5 Top Skor Piala Afrika Kelahiran Eropa Terakhir per Edisi 2025

Brahim Diaz merebut gelar top skor Piala Afrika 2025. Meski gagal membawa Maroko juara, Brahim Diaz menjadi pemain tersubur turnamen dengan lima gol. Raihan itu spesial karena Diaz baru pertama kali tampil di Piala Afrika. Pemain kelahiran Madrid itu baru menjadi bagian Timnas Maroko pada 2024 setelah memutuskan tak lagi membela Spanyol.
Diaz hanyalah satu dari sekian banyak pemain kelahiran negara Eropa yang membela timnas negara Afrika. Tak sedikit dari mereka yang pernah bermain di Piala Afrika, bahkan tampil tajam seperti Diaz. Inilah lima pemain kelahiran Eropa terakhir yang menjadi top skor Piala Afrika per edisi 2025.
1. Andre Ayew mencetak tiga gol di Piala Afrika 2015 dan hampir membawa Ghana juara
Di Piala Afrika 2015, ada lima pemain sekaligus yang menjadi pencetak gol terbanyak, masing-masing dengan tiga gol. Uniknya, tiga di antaranya adalah pemain kelahiran Eropa. Salah satunya winger Ghana, Andre Ayew. Ia lebih produktif dibanding para pesaingnya karena tak hanya membuat 3 gol tetapi juga 2 assist.
Ketajaman Ayew pun hampir membawa Ghana juara. Mereka mencapai final tetapi kalah oleh Pantai Gading via adu penalti. Ayew sendiri adalah pemain kelahiran Prancis. Namun, ia sudah membela Timnas Ghana sejak level junior. Ayew bahkan kini berstatus pemain Ghana dengan penampilan terbanyak, yaitu 120 caps per Januari 2026.
2. Javier Balboa mengantarkan Guinea Ekuatorial ke semifinal Piala Afrika 2015
Javier Balboa juga membuat tiga gol di Piala Afrika 2015. Balboa adalah winger kelahiran Spanyol yang membela Timnas Guinea Ekuatorial. Ia hampir selalu tampil penuh di Piala Afrika 2015. Torehan tiga golnya terdiri dari 1 gol ke gawang Gabon pada fase grup dan 2 gol saat menghadapi Tunisia di perempat final.
Balboa pun sukses mengantarkan Guinea Ekuatorial ke semifinal. Itu adalah capaian terbaik mereka dalam sejarah Piala Afrika. Sayangnya, Balboa tak mencetak gol saat timnya dilibas Ghana 0-3. Peringkat ketiga pun gagal diraih Guinea Ekuatorial karena mereka ditundukkan Republik Demokratik (RD) Kongo lewat adu penalti.
3. Thievy Bifouma juga membuat tiga gol di Piala Afrika 2015 tetapi mentok di perempat final
Ada pula Thievy Bifouma, winger Kongo yang lahir di Prancis. Bifouma mencetak dua gol bagi negaranya pada fase grup Piala Afrika 2015. Kongo pun melaju ke perempat final untuk pertama kalinya sejak 1992. Bifouma lalu membuat gol lagi di perempat final ke gawang RD Kongo yang membawa negaranya unggul 2-0.
Sayangnya, Kongo gagal mempertahankan keunggulan tersebut. Mereka terkena comeback setelah RD Kongo membuat empat gol balasan dalam 25 menit terakhir. Kongo pun kalah 2-4 dari sang tetangga dan tersingkir. Sejak itu, Kongo belum pernah lolos lagi ke Piala Afrika. Bifouma pun belum tampil lagi di turnamen tersebut meski masih aktif bermain.
4. Emilio Nsue menjadi top skor Piala Afrika 2023 dengan lima gol
Gelar top skor Piala Afrika kembali direbut pemain kelahiran Eropa pada edisi 2023. Peraihnya adalah Emilio Nsue, striker sekaligus kapten Guinea Ekuatorial yang lahir di Spanyol. Nsue mencetak lima gol di Piala Afrika 2023. Kelimanya tercipta di fase grup, tetapi koleksinya tak terkejar hingga turnamen selesai.
Torehan Nsue mencakup hattrick ke gawang Guinea-Bissau pada matchday kedua fase grup. Itu adalah hattrick pertama di Piala Afrika sejak 2008, sekaligus yang terakhir hingga kini. Sayangnya, ketajaman Nsue tak muncul pada babak 16 besar. Guinea Ekuatorial pun dibekuk Guinea 0-1 dan tersingkir lebih awal.
5. Brahim Diaz mencetak lima gol di Piala Afrika 2025 tetapi menjadi pesakitan di final
Brahim Diaz menjadi top skor Piala Afrika terbaru yang lahir di Eropa. Diaz sebenarnya sempat membela Timnas Spanyol pada 2021, bahkan membuat gol pada debutnya. Namun, setelah itu ia tak pernah diberi kesempatan tampil lagi bagi La Furia Roja. Diaz pun memilih ganti membela Timnas Maroko dan mulai debut pada 2024.
Bersama Maroko, Diaz langsung menjadi bintang. Ia mencetak 8 gol dalam 15 penampilan perdananya bareng The Atlas Lions. Diaz pun menjadi andalan Maroko di Piala Afrika 2025. Hasilnya, ia selalu mencetak gol dalam lima laga pertamanya. Selain menjadikannya top skor, catatan itu adalah rekor baru dalam sejarah Piala Afrika.
Status Diaz sebagai pahlawan Maroko bisa makin sempurna di final melawan Senegal. Ia menjadi eksekutor penalti timnya pada pengujung laga. Sayangnya, sepakan panenka Diaz gagal total. Bukannya jadi pahlawan, ia jadi pesakitan karena Maroko akhirnya kalah. Trofi sepatu emas pun tampak tak bisa menutup kekecewaan Diaz.
Lima pemain kelahiran Eropa di atas sukses merebut gelar top skor Piala Afrika. Ironisnya, mereka justru gagal meraih prestasi yang lebih penting yaitu trofi juara. Adakah pemain kelahiran Eropa yang bisa mengawinkan kedua gelar itu kelak?


















