Sektor serangan Manchester United tampil cukup produktif dengan mengemas total 11 gol dalam empat pertandingan awal 2026/2027. Sempat tersandung kekalahan 0-2 dari Hull City pada laga pembuka English Premier League (EPL), Setan Merah langsung merespons secara positif. Mereka berhasil menaklukkan Ipswich Town dengan skor mencolok 5-2 sebelum bermain imbang 2-2 di markas Everton.
Unjuk gigi lini depan tim makin kentara ketika membantai wakil Azerbaijan, Sabah FK, empat gol tanpa balas di Liga Champions Eropa. Laga di Old Trafford tersebut sekaligus menandai kembalinya atmosfer panggung tertinggi Eropa setelah klub absen selama 1.003 hari. Pesta kemenangan atas Sabah diwarnai oleh gol Matheus Cunha, Bruno Fernandes, Benjamin Sesko, dan Lisandro Martinez.
Walaupun terbilang oke, masih ada celah taktis saat Michael Carrick memplot Matheus Cunha sebagai false nine. Peran penyerang bayangan membuat pemain asal Brasil itu sering bergerak melebar atau turun terlalu jauh menjemput bola di area tengah. Imbasnya, ujung tombak serangan menjadi kosong sehingga bek tengah lawan bebas dari ancaman tanpa ada tekanan langsung di garis belakang.
Skema tanpa penyerang murni ini mengakibatkan alur serangan MU terlampau bergantung pada aksi individu para pemain sayap. Manuver Bryan Mbeumo dan Marcus Rashford memang kerap mengancam, tetapi tim kehilangan sosok eksekutor di dalam kotak penalti. Kebutuhan akan number nine sejati yang sanggup meladeni duel-duel fisik kini menjadi hal yang tak bisa ditawar lagi.