Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
UEFA Murka FIFA Mau Jual Saham Piala Dunia
Presiden Argentina, Javier Milei, memperhatikan Presiden FIFA, Gianni Infantino, berbicara dalam pertemuan perdana "Board of Peace" yang digelar oleh Presiden AS Donald Trump di US Institute of Peace, Washington DC, Kamis (19/2/2026). (Foto: AFP/Saul Loeb).
  • UEFA mengecam rencana FIFA menjual sebagian saham hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta, menyebutnya pelanggaran moral yang melampaui batas etika pengelolaan sepak bola.
  • Konfederasi Sepak Bola Eropa mendesak asosiasi, liga, klub, pemain, dan suporter menanggapi serius manuver FIFA karena dinilai membahayakan masa depan permainan.
  • UEFA menyoroti minimnya transparansi pencarian investor dan mempertanyakan pihak yang paling diuntungkan, di tengah kekhawatiran investor memengaruhi keputusan FIFA.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Rencana gila FIFA menjual sebagian saham hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta memantik amarah dari berbagai pihak. Salah satunya UEFA, yang belakangan lantang menyikapi keputusan kontroversi otoritas sepak bola dunia tersebut.

UEFA menganggap rencana yang digagas langsung Presiden FIFA, Gianni Infantino, itu sebagai sebuah dosa besar. Rencana itu sama saja seperti menjual jiwa dari sepak bola.

1. Langkah FIFA melewati batas

Kecaman itu dirilis dalam akun X resmi UEFA, Selasa malam WIB (28/7/2026). Konfederasi Sepak Bola Eropa itu menilai manuver privatisasi yang melibatkan bank investasi raksasa ini adalah sebuah bentuk pelanggaran moral yang serius.

UEFA memperingatkan langkah tersebut menabrak batas-batas etika yang seharusnya dijaga oleh setiap institusi pengatur sepak bola.

"Ini melewati batas yang seharusnya tidak pernah dilewati oleh institusi pengatur sepak bola, UEFA menanggapinya dengan sangat serius," bunyi pernyataan UEFA.

2. Serukan perlawanan dari semua pemangku kepentingan

UEFA mendesak seluruh pemangku kepentingan di sepak bola agar tidak tinggal diam. Mereka meminta seluruh asosiasi, liga, klub, pemain, hingga suporter, untuk tidak tutup mata, karena manuver FIFA dianggap berbahaya.

"Setiap pemangku kepentingan dan setiap orang yang peduli dengan masa depan permainan ini harus menanggapinya dengan sangat serius," tulis UEFA.

3. Tuding proses penjualan minim transparansi

Kekhawatiran yang disorot UEFA tentu menyoal tidak adanya transparansi dalam proses pencarian dan penunjukan investor swasta tersebut. Mereka mempertanyakan siapa sebenarnya pihak-pihak yang akan meraup keuntungan finansial paling besar dari transaksi triliunan rupiah ini.

"Tidak satu pun dari kita adalah pemilik sepak bola, ini bukan milik FIFA untuk dijual," tulis UEFA.

Di sisi lain, banyak pihak khawatir para investor dapat memiliki pengaruh besar dalam pengambilan keputusan. Para investor juga dikhawatirkan membuat FIFA semakin kehilangan daya tawar, bahkan memunculkan kontroversi yang lebih besar.

Curated For You

Editorial Team

Related Article