Setop Kekerasan, I.League Dorong Sanksi Pengurangan Poin Klub

I.League mendukung langkah tegas PSSI merespons kekerasan suporter dan mendorong sanksi yang lebih berat.
Pengurangan poin dapat diterapkan kepada klub jika pelanggaran serius terbukti terjadi di stadion atau area pertandingan.
I.League ingin menjaga kehadiran suporter tim tamu dengan memperkuat disiplin, mitigasi risiko, dan komunikasi komunitas.
Jakarta, IDN Times - I.League mendukung penuh langkah tegas Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, dalam merespons insiden kekerasan suporter pada akhir pekan lalu. Mereka mendorong untuk memperberat sanksi.
I.League bersiap merumuskan regulasi dan kode disiplin baru yang jauh lebih ketat bersama PSSI. Mereka bahkan tidak ragu untuk mendorong penerapan sanksi terberat berupa pengurangan poin bagi klub yang suporternya terbukti berbuat onar.
1. I.League tidak mau sepak bola Indonesia mengalami kemunduran
Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, menyatakan kalau ketegasan ini demi melindungi klub, kompetisi, dan momentum positif yang sedang terbangun. Ferry menilai atmosfer sepak bola Indonesia sedang berkembang ke arah yang jauh lebih baik dan kompetitif.
Ferry menyayangkan insiden kekerasan yang menimpa tim junior Persib Bandung dan suporter Persija Jakarta, The Jakmania pada akhir pekan lalu. Dia mengingatkan agar rivalitas tidak boleh kelewatan.
"Melihat perkembangan dan potensi konflik yang mulai muncul, kami berpandangan bahwa ketentuan hukuman perlu diperkuat. Sanksi tidak boleh hanya berhenti pada denda atau hukuman yang tidak memberikan efek jera. Kami siap berkoordinasi dengan PSSI untuk mendorong sanksi yang lebih berat, termasuk pengurangan poin bagi klub apabila terjadi pelanggaran serius sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata Ferry dalam keterangan resminya.
2. Bedakan pelanggaran disiplin dan kriminal
Nantinya, dalam menerapkan sanksi tegas, I.League bakal membedakan antara pelanggaran disiplin pertandingan dan tindakan kriminal murni. Pelanggaran keamanan yang terjadi di dalam stadion atau area regulasi pertandingan sepenuhnya menjadi tanggung jawab klub. Jika terbukti ada kelalaian penyelenggaraan, I.League dan PSSI siap menjatuhkan sanksi berat, termasuk opsi pengurangan poin di klasemen.
Setiap konsekuensi disiplin yang dijatuhkan kepada klub dipastikan akan memiliki dasar regulasi dan pembuktian yang sah. Sementara itu, jika terjadi jauh di luar stadion, itu masuk dalam ranah pidana. Kasus kriminal semacam ini akan diserahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian.
3. Demi menjaga hak suporter tim tamu
Ancaman ini bertujuan untuk melindungi kebijakan kehadiran suporter tim tamu yang baru kembali diterapkan musim ini sejak Tragedi Kanjuruhan yang memakan 135 korban jiwa pada Oktober 2022 lalu.
"Kami ingin suporter tamu tetap bisa hadir. Justru karena itulah aturan harus ditegakkan lebih tegas. Jangan sampai kesempatan yang sudah diperjuangkan bersama selama ini kembali hilang hanya karena tindakan segelintir orang. Kami tidak ingin klub dan mayoritas suporter yang sudah tertib ikut menjadi korban," ujar Ferry.
Ke depannya, I.League akan memperkuat mitigasi risiko pertandingan, serta komunikasi intensif dengan berbagai komunitas suporter. Penguatan ketentuan disiplin akan dikoordinasikan bersama PSSI melalui mekanisme dan kewenangan yang berlaku.























