah kekuatan di lini tengah. Lazio terbilang jarang merekrut pemain dari Inter Milan. Per 20 Agustus 2026 pukul 19:00 WIB, Lazio hanya mendatangkan lima pemain dari Inter Milan termasuk Davide Frattesi.

1. Sergio Conceicao bergabung kembali dengan Lazio setelah habis kontrak bersama Inter Milan

Sergio Conceicao bergabung dengan Lazio secara bebas transfer pada musim panas 2003. Ini merupakan periode keduanya membela tim ibu kota. Inter Milan melepasnya setelah 2 tahun mengabdi. Bersama Inter Milan, ia memainkan 65 laga dengan kontribusi 2 gol dan 10 assist. Tercatat, Conceicao hanya semusim membela kembali Lazio pada 2003/2004. 

Karier kedua Conceicao di Olimpico ini berbeda. Ia hanya mampu tampil 16 kali tanpa sekalipun membuat gol. Jika dibandingkan periode pertamanya pada 1998–2000, performanya cukup jomplang. Ia mengemas 11 gol dan 12 assist dari 85 penampilan. Ia membantu Lazio menjuarai Coppa Italia, UEFA Super Cup, dan UEFA Cup Winners’ Cup. Meski begitu, ia tetap mampu memberikan prestasi lagi berupa Coppa Italia pada periode keduanya tersebut. 

2. Goran Pandev mampu tampil produktif di lini serangan Lazio

Lazio merekrut Goran Pandev dari Inter Milan pada musim panas 2004. Tim ibu kota membelinya seharga 8 juta euro atau Rp164 miliar. Meski dibeli dari Inter Milan, Lazio sejatinya kepincut saat dipinjamkan kepada AC Ancona pada 2004/2005. Kendati hanya membuat 1 gol dan 1 assist dari 21 penampilan, Lazio melihat potensinya sebagai pemain muda kala itu.

Pandev menampilkan performa konsisten sehingga membuat kariernya bertahan selama 5,5 tahun di ibu kota. Konsistensi yang ditunjukkannya sebagai penyerang membuat kiprahnya produktif. Striker asal Makedonia Utara ini sukses mengemas 64 gol dan 25 assist dari 191 penampilan. Ia turut membantu Lazio menjuarai Coppa Italia dan Supercoppa Italiana.

3. Alberto Quadri tak mampu memenuhi ekspektasi hingga lebih sering dipinjamkan

Alberto Quadri mungkin nama asing yang tidak akrab di telinga pencinta sepak bola Italia awal 2000-an. Maklum saja, kariernya inkonsisten yang membuatnya tak banyak dikenal. Padahal, ia memulai kiprahnya bersama Inter Milan sebelum bergabung dengan Lazio pada 2006. 

Namun, kariernya di ibu kota juga tak lebih buruk. Ia hanya tampil sekali dan lebih sering dipinjamkan. Ia tercatat sebagai pemain Lazio pada 2006–2011. Meski begitu, ia benar-benar hanya berada di skuad pada paruh pertama 2006/2007. Sejak Januari 2007 hingga dilepas gratis pada Februari 2011, Lazio selalu meminjamkannya karena tidak sesuai harapan.

4. Julio Cruz hanya membela Lazio selama semusim pada pengujung kariernya

Julio Cruz pernah memperkuat Lazio pada akhir kariernya. Pada musim panas 2009, Lazio mendatangkannya secara bebas transfer setelah kontraknya habis bersama Inter Milan. Cruz bertahan semusim di ibu kota lalu memutuskan pensiun pada akhir musim 2009/2010. 

Kendati datang sebelum gantung sepatu, Cruz mampu memberikan kontribusi berkat pengalamannya. Statistiknya memang tak banyak dengan hanya membuat 4 gol dan 3 assist. Namun, ia menunjukkan daya juangnya hingga diandalkan dalam 30 laga. Ia juga berhasil membawa Lazio memenangi Coppa Italia sekaligus menjadi trofi terakhir dalam kariernya.

5. Matias Vecino menjadi jenderal lapangan tengah Lazio selama 4 musim

Matias Vecino baru saja meninggalkan Lazio pada musim panas 2026. Manajemen memutuskan tidak memperpanjang kontraknya yang habis. Bisa dibilang, ia merupakan salah satu rekrutan gratis tersukses yang dilakukan Lazio dalam sedekade terakhir.

Pada musim panas 2022, Vecino berlabuh setelah kontraknya berakhir di Inter Milan. Gelandang asal Uruguay ini datang dengan pengalaman matangnya. Ia dipercaya mengawal  lini tengah dalam 128 pertandingan. Dari jumlah penampilan tersebut, ia produktif melalui 13 gol dan 9 assist. Sayangnya, ia belum mampu menghadirkan trofi untuk publik ibu kota.

Tidak semua pemain yang direkrut dari Inter Milan berhasil. Namun, Lazio berharap besar terhadap Davide Frattesi berkat pengalamannya. Dalam 3 musim terakhir, ia memainkan 122 laga dengan catatan 15 gol dan 12 assist. Berbekal statistik ini, Lazio akan mengandalkan kepiawaiannya dalam mengatur ritme permainan dari lini tengah pada musim 2026/2027. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article