Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sensasi Kosta Rika yang Hancurkan Prediksi di Piala Dunia 2014
ilustrasi olahraga sepak bola (pixabay.com/jarmoluk)
  • Kosta Rika tampil mengejutkan di Piala Dunia 2014 dengan menembus grup berisi Italia, Inggris, dan Uruguay tanpa rasa gentar, berkat strategi solid pelatih Jorge Luis Pinto.
  • Mereka membungkam prediksi lewat kemenangan atas Uruguay dan Italia serta hasil imbang lawan Inggris, memastikan tiket ke babak gugur untuk pertama kalinya sejak 1990.
  • Performa gemilang kiper Keylor Navas jadi kunci sukses hingga perempat final, membuatnya direkrut Real Madrid dan membuka jalan bagi pemain Kosta Rika lain ke klub Eropa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Nama Kosta Rika mungkin asing di telinga penikmat sepak bola, terutama yang setia mengikuti Piala Dunia. Mereka baru debut pada 1990 dan berhasil lolos ke perempat final sebelum kandas di tangan Cekoslowakia. Sempat kembali tampil pada 2002 dan 2006, langkah Kosta Rika hanya sampai fase penyisihan grup.

Namun, hal mengejutkan terjadi pada 2014 di Brasil. Kosta Rika berhasil menjelma sebagai tim kejutan. Setelah lebih banyak menjadi tim penggembira, mereka justru meruntuhkan dominasi Eropa dan menundukkan jagoan Amerika Selatan.

1. Masuk ke grup neraka berisi para mantan juara Piala Dunia tak membuat Kosta Rika merasa gentar

Saat pembagian grup selesai dilakukan, publik langsung melabeli Grup D sebagai grup neraka. Dilansir BBC, Kosta Rika tergabung bersama tiga mantan juara Piala Dunia, yakni Italia, Inggris, dan Uruguay. Praktis, tim asuhan pelatih Jorge Luis Pinto tersebut diprediksi akan menjadi lumbung gol dan juru kunci grup.

Kendati demikian, Jorge Pinto tak mau langsung rendah diri. Ia tak melihat anak asuhnya sebagai tim pelengkap, tetapi diminta bermain tanpa beban dan tekanan berlebih. Bryan Ruiz dan kawan-kawan diminta fokus kepada organisasi pertahanan yang sangat rapat serta skema serangan balik mematikan. Mereka hendak membuktikan kepada dunia bahwa nama besar tidak otomatis menjamin kemenangan di atas lapangan hijau.

2. Membungkam prediksi dengan menaklukkan Uruguay dan Italia pada fase penyisihan grup

Kejutan langsung tersaji pada laga pembuka fase grup saat Kosta Rika berhadapan dengan Uruguay yang diperkuat Edinson Cavani. Dilansir beIN Sports, sempat tertinggal lebih dulu pada babak pertama, Los Ticos (Si Kecil) mengamuk setelah masa turun minum dengan menggelontorkan tiga gol untuk menyudahi laga dengan kemenangan telak 3-1. Hasil tersebut langsung mengubah peta persaingan di Grup D.

Sensasi Kosta Rika terbukti bukan sekadar keberuntungan sesaat setelah mereka menantang raksasa Eropa, Italia, pada laga kedua. Lewat gol tunggal yang dicetak sang kapten, Bryan Ruiz, Kosta Rika berhasil membungkam Gli Azzurri dengan skor tipis 1-0. Dua kemenangan beruntun memastikan mereka lolos ke fase gugur. Capaian tersebut makin sempurna setelah menyingkirkan tim bertabur bintang, Inggris. Ini lantaran The Three Lions hanya mampu bermain imbang tanpa gol dengan Kosta Rika di laga penutup fase grup.

3. Memiliki sosok kiper tangguh bernama Keylor Navas yang mengawal lini belakang

Kunci utama kokohnya pertahanan Kosta Rika di Piala Dunia 2014 berada pada sosok kiper mereka, Keylor Navas. Penampilan heroiknya di bawah mistar gawang membuat barisan penyerang top dunia frustrasi. Refleks luar biasa dan akurasi Navas ketika membaca arah bola menjadi faktor utama lini belakang Kosta Rika begitu sulit ditembus.

Dilansir ABC News, ketangguhan Navas kembali teruji pada babak 16 besar saat Kosta Rika harus bermain dengan sepuluh orang melawan Yunani hingga adu penalti. Saat itu, skor imbang 1-1 tak berubah selama 120 menit. Di adu penaltii, Navas tampil sebagai pahlawan dengan menepis tendangan penalti keempat pemain Yunani, Theofanis Gekas. Kosta Rika menang 5-3 dan lolos ke perempat final untuk pertama kalinya dalam sejarah.

4. Setelah Piala Dunia 2014, sejumlah pemain Kosta Rika langsung menjadi buruan klub-klub Eropa

Laju Kosta Rika akhirnya terhenti pada perempat final saat mereka berhadapan dengan raksasa Eropa lainnya, Belanda. Dilansir France 24, pertandingan berjalan sangat alot selama 120 menit dengan skor kacamata berkat disiplinnya lini pertahanan Kosta Rika. Sayangnya, dewi fortuna tidak berpihak kepada mereka setelah kalah dalam adu penalti. Ini lantaran taktik pergantian kiper dadakan yang dilakukan pelatih Belanda saat itu, Louis van Gaal.

Piala Dunia 2014 menjadi batu loncatan sejumlah pemain Kosta Rika untuk menembus klub-klub top Eropa. Keylor Navas langsung dipinang Real Madrid dan sukses menjuarai Liga Champions Eropa tiga kali berturut-turut. Selain Navas, striker, Bryan Ruiz, mendapat perpanjangan kontrak dari Sporting Lisbon. Penyerang muda Joel Campbell digaet Arsenal, lalu bek tangguh Giancarlo Gonzalez mendarat di Serie A Italia usai direkrut Palermo.

Kisah Kosta Rika di Piala Dunia 2014 Brasil menjadi salah satu bukti bahwa tradisi tim kejutan tak pernah hilang. Meski mereka gagal lolos ke putaran final Piala Dunia 2026, Maroko dan Norwegia mendapat status kuda hitam. Siapakah yang meneruskan tradisi tersebut pada 2030?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article