Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Alasan Mengapa Pengguna HP Android Cocok Menggunakan Googlebook
ilustrasi Googlebook (dok. Google)
  • Google menyiapkan Googlebook, laptop berbasis teknologi Android dan Gemini Intelligence, untuk memperkuat konektivitas pengguna HP Android dengan pengalaman lintas perangkat yang lebih selaras.

  • Fitur Quick Access, Continue On, dan casting aplikasi memungkinkan file serta aplikasi HP diakses dari laptop, tetapi memerlukan konfigurasi awal dan Android 17 atau lebih baru.

  • Googlebook menyinkronkan data serta aplikasi, menawarkan aplikasi desktop teroptimasi dan GeForce Now setahun, dengan perangkat dari lima merek memakai Snapdragon X Elite atau Intel Core Ultra Series 3.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Google resmi menyiapkan pengganti Chromebook bernama Googlebook. Laptop ini dibangun di atas fondasi teknologi Android dan dirancang bersama Gemini Intelligence. Tujuannya jelas yaitu menghadirkan laptop premium yang bisa bekerja selaras dengan HP Android. Selama ini ekosistem Apple dikenal sangat mulus dalam mengintegrasikan iPhone dan MacBook, sementara pengguna Android sering kali harus puas dengan solusi seadanya. Nah, Googlebook mencoba menutup celah itu. Memang tidak semua fiturnya sempurna, namun bagi pengguna HP Android, ada banyak hal yang menarik dari laptop anyar buatan Google ini. Berikut ulasan lengkapnya.

1. Akses file HP dan laptop jadi satu

ilustrasi fitur Quick Access di Googlebook (dok. Google)

Memindahkan file antara HP dan laptop sering kali merepotkan, terutama untuk pengguna yang tidak ingin bergantung pada penyimpanan cloud. Googlebook menjawab masalah itu lewat aplikasi Quick Access, yang memungkinkanmu membuka dan mengelola file di HP secara langsung dari laptop. Menurut Google, proses transfer tidak lagi diperlukan, sehingga pekerjaan berpindah perangkat bisa lebih mudah dan lancar. Selain itu, ada pula fitur “Continue On” untuk memulai pekerjaan di satu perangkat dan melanjutkannya di perangkat lain, mirip Handoff milik Apple. Meski begitu, kamu perlu melakukan konfigurasi di awal dan HP Android-mu harus menjalankan Android 17 atau lebih baru.

2. Casting aplikasi HP secara langsung ke laptop

Apple memiliki fitur iPhone Mirroring di macOS, dan Microsoft memiliki fitur Phone Link di Windows. Kini Google menghadirkan fitur serupa lewat Googlebook. Ketika mengumumkan Googlebook, Google memperlihatkan aplikasi Phone yang dibuka langsung dari laptop dan memulai pembelajaran Duolingo lewat UI Android. Menariknya, kamu tidak perlu memasang aplikasi tambahan, namun tetap ada proses konfigurasi dan HP Android-mu wajib berjalan di Android 17 atau lebih baru. Fitur ini berguna untuk aplikasi yang belum memiliki versi Googlebook, misalnya memesan makanan di GoFood tanpa harus membuka HP. Bagi pengguna, iPhone ada aplikasi Link to iOS untuk menghubungkan iPhone mereka ke Google Book, meski fiturnya terbatas pada notifikasi dan pesan tertentu.

3. Aplikasi yang dirancang untuk Googlebook dan Android

ilustrasi aplikasi Photoshop di Googlebook (dok. Google)

Ketika pertama kali menyambungkan HP Android dengan Googlebook, data penting seperti password, pengaturan dan jaringan Wi-Fi akan tersinkron secara otomatis. Google juga akan menyinkronkan aplikasi penting dari HP-mu sembari menyaring aplikasi yang kurang optimal untuk berjalan di desktop seperti Facebook, meski pada akhirnya kamu tetap bisa memasangnya. Yang paling menarik adalah kategori aplikasi “Optimized for Desktop”. Aplikasi seperti Adobe Photoshop misalnya, memiliki versi khusus desktop dan Google menyebut label serupa tersedia untuk ribuan game di Google Play Store. Banyak game juga mendukung layar sentuh, trackpad dan keyboard. Untuk bermain game AAA, Google menyertakan layanan GeForce Now gratis selama satu tahun.

4. Pilihan laptop lebih beragam

Untuk pengguna ekosistem Apple, pilihan laptop yang bisa dibeli terbatas pada MacBook Air, MacBook Neo dan MacBook Pro. Di sisi lain, Googlebook menawarkan variasi yang lebih luas. Di tahap awal, laptop ini datang dari lima brand berbeda yaitu Acer, ASUS, Dell, HP dan Lenovo, di mana semuanya wajib memenuhi spesifikasi minimum dari Google. Setiap laptop dari brand-brand tersebut juga ditenagai prosesor Snapdragon X Elite atau Intel Core Ultra Series 3, dengan RAM mulai dari 16GB atau 32GB. Hampir semuanya mengusung desain clamshell, kecuali milik Acer yang hadir dengan desain 2-in-1. Menarik untuk melihat apakah kedepannya akan ada semakin banyak yang bekerja sama dengan Google untuk merilis Googlebook versi mereka sendiri.

5. Pengalaman penggunaan yang familiar

ilustrasi menggunakan Googlebook (dok. Google)

Apple telah lama membangun pengalaman yang seragam di semua perangkat mereka dan Googlebook mencoba mengikuti jalan serupa lewat Googlebook OS. Sistem operasi ini memiliki UI dan cara kerja yang banyak dipengaruhi Android, sehingga pengguna HP Android terutama Pixel akan langsung merasa familiar. Menu Settings misalnya, mirip dengan yang ada di Pixel. Berbeda dari ChromeOS, Googlebook OS juga telah mendukung widget dan bahkan, kamu bisa membuat widget kustom lewat prompt ke Gemini. Namun karena masih sangat baru, pengalaman penggunaannya belum sepenuhnya maksimal karena beberapa layanan seperti Gmail dan Google Calendar masih mengandalkan versi web daripada versi native Android.

Itulah tadi ulasan mengenai beberapa alasan mengapa pengguna HP Android cocok menggunakan Googlebook. Tertarik meminang Googlebook?

Curated For You

Editorial Team

Related Article