Comscore Tracker

Mesut Ozil, Fenerbahce, Erdogan, dan Janji kepada Ibu

Ada banyak faktor yang bikin Ozil memutuskan ke Fenerbahce

Jakarta, IDN Times - Banyak bumbu yang mengiringi kepindahan Mesut Ozil dari Arsenal ke Fenerbahce. Selain karena menit bermainnya di Emirates yang sudah tergerus, ada faktor lain yang nyatanya turut menjadi penentu.

Pada bursa transfer musim dingin, sempat Ozil diwartakan hijrah ke Fenerbahce secara gratis. Fenerbahce diklaim mengikat pemain asal Jerman itu dengan kontrak 3,5 tahun, beserta gaji sebesar 65 ribu poundsterling per pekan (sekitar Rp1,2 miliar).

Jumlah pendapatannya turun jauh jika dibandingkan saat membela Arsenal. Namun, ada hal lain yang akhirnya mengiringi kepindahan Ozil ke Fenerbahce ini. Selain soal menit bermain, ada faktor lain yang membuatnya rela ke Turki, yakni soal kedekatannya dengan Recep Tayyip Erdogan, plus janji Ozil kepada sang ibu.

1. Janji kepada ibu yang akhirnya ditepati Ozil

Musim dingin Januari 2021 ini, ada banyak pilihan klub yang sudah siap menampung Ozil selain Fenerbahce. Di Amerika Serikat sana, sudah ada DC United yang menyimpan ketertarikan terhadap sosok pria berdarah Turki tersebut.

Akhirnya Ozil melabuhkan hatinya di Fenerbahce. Ada satu alasan utama yang membuatnya mengambil keputusan ini, yaitu faktor sang ibu Gulizar Ozil. Sebab, ibu beserta keluarga besar Mesut Ozil, memiliki domisili di Istanbul.

"Ketika kontrak saya berakhir (dengan Arsenal), saya akan main di Fenerbahce seperti yang saya janjikan (kepada ibu)," ujar Ozil kepada Spor X pada 2018 silam, dilansir Sport Bible.

Tidak cuma itu, istri Ozil, Amine Guelse juga merupakan perempuan kelahiran Istanbul. Alhasil, keputusannya membela Fenerbahce ini tidak sekadar menjadi upaya pencarian menit bermain. Lebih jauh, ada janji yang berusaha Ozil tepati.

Baca Juga: Karier Mesut Ozil di Arsenal Tamat, Apakah 2 Klub Ini Cocok Buatnya? 

2. Kedekatan Ozil dengan Erdogan

Mesut Ozil, Fenerbahce, Erdogan, dan Janji kepada Ibu(Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan jadi pendamping di pernikahan pesepak bola Mesut Ozil) Kantor berita Anadolu

Sosok Ozil bak dua sisi mata uang. Di satu sisi, ia dipuji karena permainannya yang fantastis. Ia merupakan pemain dengan karakter nomor 10 murni yang sekarang sudah jarang ditemukan di dunia sepak bola. Di mata beberapa orang, kaki kirinya adalah magis.

Dilansir Deutsche Welle, Ozil juga dikenal sebagai sosok yang kerap memancing kontroversi karena tindakan-tindakannya. Salah satu yang bikin orang geleng-geleng pada pemain berusia 27 tahun itu adalah kedekatan antara dirinya dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Keputusan Mesut Ozil pindah ke Fenerbahce ini bahkan disinyalir ada andil Erdogan. Media Turki, DHA Spor, melaporkan Ozil sudah membangun sebuah vila di Istanbul yang berdekatan dengan tempat tinggal Erdogan.

3. Menghadirkan keceriaan di Fenerbahce

Dalam beberapa musim ke belakang, Liga Turki kerap menjadi pelabuhan para pemain-pemain gaek. Ada nama Didier Drogba, Wesley Sneijder, Robin van Persie, Mario Gomez, dan Falcao yang memutuskan menghabiskan masa tua di Turki.

Akan tetapi, Ozil berbeda. Kehadirannya di Fenerbahce menimbulkan keceriaan. Selain karena kualitas yang dimiliki selaku pemain kreatif, ada satu hal yang membuat Ozil begitu dinantikan di Turki, yakni punya darah Turki dari sang ibu. Hal inilah yang membuatnya begitu ditunggu.

Namun, jurnalis asal Turki bernama Ugur Karakullukcu pesimistis Ozil bisa langsung nyetel dengan permainan Fenerbahce. Situasi di Fenerbahce yang saat ini masih belum kondusif, ditambah mentalitas kemenangan yang sedang berusaha ditanamkan, akan membuat Ozil kemungkinan sulit beradaptasi.

Apalagi, selama setengah musim kemarin, Ozil benar-benar tidak merasakan atmosfer pertandingan profesional. Dengan waktu yang singkat, Mesut Ozil harus mampu beradaptasi. Jika tidak, ia cuma akan jadi seperti Sneijder, Drogba, dan Van Persie yang hanya sambil lalu di Turki.

Baca Juga: Malangnya Mesut Ozil, Kini Dicoret dari Skuat Arsenal di Liga Inggris

Topic:

  • Ilyas Listianto Mujib

Berita Terkini Lainnya