Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Rekrutan Terakhir Liverpool dari Ligue 1 per 2 Juli 2026
ilustrasi logo Liverpool (unsplash.com/alexdavidphotos)
  • Liverpool resmi merekrut bek muda Prancis Jeremy Jacquet dari Stade Rennais seharga 55 juta pound sterling dengan kontrak lima tahun hingga 2031.
  • Klub ini jarang mendatangkan pemain langsung dari Ligue 1, dengan rekrutan sebelumnya termasuk David N’Gog, Mamadou Sakho, Divock Origi, dan Fabinho.
  • Jacquet diproyeksikan menggantikan Ibrahima Konate di lini belakang dan diharapkan menjadi andalan baru berkat performa impresifnya bersama Stade Rennais musim lalu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Liverpool meresmikan Jeremy Jacquet sebagai rekrutan terbarunya pada musim panas 2026. Bek asal Prancis ini ditebus dari Stade Rennais dengan biaya 55 juta pound sterling (Rp1,31 triliun) dengan bonus 5 juta pound sterling (Rp119 miliar). Kontrak berdurasi 5 tahun bakal membuatnya bertahan di Anfield hingga musim panas 2031 mendatang. 

Liverpool terbilang jarang mendatangkan pemain dari klub Ligue 1 Prancis. Kendati sering diperkuat pemain Prancis, Liverpool lebih sering merekrutnya dari klub liga Eropa lain. Termasuk Jeremy Jacquet, berikut lima rekrutan terakhir Liverpool dari Ligue 1 per 2 Juli 2026. 

1. David N’Gog kurang produktif karena ketatnya persaingan lini serangan

David N’Gog berseragam Liverpool pada 2008–2011. Kala itu, Liverpool membelinya dari Paris Saint-Germain (PSG) senilai 1,5 juta pound sterling (Rp35,8 miliar). Selama 3 tahun di Anfield, performanya terbilang naik turun meski diandalkan di lini serangan. 

Maklum saja, musim debutnya pada 2008/2009 sudah harus bersaing dengan Fernando Torres. Ketika Torres pindah ke Chelsea pada Januari 2011, N’Gog masih menjadi andalan. Namun, ia tak mampu setajam Torres. Tercatat, ia memainkan 94 laga dengan 19 gol dan 6 assist. Striker asal Prancis ini kemudian dilepas Liverpool ke Bolton Wanderers pada musim panas 2011. 

2. Mamadou Sakho sempat menjadi bek andalan Liverpool meski tak lama

Pada musim panas 2013, Liverpool kembali membeli pemain dari PSG. Kali ini, Mamadou Sakho berlabuh ke Anfield untuk memperkuat barisan pertahanan agar kompetitif. Ia total dipercaya tampil sebanyak 80 pertandingan dengan kontribusi 3 gol. 

Sakho sejatinya diandalkan pada musim-musim awalnya. Meski Liverpool berganti pelatih dari Brendan Rodgers ke Juergen Klopp, ia tetap dimainkan. Namun, faktor indisipliner membuatnya terpinggirkan dari skuad. Pada 2016/2017, ia diturunkan ke tim akademi. Ia lalu dipinjamkan kepada Crystal Palace pada Januari 2017 dan dipermanenkan musim panas tahun yang sama.

3. Divock Origi merupakan sosok ikonis pada momen kebangkitan Liverpool

Divock Origi datang ke Anfield dengan status wonderkid dari Belgia pada musim panas 2014. Direkrut dari LOSC Lille, ia dipinjamkan lagi selama semusim dan baru bergabung dengan Liverpool pada 2015. Karier Origi terbilang naik turun bersama Liverpool. Ia sempat dipinjamkan kepada VfL Wolfsburg pada 2016/2017. Setelah kembali, ia memang tidak menjadi tumpuan utama. Namun, Origi justru hadir sebagai pembeda dan kerap menjadi supersub Liverpool. 

Salah satu momen ikonisnya adalah mencetak brace ketika Liverpool comeback atas Barcelona di semifinal Liga Champions Eropa 2018/2019. Di musim itu juga, Origi mencetak gol kemenangan di final atas Tottenham Hotspur untuk membawa Liverpool juara. Secara total, ia mengemas 41 gol dan 17 assist dari 174 laga. Selain trofi Si Kuping Besar, Origi juga membantu Liverpool meraih English Premier League, Piala FA, hingga Piala Dunia Antarklub.

4. Fabinho membawa Liverpool berjaya berkat konsistensinya di lapangan tengah

Fabinho merupakan sosok krusial kejayaan Liverpool bersama Juergen Klopp. Gelandang asal Brasil ini dibeli dari AS Monaco pada musim panas 2018. Namun, transfernya kala itu justru banyak yang meragukannya. Dalam 3 bulan pertamanya, ia belum mendapatkan kesempatan starter sehingga mulai muncul anggapan pembeliannya gagal. 

Namun, Fabinho secara perlahan membuktikan kualitasnya. Setelah beradaptasi dan menemukan kecocokan, ia langsung tak tergantikan. Perannya sebagai gelandang bertahan dijalani dengan spartan. Selama 5 tahun di Merseyside, ia memainkan 219 laga dengan 11 gol dan 11 assist. Ia total meraih 6 trofi, termasuk Liga Champions dan Premier League.

5. Jeremy Jacquet direkrut untuk memperkuat barisan pertahanan Liverpool

Jeremy Jacquet menjadi rekrutan teranyar Liverpool dari klub Ligue 1. Performanya bersama Stade Rennais pada 2025/2026 membuat Liverpool kepincut. Kehadirannya ini diproyeksikan sebagai suksesor Ibrahima Konate yang memutuskan tidak memperpanjang kontraknya. 

Bek berusia 20 tahun tersebut datang dengan potensinya. Sosoknya sebagai bek muda bertalenta dinilai bisa dimaksimalkan oleh Liverpool. Musim lalu, Jacquet diandalkan dalam 33 laga. Kendati baru semusim di tim utama Stade Rennais, Liverpool meyakini kualitasnya.

Jeremy Jacquet akan dipercaya mengisi barisan pertahanan Liverpool. Dengan usia yang masih muda, sosok asal Prancis ini berpeluang besar menjadi andalan dengan potensinya. Menarik ditunggu kiprahnya bersama Liverpool pada 2026/2027 mendatang. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article