Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Skuad Piala Dunia 2026 yang Didominasi Pemain Lokal

5 Skuad Piala Dunia 2026 yang Didominasi Pemain Lokal
Ilustrasi Piala Dunia (unsplash.com/My Profit Tutor)
Share Article

Memanggil para pemain bintang yang merumput di kompetisi elite Eropa memang selalu menjadi opsi utama bagi banyak pelatih tim nasional di Piala Dunia. Namun, tidak sedikit negara kontestan yang justru memilih jalur berbeda dengan memercayai talenta lokal mereka untuk bertarung di panggung dunia. Tentu dengan alasan masing-masing, baik untuk mengandalkan chemistry yang kuat atau karena memang keterbatasan pemain lokal mereka yang bermain di liga-liga elite dunia.

Berikut ini adalah lima negara peserta Piala Dunia 2026 yang paling banyak menggunakan jasa para pemain dari liga domestik.

1. Arab Saudi mendominasi dengan memanggil 25 pemain dari Saudi Pro League

​Arab Saudi menjadi salah satu negara teratas yang skuadnya hampir seluruhnya diisi oleh para pemain dari kompetisi lokal mereka, Saudi Pro League. Investasi besar-besaran dan peningkatan kualitas kompetisi domestik dalam beberapa tahun terakhir membuat para pemain lokal mereka terbiasa berkompetisi di level tertinggi setiap pekan. Dengan banyaknya pemain bintang dunia yang bermain di Saudi Pro League membuat para pemain lokal mereka memiliki mental bertanding yang lebih baik dibandingkan edisi-edisi Piala Dunia sebelumnya.

​Dominasi dari skuad berjuluk The Green Falcons ini berasal dari klub raksasa Al-Hilal yang menyumbang total 7 pemain inti ke dalam tim nasional. Tidak ketinggalan, juara Saudi Pro League 2025/2026, Al-Nassr, turut mengirimkan 6 pemain terbaik mereka ke dalam skuad Arab Saudi. Sisa slot pemain lokal lainnnya berasal dari Al-Qadsiah (4 pemain), Al-Ahli (3 pemain), Al-Ittihad (2 pemain), Al-Ettifaq (1 pemain), Neom (1 pemain), dan Al-Ula (1 pemain). Sementara itu, satu pemain abroad yang ada dalam skuad Arab Saudi adalah Saud Abdulhamid yang saat ini bermain untuk RC Lens di Ligue 1 Prancis.

2. ​Qatar andalkan 25 pemain lokal yang bermain di Qatar Stars League

​Sama halnya dengan sang tetangga, sang juara Asia, Qatar, juga membawa mayoritas pemain yang berkompetisi di liga lokal mereka, Qatar Stars League. Langkah ini dinilai sangat strategis mengingat para pemain telah berkumpul dan bermain bersama dalam waktu yang sangat lama. Keunggulan utama dari strategi ini adalah ikatan emosional dan kesepahaman bermain antar-pemain yang sudah sangat terbentuk di lapangan.

​Klub Al-Duhail menjadi tulang punggung utama tim nasional Qatar dengan mengirimkan 6 pemain ke dalam skuad. Sementara itu, sang juara Qatar Stars League musim 2025/2026, yaitu Al-Sadd menyusul di posisi kedua dengan menyumbangkan 5 pemain andalan mereka. Pemain lainnya berasal dari Al-Rayyan (4 pemain), Al-Gharafa (3 pemain), Al-Arabi (3 pemain), Al-Wakrah (3 pemain) dan Al-Shamal (1 pemain). Sementara itu, satu pemain abroad yang ada dalam skuad Qatar ialah Homam Ahmed yang bermain untuk Cultural Leonesa di Segunda Division.

3. Inggris panggil 20 bintang Premier League ke dalam skuad The Three Lions

​Sebagai rumah dari kompetisi sepak bola paling kompetitif di dunia, tidak mengherankan jika Premier League mendominasi isi dari skuad The Three Lions. Komoditas talenta lokal Inggris di liga domestik mereka memang sangat melimpah dan memiliki kualitas yang merata di setiap lini. Hal inilah yang membuat tim nasional Inggris tidak pernah kehabisan stok pemain bintang meskipun mereka hanya bermain di kompetisi domestik.

​Manchester City dan Arsenal memimpin jajaran sekutu lokal dengan masing-masing menyumbang 4 pemain bintang mereka ke dalam skuad utama Inggris. Juara Europa League 2025/2026, Aston Villa, tidak mau kalah dengan mengirimkan 3 pilar mereka ke tim nasional. Selanjutnya, ada Newcastle United yang mengirim 2 pemain, dan sisanya ada Manchester United, Everton, Chelsea, Tottenham Hotspur, Crystal Palace, Brentford, dan Nottingham Forest yang masing-masing mengirim 1 pemain ke dalam skuad The Three Lions.

4. Jerman panggil 19 pemain dari Bundesliga ke dalam skuad Die Mannschaft

​Bundesliga tetap menjadi pemasok utama sekaligus fondasi paling kokoh bagi kekuatan tim nasional Jerman di setiap turnamen besar. Struktur kompetisi domestik yang sehat serta jaminan menit bermain yang terjaga bagi para pemain muda membuat tim berjuluk Die Mannschaft ini tidak pernah kehilangan talenta lokal. Selain itu, taktik yang diinginkan oleh tim kepelatihan Timnas Jerman juga dapat terwujud dengan mudah berkat keseragaman filosofi sepak bola di liga domestik.

​Raksasa Bavaria, Bayern Munchen, menjadi penyumbang terbesar dengan mengirimkan 6 pemain pilar mereka ke tim nasional Jerman. Raksasa Bundesliga lainnya, Borussia Dortmund dan VfB Stuttgart turut menunjukkan taringnya dengan masing-masing mengirim 4 pemainnya ke dalam skuad. Slot pemain lokal Jerman lainnya dilengkapi oleh RB Leipzig yang mengirim 2 pemain dan sisanya ada TSG Hoffenheim, Eintracht Frankfurt, dan Mainz 05 yang masing-masing mengirim 1 pemain ke dalam skuad Die Mannschaft.

5. Afrika Selatan mengandalkan 19 pemain dari liga domestik untuk Piala Dunia 2026

​Afrika Selatan berhasil mengejutkan panggung dunia dengan kembali bermain di Piala Dunia, sejak terakhir kali mereka bermain di Piala Dunia pada saat menjadi tuan rumah tahun 2010 lalu. Kali ini, skuad berjuluk Bafana Bafana datang dengan mengandalkan kekuatan mayoritas dari para pemain lokal yang merumput di Premier Soccer League (PSL). Kompetisi domestik mereka yang semakin kompetitif melahirkan talenta-talenta berbakat yang memiliki determinasi tinggi serta fisik yang sangat kuat.

Dua klub tersukses di Premier Soccer League, Mamelodi Sundowns dan Orlando Pirates, mendominasi skuad Bafana Bafana dengan masing-masing menyumbangkan 8 pemain bintangnya ke dalam skuad. Sisanya, dibagi rata oleh klub Kaizer Chiefs, Siwelele FC, dan Polokwane City yang masing-masing menyumbang 1 pemain kedalam skuad Afrika Selatan. Keberadaan para pemain dari liga lokal ini membawa semangat juang dan kolektivitas tim yang sangat solid bagi skuad Afrika Selatan di Piala Dunia 2026.

​Melihat tingginya angka ketergantungan pada liga domestik dari lima negara di atas, terbukti bahwa kompetisi lokal yang dikelola dengan profesional mampu melahirkan skuad tim nasional yang sangat kompetitif. Menurutmu, skuad mana yang akan melangkah paling jauh di Piala Dunia 2026 nanti?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy

Related Articles

See More

Amerika Serikat Jadi Tim Kedua yang Lolos Fase Gugur Piala Dunia 2026

20 Jun 2026, 06:53 WIBSport