Choirul Huda (Instagram.com/memori_huda)
Meninggalnya Taufik akibat benturan di atas lapangan menambah daftar panjang kasus kematian yang menimpa pemain usai mengalami benturan. Sebelumnya, ada empat kasus serupa yang pernah terjadi di kompetisi Indonesia.
Di awal era Milenium, pemain legendaris Persebaya, Eri Erianto, meninggal dunia usai menjalani laga bersama timnya kontra PSIM Yogyakarta. Ia terkapar di lapangan Stadion Gelora 10 November usai berbenturan dengan pemain lawan.
Sempat dilarikan ke rumah sakit, ia pun akhirnya mengembuskan napas terakhir tak lama usai mendapatkan perawatan.
Selain Eri, ada tiga pemain lainnya yang juga jadi korban di atas lapangan hijau. Mereka adalah Jumadi Abdi (PKT Bontang), Akli Fairuz (persiraja), dan Choirul Huda (Persela).
Banyaknya pemain yang meninggal di atas lapangan, membuat banyak pencinta sepak bola nasional mempertanyakan batasan pelanggaran hingga prosedur penanganan pemain yang cedera. Tentu hal itu harus dijawab oleh operator kompetisi maupun PSSI selaku federasi sepak bola Indonesia.