Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Arteta Marah-marah Usai Arsenal Sikat Sunderland, Kenapa?

Arteta Marah-marah Usai Arsenal Sikat Sunderland, Kenapa?
Manajer Arsenal, Mikel Arteta (AFP / Carlos Jasso)
  • Arsenal menang atas Sunderland di Stadium of Light, tetapi Mikel Arteta berang terhadap keputusan wasit John Brooks.
  • Arteta menilai penalti untuk Sunderland setelah insiden Ezri Konsa dan Dan Ballard tidak seharusnya diberikan.
  • John Brooks telah menjelaskan keputusan itu dan berkomunikasi dengan VAR, sementara David Raya menggagalkan eksekusi penalti.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, apakah penalti untuk Sunderland tepat?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kemenangan Arsenal atas Sunderland di Stadium of Light dalam pekan keempat Premier League, Minggu dini hari WIB (13/9/2026), tak serta-merta membuat manajer Mikel Arteta senang. Sebaliknya, Arteta justru dibuat berang dengan keputusan wasit John Brooks yang muncul sepanjang laga.

Salah satu keputusan fatal Brooks, menurut Arteta, adalah ketika memutuskan untuk memberi penalti kepada Sunderland setelah Ezri Konsa menjatuhkan Dan Ballard. Bagi Arteta, Brooks gagal mengidentifikasi dengan baik insiden tersebut.

"Bisa saja berbeda. Mereka bisa mengubah jalannya laga. Anda tahu siapa yang saya maksud," sindir Arteta, dilansir TNT Sports.

  1. 1. Keputusannya dianggap merusak laga

    Arteta menyatakan, keputusan Brooks telah merusak pertandingan. Seharusnya, ditegaskan Arteta, Brooks bisa lebih jeli dalam melihat sebuah insiden.

    "Tak bisa diterima di level kompetisi ini. Tak bisa diterima karena bisa mengubah jalannya persaingan di satu musim. Saya sudah melihatnya 10 kali untuk memastikannya. Karena melihat itu secara langsung, saya bilang tak mungkin penalti karena itu teknik judo. Ini gak bisa terjadi," ujar Arteta.

  2. 2. Terlalu gampang jatuh

    Jatuhnya Ballard, dinilai Arteta, terlalu mudah dan keputusan penalti tak masuk akal. Sebab, di era Premier League dulu, Arteta merasa insiden tersebut tak masuk dalam kategori pelanggaran.

    "Dalam pandangan saya, karena sudah terlibat dalam sepak bola selama 27 atau 28 tahun, ini bukan penalti di setiap laga. Ingat, di setiap laga dalam semua level kompetisi. Saya begitu lega di satu sisi karena David Raya menggagalkan eksekusinya, tapi juga khawatir," kata Arteta.

  3. 3. Sudah dijelaskan, masih gak terima

    Sebenarnya, Brooks sudah menjelaskan keputusannya kepada Arteta terkait penalti yang diberikan. Bahkan, dia sudah berkomunikasi dengan video assistant referee demi meyakinkan keputusannya.

    VAR pun berpendapat jika aksi Konsa saat menjatuhkan Ballard merupakan pelanggaran. Tapi, Arteta tetap tak terima.

    "Gak usah bicara soal penyelamatan David, tapi mari bahas apa yang terjadi sebelumnya. Seharusnya gak terjadi, gak adil, dan saya sangat sedih," kata Arteta.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More