Jakarta, IDN Times - Konfederasi sepak bola Eropa, UEFA, mengecam aksi FIFA yang membatalkan kartu merah Folarin Balogun saat lawan Bosnia di 32 besar Piala Dunia 2026. Ada integritas yang mereka pertaruhkan.
Dalam pernyataan resminya, UEFA menyebut yang FIFA lakukan dengan menunda hukuman kartu merah Balogun selama setahun sudah kelewat batas. Ada sisi ketidakadilan yang hadir di sini.
"Sepak bola itu berbasiskan aturan agar kompetisi dan laga bisa berjalan transparan dan adil. Namun, tindakan FIFA soal menganulir kartu merah Balogun sudah kelewat batas," tulis pernyataan resmi UEFA.
UEFA juga menyebut, aturan larangan main satu laga usai kena kartu merah adalah aturan baku yang bahkan bisa diterapkan tanpa harus melibatkan otoritas sepak bola. Tak ada interpretasi rumit dalam aturan ini.
"Larangan main satu laga usai kartu merah adalah hukuman otomatis, yang tak perlu penjelasan rumit. Tak ada pengecualian juga buat aturan ini, semua mendapatkan hukuman serupa," ujar UEFA.
UEFA pun menyebut tindakan FIFA ini akan berimbas pada integritas mereka dan sepak bola itu sendiri. Publik akan melihat ternyata ada celah yang justru bisa dimanfaatkan untuk dapat keuntungan.
Keputusan kontroversial diambil FIFA dalam status striker Amerika Serikat, Folarin Balogun. FIFA memutuskan untuk menangguhkan kartu merah Balogun hingga bisa bermain dalam duel kontra Belgia, Selasa pagi WIB (7/7/2026), di Seattle Stadium.
FIFA menggunakan Pasal 27 Kode Disiplin dalam kartu merah Balogun. Mereka menuturkan jika hukuman Balogun akan bersifat percobaan.
"Berdasarkan Pasal 27 Kode Disiplin FIFA, implementasi atas hukuman berlandaskan pada masa percobaan selama setahun. Jika Folarin Balogun mengulangi tindakan serupa selama masa percobaan, hukumannya bisa diangkat dan berpotensi adanya tambahan atas pelanggaran baru," begitu pernyataan resmi mereka.
