Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Renovasi Lapangan SUGBK Rogoh Kocek Hingga Rp10 Miliar
FIFA ASEN Cup 2026 resmi dibuka, ditandai dengan sebuah seremoni di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jumat (25/9/2026) (IDN Times/Tino Satrio)
  • Penguatan struktur FOP SUGBK membutuhkan biaya sekitar Rp10 miliar dan dikerjakan bertahap mulai 30 Oktober 2026 hingga April 2027.

  • Pendanaan renovasi berasal dari PNBP yang dikelola PPKGBK, bukan APBN, karena GBK berstatus BLU.

  • PPKGBK memperkirakan biaya perbaikan dapat kembali melalui dua konser, sekaligus membuka peluang lebih banyak kegiatan olahraga dan hiburan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
30 Oktober 2026

Tahapan perbaikan FOP SUGBK mulai dilakukan. Mokhamad Rofik Anwar menyampaikan estimasi biaya renovasi sekitar Rp10 miliar.

April 2027

Perbaikan FOP SUGBK diagendakan selesai.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    PPKGBK melakukan penguatan struktur Lapangan Field of Play Stadion Utama Gelora Bung Karno dengan biaya sekitar Rp10 miliar.
  • Who?
    Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno, Mokhamad Rofik Anwar, dan Rakhmadi A. Kusumo.
  • Where?
    Lapangan Field of Play Stadion Utama Gelora Bung Karno di kawasan Senayan, Jakarta.
  • When?
    Tahapan perbaikan dimulai 30 Oktober 2026 dan diagendakan selesai pada April 2027.
  • Why?
    Untuk penguatan jangka panjang agar stadion menjadi fasilitas olahraga multifungsi dan dapat digunakan untuk lebih banyak kegiatan.
  • How?
    Perbaikan dilakukan dalam beberapa tahapan dan didanai sepenuhnya dari PNBP PPKGBK, bukan APBN.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

GBK sedang diperbaiki supaya lapangannya lebih kuat. Pekerjaannya mulai 30 Oktober 2026 dan direncanakan selesai April 2027. PPKGBK memakai uang dari pendapatan sewa GBK, bukan uang APBN. Perbaikan ini menghabiskan sekitar Rp10 miliar. Mereka berharap dua konser bisa mengembalikan uang itu dan GBK dipakai lebih banyak.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Penguatan struktur FOP SUGBK diarahkan untuk penggunaan jangka panjang, bukan hanya memenuhi kebutuhan saat ini. Pendanaan dari PNBP PPKGBK juga menunjukkan renovasi memanfaatkan pendapatan pengelolaan GBK. Dengan perbaikan tersebut, stadion diproyeksikan dapat menampung lebih banyak kegiatan olahraga dan hiburan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pihak Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK) secara blak-blakan mengaku tahapan konstruksi penguatan struktur Lapangan Field of Play (FOP) Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) membutuhkan biaya besar. Angkanya secara total mencapai Rp10 miliar.

Tahapan perbaikan dilakukan mulai sejak Jumat (30/10/2026). Berlangsung dalam beberapa tahapan, perbaikan FOP SUGBK diagendakan akan selesai dilakukan pada April 2027 mendatang.

1. Rogoh kocek hingga Rp10 M

Direktur Pembangunan dan Pengembangan Usaha PPKGBK, Mokhamad Rofik Anwar, dalam konferensi pers kegiatan pengembangan Field of Play (FOP) Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta (IDN Times/Margith Damanik)

Dana besar tersebut dikeluarkan demi memastikan stadion ikonik Indonesia ini bisa tetap menjadi fasilitas olahraga berstandar dunia yang multifungsi, sekaligus menjawab tantangan perkembangan tren hiburan global yang semakin dinamis.

"Ya, estimasi kurang lebih sekitar Rp10 miliaran lah, gitu ya. Sekitar Rp10 miliar-an seperti itu. Karena ini tujuannya buat jangka panjang. Setelah penguatan ini, nanti konser di tengah lapangan sampai tahun berikut-berikutnya sudah bisa, gitu ya. Karena investasi," Direktur Pembangunan dan Pengembangan Usaha PPKGBK, Mokhamad Rofik Anwar, ditemui di kawasan Senayan, Jakarta, Jumat (30/10/2026).

2. Tidak pakai dana APBN

Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada malam hari. Chelsea dijadwalkan menghadapi AC Milan di stadion tersebut pada Sabtu (8/8/2026) pukul 19.00 WIB. (Dok. Pusat Pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno/gbk.id)

Rofik menegaskan dana untuk renovasi FOP GBK tidak menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Pendanaan sepenuhnya menggunakan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) PPKGBK mengingat GBK merupakan Badan Layanan Umum (BLU) di bawah naungan Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) Republik Indonesia.

"GBK ini BLU. BLU itu artinya pendapatan yang kita peroleh dari sewa-sewa itu. Ya, dari sewa stadion olahraga, maupun yang lain, itu kita kelola sendiri. Nah, duitnya itu buat apa? Buat proyek-proyek seperti ini, pemeliharaan di GBK. Jadi bukan duit dari APBN. Itu adalah duit dari hasil pengelolaan pendapatan yang diterima oleh GBK, PNBP kita, gitu," kata Rofik.

3. Balik modal dalam dua kali konser

Direktur Utama, Rakhmadi A. Kusumo, dalam konferensi pers kegiatan pengembangan Field of Play (FOP) Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta (IDN Times/Margith Damanik)

Direktur Utama PPKGBK, Rakhmadi A Kusumo, menyebutkan dana besar yang dipakai untuk perbaikan FOP SUGBK bisa kembali dengan dua konser. Namun, Rakhmadi menegaskan pihaknya berharap perbaikan ini dapat mendatangkan lebih banyak lagi kegiatan di GBK. Baik terkait dengan olahraga, maupun hiburan.

“Angkanya kurang lebih sampai Rp10 miliar. Dengan adanya dua konser saja, insya Allah sudah balik modal sebenarnya. Tetapi kan kita juga perlu memastikan, enggak cuma dua kali dong, kita mau long-lasting dan bahkan time-nya, recovery time-nya lebih cepat lagi, lebih cepat lagi,” kata Rakhmadi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article