Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Konsol Nintendo yang Ternyata Hanya Rilis Eksklusif di Jepang

3 min read
4 Konsol Nintendo yang Ternyata Hanya Rilis Eksklusif di Jepang
ilustrasi Nintendo AV Famicom (dok. Nintendo)
  • Nintendo memiliki sejumlah konsol eksklusif Jepang karena dianggap terlalu niche atau pasarnya kurang menjanjikan secara global, sehingga kini beberapa di antaranya menjadi incaran kolektor.

  • Twin Famicom buatan Sharp menggabungkan kartrid Famicom dan Famicom Disk System, sementara Panasonic Q menghadirkan pemutar DVD/CD tetapi penjualannya tidak mencapai 100 ribu unit.

  • AV Famicom memperbarui koneksi TV dengan port composite AV, sedangkan seri Color TV-Game menjadi konsol awal Nintendo berisi game bawaan sebelum era Famicom.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sepanjang sejarahnya, Nintendo telah merilis banyak konsol yang mengubah wajah industri game. Namun tidak semua kreasinya sampai ke tangan pemain di seluruh dunia. Ada konsol yang dianggap terlalu niche, ada pula yang pasarnya dinilai kurang menjanjikan untuk dirilis secara global. Akibatnya, beberapa konsol garapan Nintendo hanya beredar di Jepang dan karena kelangkaannya, kini menjadi incaran kolektor. Berikut beberapa konsol Nintendo yang ternyata hanya dirilis secara eksklusif di Jepang.

  1. 1. Twin Famicom

    Sharp-Twin-Famicom-Console.jpg
    Twin Famicom (dok. Nintendo)

    Twin Famicom atau Sharp Twin Famicom merupakan konsol 2-in-1 buatan Sharp yang dirilis pada 1986. Konsol ini menggabungkan slot kartrid Famicom dan Famicom Disk System (FDS) dalam satu unit, dan hadir dalam dua pilihan warna yaitu merah dengan aksen hitam atau hitam dengan aksen merah. Berbeda dari Famicom sebelumnya yang hanya mendukung RF, Twin Famicom sudah dilengkapi konektor RCA bawaan sehingga kualitas audio dan videonya lebih baik jika TV-nya mendukung. Dua kontrolernya terpasang permanen di bagian belakang konsol, namun pada model AN-505, kontroler tersebut mendapat tombol turbo dan kabel yang lebih panjang.

  2. 2. Panasonic Q GameCube

    Panasonic-Q-Console-Set.jpg
    Panasonic Q GameCube (dok. Nintendo)

    Panasonic Q GameCube lahir dari kolaborasi Nintendo dan Panasonic di awal tahun 2000-an. Konsol ini menjadi jawaban Nintendo atas pesaingnya yang sudah bisa memutar DVD dan CD secara native. Sayangnya, harga peluncurannya sangat tinggi, sehingga konsumen di Jepang lebih memilih membeli GameCube dan DVD player secara terpisah. Promosinya pun minim dan GameCube versi reguler sendiri tergolong kurang sukses secara komersial. Bodinya yang mengilap tampak seperti mini stereo logam, namun kompatibilitas aksesorinya terbatas. Penjualan konsol ini tak sampai 100 ribu unit dan kini harganya bisa melampaui Rp18 juta, terutama jika masih bisa berfungsi.

  3. 3. Nintendo AV Famicom

    NES-101-Console-Set.jpg
    Nintendo AV Famicom (dok. Nintendo)

    Nintendo AV Famicom dirilis pada 1993 sebagai versi lebih baru dari dari Famicom yang rilis pada 1983. Perbedaan utamanya ada pada sambungan ke TV yaitu port composite AV multi-out yang menggantikan koneksi RF lama. Yang menarik, NES-101 versi Barat yang dirilis pada tahun yang sama justru memangkas port AV dan kembali menggunakan output RF. Langkah ini diduga untuk menekan biaya produksi di penghujung masa edar Famicom/NES, mengingat SNES sudah lebih dulu hadir di Jepang pada 1990 dan di Amerika pada 1991. Dibanding konsol lain dalam daftar ini, AV Famicom relatif mudah ditemukan sehingga harganya tidak terlalu tinggi.

  4. 4. Color TV-Game

    Nintendo-Color-TV-Game-Blockbreaker-FL.jpg
    Color TV-Game (dok. Nintendo)

    Color TV-Game merupakan seri konsol pertama Nintendo yang mendahului Famicom. Seri ini dikembangkan bersama Mitsubishi Electronics dan beredar dari akhir tahun 1970-an hingga 1980. Color TV-Game ini tidak menggunakan kartrid, karena game-nya sudah tertanam di dalam perangkat. Color TV-Game 6 berisi enam variasi game Pong, sedangkan Color TV-Game 15 menawarkan 15 variasi game Pong dengan kontroler yang bisa dilepas. Lalu, muncul Racing 112 pada 1978 dengan game balap dari sudut pandang atas, disusul Block Breaker dan Computer TV-Game yang berfokus pada game arcade tertentu. Alasan mengapa seri konsol ini tidak pernah keluar Jepang adalah karena pada saat itu, Nintendo masih berfokus pada pasar domestik dan Nintendo of America baru berdiri pada 1980. Dua model terakhirnya sulit dicari, namun bisa dilihat di museum seperti Centre for Computing History dan Mario Museum.

    Demikian tadi ulasan mengenai beberapa konsol Nintendo yang ternyata hanya rilis eksklusif di Jepang. Dari beberapa konsol di atas, mana yang menurutmu layak dibuat ulang dan dirilis secara global?

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More