Jakarta, IDN Times - Kapten Timnas Cape Verde, Ryan Mendes, tengah menjadi sorotan setelah diselidiki kepolisian Selandia Baru atas dugaan pemerkosaan terhadap seorang perempuan asal Brasil. Kasus tersebut mencuat hanya beberapa hari sebelum Cape Verde menghadapi Argentina pada babak 32 besar Piala Dunia.
Sampai Senin (29/6/2026), Mendes belum didakwa atas tindak pidana apa pun. Polisi Selandia Baru masih mengumpulkan alat bukti untuk menentukan apakah kasus tersebut akan berlanjut ke proses penuntutan.
Di tengah kisah mengejutkan Cape Verde sebagai salah satu tim kuda hitam Piala Dunia 2026, perhatian publik kini bergeser dari lapangan hijau ke persoalan hukum yang membelit sang kapten. Performa impresif mereka kini dibayangi penyelidikan yang masih berlangsung.
Laporan mengenai kasus ini pertama kali dipublikasikan Globo Esporte, salah satu media olahraga terbesar di Brasil. Dalam laporannya disebutkan Mendes sedang diselidiki setelah adanya laporan dari seorang warga negara Brasil.
Dilansir La Gazzetta Dello Sport, peristiwa yang dilaporkan disebut terjadi pada 27 Maret 2026 ketika Cape Verde berada di Auckland untuk mengikuti FIFA Series. Pelapor merupakan perempuan asal Brasil yang tinggal di Selandia Baru dan bekerja sebagai penerjemah sekaligus penghubung operasional bagi delegasi Cape Verde.
Perempuan tersebut mengaku awalnya diundang menghadiri sebuah pertemuan setelah laga Cape Verde melawan Chile. Ia mengira kehadirannya diperlukan untuk bekerja sebagai penerjemah, namun setelah mengetahui acara itu hanya pertemuan santai tim, ia memilih kembali ke kamar hotel.
