Sepak Terjang Tijjani Reijnders 3 Musim di Liga Top Eropa per 2026

- Tijjani Reijnders meninggalkan Manchester City pada musim panas 2026 untuk bergabung dengan Al-Qadsiah seharga 61 juta euro, meski kontraknya di Etihad masih tersisa 3 tahun 10 bulan.
- Bersama AC Milan, Reijnders menjadi andalan lini tengah: mencatat 3 gol dan 4 assist pada 2023/2024, lalu meningkat menjadi 10 gol serta 5 assist di Serie A 2024/2025.
- Pada debut Premier League 2025/2026, Reijnders membukukan 5 gol dan 2 assist dalam 28 laga, tetapi menit bermainnya menurun pada paruh kedua musim.
Tijjani Reijnders mengambil keputusan mengejutkan pada musim panas 2026. Setelah melewati musim pertama sebagai penggawa Manchester City, pemain berdarah Indonesia tersebut memilih hengkang dan datang ke Arab Saudi dengan menerima tawaran Al-Qadsiah. Dengan kontrak bersama The Citizens yang tersisa selama 3 tahun 10 bulan, Reijnders angkat kaki dari Etihad Stadium dengan biaya transfer mencapai 61 juta euro (Rp1,26 triliun) serta kesepakatan kontrak berdurasi 5 musim.
Langkah yang diambil pemain berusia 28 tahun tersebut sekaligus mengakhiri kiprahnya di liga top Eropa dalam 3 musim beruntun. Periode tersebut berjalan cukup baik, terutama di AC Milan. Namun, penampilan dan menit bermainnya menurun di Manchester City.
1. Reijnders langsung unjuk peran di lini tengah AC Milan pada 2023/2024
Perjalanan Tijjani Reijnders di liga top Eropa dimulai pada musim panas 2023, usai ditebus AC Milan dari AZ Alkmaar seharga 24,8 juta euro (Rp515 miliar) serta kontrak berdurasi 5 musim. Berbekal jam terbang tinggi di Belanda, ia berhasil mengunci satu tempat utama di lini tengah AC Milan dalam pertarungan di Serie A Italia 2023/2024. Dari 36 kali kesempatan bermain, Reijnders berhasil mengemas 3 gol serta 4 assist yang mewarnai kebangkitan Rossoneri dengan finis di peringkat kedua usai menempati posisi keempat pada musim sebelumnya. Ia juga menunjukkan kualitas sebagai gelandang all-action dengan akurasi umpan mencapai 91 persen serta termasuk di antara pemain terbaik Serie A dalam menciptakan peluang dari permainan terbuka dan mengalirkan bola di sepertiga akhir.
Kontribusi penting Reijnders bagi lini serang telah terlihat sejak pekan pembuka. Melakoni debutnya saat bermain selama 90 menit dalam duel kontra Bologna, Reijnders menyumbang sebuah assist yang berbuah kemenangan 2-0. Sementara itu, gol debut Reijnders hadir pada pekan 12, dengan sebuah gol yang mewarnai hasil imbang 2-2 di markas Lecce.
2. Tampil moncer dengan total 10 gol dan 5 assist di Serie A 2024/2025
Setelah melewati periode adaptasi dengan penampilan menjanjikan, Tijjani Reijnders kembali mendapat peran sebagai sosok sentral di lini tengah AC Milan pada musim kedua. Sepanjang musim 2024/2025, ia tampil begitu konsisten hingga hanya absen dalam satu laga akibat akumulasi kartu. Periode ini juga menjadi momen pembuktian atas kualitasnya dalam membobol gawang lawan. Untuk pertama kalinya, Reijnders mencapai dua digit gol dalam semusim liga dengan total 10 gol dan 5 assist dalam 37 laga Serie A. Sayangnya, kontribusi apik tersebut hanya mampu membawa Rossoneri finis di peringkat kedelapan, pencapaian terburuk sejak 2015.
Beberapa gol Reijnders menegaskan kapasitasnya sebagai pembeda. Gol pertama yang tercipta pada pekan 11 menjadi penentu kemenangan 1-0 atas Monza. Lalu pada pekan 17, ia mencetak tunggal dalam duel kontra Hellas Verona. Dua golnya juga menyelamatkan tim dari kekalahan saat menjamu AS Roma dan Inter Milan.
3. Menjalani musim debut di Premier League pada 2025/2026, Tijjani Reijnders mengalami kesulitan
Penampilan menawan di Serie A sukses membawa Tijjani Reijnders ke English Premier League. Manchester City rela mengeluarkan dana sebesar 54,9 juta euro (Rp1,14 triliun) serta kontrak berdurasi 5 musim untuk mengamankan jasanya. Namun, Reijnders kemudian menghadapi kesulitan beradaptasi dengan intensitas dan tuntutan fisik yang tinggi dalam sepak bola Inggris. Di Premier League 2025/2026, dirinya mencatatkan 5 gol serta 2 assist dalam 28 laga.
Selama paruh pertama, Reijnders sejatinya mampu mengunci tempat utama di lini tengah. Kiprahnya bahkan diawali dengan 1 gol dan 1 assist dalam kemenangan telak 4-0 atas Wolverhampton Wanderers pada pekan pembuka. Namun, menit bermainnya turun drastis selama paruh kedua yang sekaligus membuat posisinya terancam. Andilnya membawa The Citizens finis di peringkat kedua.
Keputusan Tijjani Reijnders meninggalkan Manchester City membuat perjalanannya di liga top Eropa berakhir setelah 3 musim beruntun. Ia meninggalkan jejak positif, terutama saat membela AC Milan dengan torehan gol dan assist yang terus meningkat pada musim keduanya. Kini, Reijnders membuka lembaran baru bersama Al-Qadsiah dengan harapan dapat kembali menemukan performa terbaiknya di Arab Saudi.




















