Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gelandang Manchester United, Carlos Baleba (AFP / Oli Scarff)
  • Suporter Manchester United melempar bola tenis kuning ke lapangan pada menit ke-21 laga Liga Champions melawan AS Roma di Old Trafford.

  • Aksi ini memprotes kepemilikan keluarga Glazer dan manajemen INEOS; warna kuning merujuk identitas Newton Heath, cikal bakal Manchester United.

  • Menit ke-21 menandai 21 tahun kepemilikan Glazer, sementara seruan “Glazers Out” tetap bergema di tengah kabar penjualan saham klub.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Suporter Manchester United (MU) melakukan aksi tidak biasa saat menghadapi AS Roma di Liga Champions 2026/27. Mereka melempar banyak bola tenis ke dalam lapangan. Apa maksudnya?

Laga MU vs Roma tersaji di Old Trafford pada matchday keempat fase liga Liga Champions 2026/27, Rabu (4/11/2026) dini hari WIB. MU berhasil menang comeback 3-2 setelah tertinggal dua gol lebih dulu.

Dilansir dari Mirror, aksi para suporter MU itu terjadi pada menit ke-21 pertandingan. Mereka melempar bola-bola tenis berwarna kuning ke dalam lapangan sebagai bentuk protes terhadap kepemilikan klub.

1. Suporter MU protes kepemilikan keluarga Glazer

Aksi tersebut ditujukan kepada keluarga Glazer serta jajaran manajemen klub di bawah naungan INEOS. Bola tenis berwarna kuning yang digunakan dalam aksi tersebut memiliki makna tersendiri.

Warna kuning merupakan bagian dari identitas Newton Heath, klub yang didirikan pada 1878 dan kemudian berganti nama menjadi Manchester United pada 1902.

2. MU harus kembali ke akar

Para suporter menggunakan warna tersebut sebagai simbol keinginan untuk kembali ke akar tradisi klub. Aksi lempar bola tenis ini pun berlangsung lama.

Aksi melempar bola tenis itu juga sengaja direncanakan berlangsung sekitar menit ke-21 pertandingan. Angka tersebut menjadi penanda 21 tahun kepemilikan keluarga Glazer atas MU.

3. Seruan Glazers Out masih menggema

Protes terhadap keluarga Glazer bukan hal baru bagi suporter MU. Seruan "Glazers Out" masih terus menggema sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap kepemilikan klub.

Di sisi lain, keluarga Glazer dikabarkan kembali ingin menjual saham Manchester United. Situasi tersebut disebut berkaitan dengan ketidakpuasan mereka terhadap Sir Jim Ratcliffe, yang kini memimpin klub melalui INEOS.

Aksi bola tenis di Old Trafford pun menjadi salah satu cara suporter MU menyampaikan tuntutan mereka agar kepemilikan dan pengelolaan klub kembali sesuai dengan harapan para penggemar.

Curated For You

Editorial Team

Related Article