Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

CEO Nothing Sebut iPhone Duo Buang-Buang Uang, Ini Alasannya

5 min read
CEO Nothing Sebut iPhone Duo Buang-Buang Uang, Ini Alasannya
iPhone Duo (apple.com)
  • CEO Nothing Carl Pei menyebut iPhone Duo seharga 1.999 dolar AS kurang sepadan karena tanpa kamera telefoto, Face ID, dan kontrol kamera profesional.
  • Ketiadaan Face ID dikaitkan dengan bodi sangat tipis yang membatasi ruang untuk sensor, baterai, kamera, serta komponen internal lainnya.
  • Meski dikritik, iPhone Duo menawarkan layar lipat 7,6 inci untuk membaca, dokumen, dan multitugas; nilai belinya bergantung pada kebutuhan pengguna.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Hadirnya iPhone Duo sebagai smartphone lipat pertama Apple mulai melirik perhatian para penggemar teknologi. Sayangnya, perangkat berharga premium ini tidak serta-merta mendapat sambutan positif dari semua pihak. Salah satunya adalah Carl Pei, CEO Nothing, yang menyebut iPhone Duo sebagai waste of money alias buang-buang uang.

Melalui sebuah unggahan video di akun Instagram pribadinya pada 11 Oktober 2026, Carl Pei mengungkapkan pandangannya terhadap smartphone lipat Apple tersebut. Menurutnya, sejumlah fitur yang absen dari iPhone Duo membuat harga jualnya sulit dibenarkan. Kritik tersebut terutama berkaitan dengan kemampuan kamera, teknologi pengenalan wajah Face ID, serta kontrol kamera profesional yang biasanya tersedia pada lini iPhone Pro. Meski demikian, penilaian Carl Pei tidak serta-merta berlaku bagi semua calon pengguna. Daya tarik HP lipat juga terletak pada desain dan pengalaman penggunaan yang ditawarkan.

  1. 1. Harga lebih mahal, tetapi fiturnya kurang

    Fitur Face ID pada iPhone
    Fitur Face ID pada iPhone (support.apple.com)

    Salah satu hal yang menjadi sorotan Carl Pei adalah absennya kamera telefoto pada iPhone Duo. Kamera jenis ini umumnya digunakan untuk mengambil gambar dari jarak jauh tanpa terlalu mengandalkan pembesaran digital. Bagi pengguna yang mengutamakan fotografi, ketiadaan kamera telefoto tentu menjadi kekurangan yang patut dipertimbangkan. Apalagi, iPhone Duo dibanderol pada kisaran harga premium.

    Selain itu, Carl Pei juga menyoroti absennya Face ID dan kontrol kamera tingkat lanjut seperti yang tersedia pada seri iPhone Pro. Kombinasi keterbatasan tersebut membuatnya mempertanyakan apakah harga yang harus dibayar konsumen sebanding dengan fitur yang diperoleh. Dibanderol seharga 1.999 dolar AS (35,8 juta rupiah), iPhone Duo memang menyasar segmen pasar kelas atas. Bagi konsumen yang mengharapkan fitur kamera lengkap dan teknologi autentikasi wajah khas Apple, sejumlah kompromi tersebut bisa menjadi pertimbangan sebelum membeli.

  2. 2. Mengapa iPhone Duo tidak menggunakan Face ID?

    iPhone Air
    iPhone Air (apple.com)

    Meski mengkritik sejumlah fitur yang absen, ada alasan teknis yang dapat menjelaskan salah satu keputusan desain Apple tersebut. Bodinya yang sangat tipis disebut tidak menyediakan ruang memadai untuk menampung rangkaian sensor yang dibutuhkan Face ID. Teknologi pengenalan wajah Apple ini membutuhkan lebih dari sekadar kamera depan biasa. Sistemnya mengandalkan rangkaian sensor untuk memetakan wajah pengguna sekaligus mendukung proses autentikasi.

    Pada perangkat berdesain sangat tipis, penempatan berbagai komponen internal menjadi tantangan tersendiri. Apple perlu menyeimbangkan kebutuhan ruang bagi sensor, baterai, kamera, dan komponen lainnya tanpa mengorbankan desain secara keseluruhan. Ketebalan perangkat juga menjadi aspek yang diperkirakan terus diperhatikan Apple pada produk mendatang. Bahkan, iPhone Air 2 yang masih sebatas rumor disebut-sebut bakal memiliki ketebalan sebanding dengan iPhone Duo. Meski begitu, keterbatasan ruang bukan berarti semua HP lipat harus mengorbankan fitur serupa. Keputusan tersebut tetap bergantung pada rancangan perangkat dan prioritas masing-masing produsen.

  3. 3. Harga iPhone Duo tidak jauh dari smartphone lipat Samsung

    Samsung Galaxy Z Fold8
    Samsung Galaxy Z Fold8 (samsung.com)

    Kritik terhadap iPhone Duo juga menarik jika dilihat dari sisi harga dan persaingan di pasar smartphone lipat. Perangkat Apple tersebut dibanderol 1.999 dolar AS (35,8 juta rupiah). Harga ini selisihnya hanya 100 dolar AS lebih mahal dibandingkan Samsung Z Fold8 yang disebut dijual seharga 1.899 dolar AS (34 jutaan rupiah).

    Meski selisih harganya relatif kecil, kedua perangkat menawarkan pendekatan berbeda. Samsung Z Fold8 disebut memiliki resolusi layar sedikit lebih rendah dan sensor kamera berukuran lebih kecil. Di sisi lain, iPhone Duo juga menuai kritik karena tidak membawa sejumlah fitur kamera dan autentikasi yang diharapkan sebagian konsumen.

    Apple tampaknya memilih sejumlah kompromi untuk menyeimbangkan desain, fitur, dan harga jual. Namun, tanpa penjelasan lebih lanjut dari Apple, alasan di balik keputusan menghilangkan fitur tertentu belum bisa dipastikan sepenuhnya. Jadi, perbandingan harga tidak cukup untuk menentukan perangkat mana yang lebih layak dibeli. Konsumen juga perlu mempertimbangkan kebutuhan penggunaan, kemampuan kamera, kualitas layar, serta pengalaman perangkat lunak yang ditawarkan.

  4. 4. iPhone Duo tetap menarik dari segi produktivitas

    Pengguna iPhone Duo dapat memindahkan aplikasi ke salah satu sisi layar
    Pengguna iPhone Duo dapat memindahkan aplikasi ke salah satu sisi layar dalam dan meluncurkan aplikasi kedua di sisi lain untuk multitasking Split View (apple.com)

    Terlepas dari kritik Carl Pei, iPhone Duo memiliki keunggulan yang berpotensi menarik bagi kelompok pengguna tertentu, terutama mereka yang mengutamakan produktivitas. HP lipat ini dibekali layar utama berukuran 7,6 inci dan rasio aspek 1,41:1. Ukuran tersebut memberikan ruang lebih luas untuk membaca, membuka dokumen, dan menikmati konten dibandingkan layar smartphone konvensional.

    Bagi pengguna yang sering membaca buku digital, meninjau dokumen saat bepergian, atau mengerjakan beberapa aktivitas melalui HP, layar besar bisa menjadi nilai tambah. Mereka bahkan dapat mengurangi kebutuhan membawa perangkat tambahan, seperti tablet atau pembaca buku elektronik (e-reader). Rasio layar iPhone Duo juga menjadi salah satu daya tariknya.

    Dibandingkan sejumlah HP lipat yang memiliki layar bagian dalam cenderung mendekati bentuk persegi, proporsi layar iPhone Duo dinilai lebih mendukung aktivitas membaca dan menikmati konten dalam format yang lebih lebar. Artinya, nilai sebuah HP lipat tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan kamera atau fitur autentikasi. Pengalaman menggunakan layar besar dalam perangkat yang tetap praktis dibawa juga menjadi pertimbangan penting.

  5. 5. Apakah iPhone Duo benar-benar tidak layak dibeli?

    penampilan visual iPhone Duo
    penampilan visual iPhone Duo (apple.com)

    Pernyataan Carl Pei bahwa iPhone Duo merupakan waste of money pada dasarnya mencerminkan pandangannya terhadap harga dan fitur perangkat tersebut. Penilaian itu bisa masuk akal bagi pengguna yang mengutamakan kamera telefoto, kontrol kamera profesional, dan Face ID. Namun, bagi pengguna yang lebih membutuhkan layar besar untuk membaca, mengakses dokumen, atau menunjang pekerjaan saat bepergian, iPhone Duo bisa menawarkan manfaat berbeda.

    Di harga sekitar 35 jutaan rupiah, tentunya calon pembeli perlu menilai apakah keunggulan desain dan layar lipatnya cukup berarti untuk mengimbangi fitur yang tidak tersedia. Kritik Carl Pei pun menjadi pengingat bahwa harga mahal tidak selalu berarti sebuah perangkat cocok untuk semua kebutuhan. Pada akhirnya, keputusan membeli iPhone Duo bergantung pada fitur yang benar-benar dibutuhkan konsumen dan seberapa besar manfaatnya dalam penggunaan sehari-hari. Menurut kamu, apakah iPhone Duo sudah worth it dengan harga segitu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More