Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Todd Boehly Cabut dari Chelsea, Lepas Semua Sahamnya
Selebrasi para pemain Chelsea usai membobol gawang Brighton and Hove Albion (AFP / Adrian Dennis)
  • Todd Boehly resmi menjual seluruh saham Chelsea kepada Clearlake Capital dan meninggalkan jabatan chairman yang dipegang sejak konsorsium pimpinanannya mengakuisisi klub pada 2022.
  • Mark Walter dan Hansjorg Wyss juga melepas saham masing-masing kepada Clearlake, sehingga seluruh kepemilikan Chelsea kini berada di bawah Clearlake yang dipimpin Behdad Eghbali dan Jose Feliciano.
  • Era Boehly ditandai investasi agresif pada pemain muda; Chelsea meraih Conference League dan Piala Dunia Antarklub 2025, serta finis keempat Premier League musim 2024/25.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Todd Boehly resmi melepas seluruh sahamnya di Chelsea. Dia menjual kepemilikannya kepada Clearlake Capital, yang kini menjadi pemegang saham mutlak klub.

Boehly bukan satu-satunya pimpinan Chelsea yang melepas sahamnya. Direktur Mark Walter dan miliarder Hansjorg Wyss juga menjual masing-masing sahamnya kepada Clearlake.

Sebelumnya, Boehly, Walter, dan Wyss sama-sama memiliki 12,8 persen saham Chelsea. Sementara, Clearlake menguasai 61,5 persen saham. Kini seluruh saham klub telah menjadi milik Clearlake yang dipimpin bersama oleh Behdad Eghbali dan Jose Feliciano.

1. Boehly tinggalkan posisi chairman Chelsea

Seiring pelepasan saham tersebut, Boehly juga akan meninggalkan posisinya sebagai Chairman Chelsea. Dia mengisi posisi tersebut sejak 2022, ketika konsorsium yang dipimpinnya mengakuisisi Chelsea dari Roman Abramovich.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada banyak pihak yang telah membantu memastikan masa depan cerah bagi klub ini, termasuk Premier League, para pelatih dan pemain, jajaran pimpinan serta staf yang berbakat di Chelsea, dan para penggemar setia yang luar biasa jumlahnya," ujar Boehly, dilansir BBC Sport.

Boehly juga mengaku menghargai kemitraan dengan Clearlake dan kelompok pemilik klub lainnya, serta keputusan bersama maupun investasi yang telah dilakukan demi mendukung kesuksesan klub.

"Saya yakin Chelsea berada pada posisi yang tepat untuk terus meraih kesuksesan di bawah kepemimpinan Clearlake," kata Boehly.

2. Hubungan Boehly dan Clearlake sempat memanas

Kabar mengenai keinginan Boehly untuk melepas sahamnya di Chelsea telah berembus sejak Agustus 2026 lalu. Keretakan hubungan di antara para pemilik Chelsea juga mulai tercium sejak 2024.

Saat itu, kubu Boehly dan Clearlake sama-sama berupaya untuk menjadi pengendali klub dengan menjadi pemilik saham mayoritas. Pembahasan mengenai renovasi Stamford Bridge atau kemungkinan Chelsea pindah ke stadion baru turut menimbulkan ketegangan di antara kedua pihak.

3. Chelsea banyak berinvestasi pada pemain muda

Selama berada di bawah kepemimpinan Boehly, Chelsea dikenal agresif berinvestasi pada pemain-pemain muda. Klub juga memberikan sejumlah kontrak berdurasi panjang kepada para pemain baru.

Puluhan pemain telah datang dan pergi dari Stamford Bridge selama periode Boehly di sana, dengan tingkat kesuksesan yang beragam. Ada yang sukses, tapi beberapa di antaranya malah kena hukuman.

Di lapangan, pencapaian terbaik Chelsea selama era Boehly terjadi pada 2025. The Blues berhasil memenangkan Conference League dan Piala Dunia Antarklub.

Sementara di Premier League, posisi terbaik Chelsea era Todd Boehly adalah finis di peringkat keempat pada musim 2024/25. Pencapaian tersebut diraih ketika Enzo Maresca menjadi manajer.

Curated For You

Editorial Team

Related Article