Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Tekanan di MU Bikin Banyak Pemain Kena Mental
Bek Manchester United, Harry Maguire, terlihat dalam laga Premier League antara Manchester United melawan Chelsea di Stadion Old Trafford, Manchester, Inggris barat laut, 20 September 2025. (Foto: AFP/Oli Scarff)
  • Harry Maguire mengungkap tekanan besar di Manchester United membuat banyak pemain kesulitan mental karena sorotan publik dan kritik yang terus-menerus.
  • Maguire menyebut sejumlah pemain akhirnya memilih pergi karena tak sanggup menghadapi tekanan ekstrem yang menghancurkan kepercayaan diri mereka.
  • Meski sempat kehilangan ban kapten, Maguire optimistis tim bisa bangkit bersama Michael Carrick dan berharap rekrutmen tepat membawa MU bersaing merebut trofi besar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Bermain untuk klub sebesar Manchester United ternyata bukan hanya perkara kemampuan mengolah si kulit bundar. Kualitas di atas rata-rata bukan jaminan, kalau tak memiliki mental baja.

Realitas kejam di balik megahnya sorotan publik di Old Trafford itu diungkapkan sang bintang, Harry Maguire. Ia mengaku telah melihat langsung bagaimana beratnya tekanan menghancurkan rekan-rekan setimnya.

1. Tekanan yang terlalu besar untuk dipikul

Maguire blak-blakan menyebut banyak pemain yang datang ke Old Trafford menyadari klub yang terbentuk pada 1878 silam itu terlalu besar untuk mereka. Segala gerak-gerik, kesalahan sekecil apa pun, hingga setiap gol yang bersarang di gawang akan selalu dicari siapa kambing hitamnya.

"Saya melihat banyak pemain datang ke klub ini dan sejujurnya, ini terlalu besar bagi mereka. Anda selalu menjadi pusat perhatian, selalu diawasi, selalu dianalisis. Setiap gol yang tercipta, pasti ada yang disalahkan. Itu sudah menjadi bagian dari bermain untuk klub ini," kata Maguire dikutip dari The Guardian.

2. Redup lebih awal dan pilih pergi

Ketika ditanya apakah tekanan ekstrem tersebut bisa meredupkan pemain yang mentalnya kurang kuat, Maguire dengan yakin mengiyakannya. Ia melihat banyak rekannya yang akhirnya menyerah, tak terkecuali para pemain bintang.

"Saya pikir ada banyak yang ingin menutup buku dan pindah, saya pikir (tekanan itu) mungkin telah menghancurkan mereka sedikit lebih awal," ujar Maguire.

3. Bangkit bersama Carrick dan bidik Piala Dunia

Tekanan ini sebenarnya juga dialami Maguire. Ban kaptennya bahkan sampai dicopot dan diberikan ke Bruno Fernandes. Kini, para pemain mulai bangkit di bawah arahan Michael Carrick.

Maguire berharap tren positif Setan Merah saat ini bisa berlanjut ke musim depan. Namun, itu juga ditentukan bagaimana strategi transfer manajemen klub, serta siapa yang akan menjadi sosok pengisi kursi pelatih

"Tahun depan, jika rekrutmen kami tepat, tidak ada batasan sejauh mana kami bisa melangkah, kami harus berada dalam persaingan trofi besar," ucap Maguire.

Editorial Team