Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ryan Mendes Diselidiki atas Dugaan Pemerkosaan, Cape Verde Disorot
Kiper Cape Verde, Vozinha, saat menyelamatkan gawangnya dari tandukan Mikel Oyarzabal di laga kontra Spanyol (AFP / Roberto Schmidt)
  • Kapten Timnas Cape Verde, Ryan Mendes, diselidiki polisi Selandia Baru atas dugaan pemerkosaan terhadap perempuan asal Brasil menjelang laga 32 besar Piala Dunia 2026.
  • Pelapor menyerahkan bukti foto luka dan hasil pemeriksaan medis yang dinilai konsisten dengan keterangannya; polisi mengamankan rekaman CCTV serta menunggu hasil forensik sebelum menentukan langkah hukum selanjutnya.
  • Penyelidikan ini membayangi perjalanan Cape Verde di Piala Dunia, sementara Mendes belum didakwa dan belum ada pernyataan resmi dari dirinya maupun federasi sepak bola negaranya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kapten Timnas Cape Verde, Ryan Mendes, tengah menjadi sorotan setelah diselidiki kepolisian Selandia Baru atas dugaan pemerkosaan terhadap seorang perempuan asal Brasil. Kasus tersebut mencuat hanya beberapa hari sebelum Cape Verde menghadapi Argentina pada babak 32 besar Piala Dunia.

Sampai Senin (29/6/2026), Mendes belum didakwa atas tindak pidana apa pun. Polisi Selandia Baru masih mengumpulkan alat bukti untuk menentukan apakah kasus tersebut akan berlanjut ke proses penuntutan.

Di tengah kisah mengejutkan Cape Verde sebagai salah satu tim kuda hitam Piala Dunia 2026, perhatian publik kini bergeser dari lapangan hijau ke persoalan hukum yang membelit sang kapten. Performa impresif mereka kini dibayangi penyelidikan yang masih berlangsung.

Laporan mengenai kasus ini pertama kali dipublikasikan Globo Esporte, salah satu media olahraga terbesar di Brasil. Dalam laporannya disebutkan Mendes sedang diselidiki setelah adanya laporan dari seorang warga negara Brasil.

Dilansir La Gazzetta Dello Sport, peristiwa yang dilaporkan disebut terjadi pada 27 Maret 2026 ketika Cape Verde berada di Auckland untuk mengikuti FIFA Series. Pelapor merupakan perempuan asal Brasil yang tinggal di Selandia Baru dan bekerja sebagai penerjemah sekaligus penghubung operasional bagi delegasi Cape Verde.

Perempuan tersebut mengaku awalnya diundang menghadiri sebuah pertemuan setelah laga Cape Verde melawan Chile. Ia mengira kehadirannya diperlukan untuk bekerja sebagai penerjemah, namun setelah mengetahui acara itu hanya pertemuan santai tim, ia memilih kembali ke kamar hotel.

1. Kronologi dugaan kasus Ryan Mendes

Menurut keterangannya kepada polisi, tak lama kemudian seseorang mengetuk pintu kamarnya. Pelapor mengaku Ryan Mendes masuk ke kamar dan melakukan kekerasan seksual terhadap dirinya.

Seluruh tuduhan tersebut masih harus dibuktikan melalui proses hukum yang berlaku. Hingga saat ini, belum ada putusan pengadilan maupun dakwaan resmi terhadap Ryan Mendes.

Sebagai bagian dari laporannya, pelapor menyerahkan foto-foto yang diklaim menunjukkan luka di bibir, leher, pinggul, dan kaki. Bukti tersebut telah diterima penyidik untuk kepentingan penyelidikan.

Pelapor juga menjalani pemeriksaan di klinik yang menangani korban kekerasan seksual. Ia menjalani pemeriksaan medis, tes forensik, serta mendapatkan pendampingan psikologis.

2. Bukti diserahkan pelapor dan polisi Selandia langsung menyelidik

Menurut Globo Esporte, laporan medis mencatat adanya memar di leher, payudara, dan bibir, serta luka pada area genital yang dinilai konsisten dengan keterangan pelapor. Dokumen tersebut turut menjadi bagian dari barang bukti yang diperiksa polisi.

Kepolisian Selandia Baru telah mengonfirmasi adanya penyelidikan terkait laporan tersebut. Namun, sesuai aturan perlindungan privasi di negara itu, polisi tidak mengungkap identitas pihak yang diperiksa.

Penyidik juga telah mengamankan rekaman CCTV dari hotel tempat dugaan peristiwa itu terjadi. Saat ini mereka masih menunggu hasil pemeriksaan forensik sebelum memutuskan apakah perkara akan dilanjutkan ke tahap penuntutan.

Sementara itu, pelapor bersama suaminya dikabarkan telah mengirim surat kepada FIFA dan Federasi Sepak Bola Cape Verde. Mereka meminta Ryan Mendes dicoret dari skuad Cape Verde selama proses hukum berlangsung.

3. Dampak kasus terhadap Cape Verde di Piala Dunia

Apabila penyidik menilai alat bukti yang terkumpul telah memenuhi syarat, perkara tersebut akan dilimpahkan ke pengadilan Selandia Baru. Berdasarkan hukum di negara itu, pelaku yang terbukti bersalah dalam kasus kekerasan seksual dapat dijatuhi hukuman penjara hingga 20 tahun.

Ryan Mendes merupakan salah satu pemain paling senior di Timnas Cape Verde. Sepanjang kariernya ia pernah bermain di Prancis, Inggris, Uni Emirat Arab, dan kini memperkuat klub di divisi dua Turki.

Pada Piala Dunia 2026, Mendes dipercaya mengenakan ban kapten dan menjadi salah satu figur penting dalam keberhasilan Cape Verde mencetak sejarah lolos ke fase gugur. Namun, penyelidikan yang kini berjalan berpotensi membayangi perjalanan tim menjelang laga menghadapi Argentina.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari Ryan Mendes maupun Federasi Sepak Bola Cape Verde terkait laporan tersebut. Sementara itu, proses penyelidikan masih terus berlangsung dan status hukum Mendes belum berubah.

Editorial Team

Related Article