Comscore Tracker

Beli Headphone Baru? Uji Kualitasnya dengan 7 Lagu Ini!

Cek headphonemu sekarang, apakah kualitasnya bagus?

Satu hari, kamu pergi ke toko headphone, karena kamu ingin beli yang baru. Setelah melihat berbagai macam headphone beserta dengan merek dan ulasannya, terbesit sebuah pertanyaan di benakmu,

"Boleh ngetes enggak ya?"

Tentu saja, cara mengetes headphone adalah dengan mendengarkan berbagai lagu agar tahu kelemahan atau kelebihannya. Konon katanya, lagu "Bohemian Rhapsody" dari band asal Inggris, Queen, adalah lagu yang ideal untuk mengetes headphone atau speaker karena mencakup seluruh sektor penting dalam perlengkapan audio.

Masalahnya, sering kali, kita merasa malu untuk menguji headphone yang akan kita beli. Tatapan mas/mbak penjaga toko sudah cukup bikin kamu jiper. Padahal, tidak ada salahnya jika kamu meluangkan waktu sejenak mengetes agar tidak membeli headphone yang salah. Membeli headphone yang salah penyesalannya tidak sebentar, lho.

"Iya, boleh. Asal akhirnya beli, ya! Jangan main pergi saja."

Nah, jika kamu setuju beli dan tidak ingin lagi sungkan saat mengetes headphone pilihanmu, yuk, unduh dan tambahkan tujuh lagu ini dalam playlist-mu sebagai ujian untuk sektor-sektor headphone idamanmu.

1. Explosions in the Sky - Wilderness

https://www.youtube.com/embed/eHqbQnTeuKY

Lagu yang satu ini cocok untuk mengetes keseimbangan sektor suara (balance) pada headphone. Sering kali, produsen headphone membuat produk mereka terlalu nge-bass agar lebih "nendang" dan mengesampingkan treble. 

Oleh karena itu, "Explosions in the Sky" oleh Wilderness mencakup rentang frekuensi yang cukup luas, pas untuk mengetes apakah headphone pilihanmu sudah cukup balance.

Mulai dari bunyi perkusi yang nendang hingga petikan harmonik gitar elektrik yang tajam, Explosions in the Sky merangkum sektor bass hingga treble yang cocok untuk menguji headphone-mu.

2. Fool's Errand - Fleet Foxes

https://www.youtube.com/embed/X5hMBxYqq5c

Setelah balance, saatnya kamu mengetes sektor mid pada headphone-mu, yaitu dengan lagu "Fool's Errand" oleh Fleet Foxes. Pada lagu ini, kemampuan headphone-mu untuk mengusung suara vokal diuji.

Jika tidak ada cukup dukungan midrange dari frekuensi yang lebih rendah, vokal bisa terdengar tipis dan kurang "manusiawi". Harmoni vokal pada Fool's Errand cocok untuk menguji frekuensi mid. Mampukah headphone-mu menghadirkan suara sang vokalis Robin Pecknold yang tinggi nan nyaring tanpa "terhalang" oleh harmoni perkusi yang apik?

Sebagian besar headphone dengan mudah unggul di sektor mid. Tetapi, jika lagu ini terdengar terdistorsi (muddy) atau terlalu tajam (tinny), kabar buruk untuk headphone-mu.

3. Paper Trails - Darkside

https://www.youtube.com/embed/hIKAYjOmG6w

Nah, kalau kamu ingin mengetes sektor bass pada headphone-mu, tidak perlu lagu EDM yang jedak-jeduk. Cukup tes dengan lagu "Paper Trails" dari Darkside.

Bass di sini bukan berarti harus bisa menggetarkan daun telingamu atau benar-benar membuatmu "berada di dunia sendiri". Produsen headphone suka menitikberatkan sektor bass pada headphone, mengikuti permintaan pasar. Oleh karena itu, penting untuk memastikan sektor bass dihantarkan dengan semestinya, tidak terlalu sember atau redup.

Dengan Paper Trails, kamu dapat mengetes apakah frekuensi bass, baik dari vokal atau instrumen musik, dapat dikeluarkan oleh headphone dengan halus dan jernih.

Baca Juga: Jangan Salah, Ini Bedanya Headphone Open-Back dan Closed-Back

4. You've Got to Have Freedom - Pharoah Sanders

https://www.youtube.com/embed/PrfC0o6BPmI

Bass? Cek! Sekarang, saatnya kita mengetes treble pada headphone-mu. Treble yang terlalu tajam tentu saja memekakkan telinga.

Sayangnya, kebanyakan orang baru sadar sehari atau dua hari setelah membeli headphone. Dibuang? Sayang. Dipakai? Telinga sakit.

Di satu sisi, produsen pun salah langkah. Alih-alih menjaga telinga konsumen, produsen mengurangi frekuensi treble terlalu rendah. Serba salah, ya!

Mencari headphone yang mampu mendukung kejernihan treble di segala rentang frekuensi bak mencari jarum di tumpukan jerami. Oleh karena itu, You've Got to Have Freedom adalah lagu yang tepat sebagai pengujinya.

Lengkingan saksofon Pharoah Sanders yang menggelegar sepanjang lagu dan instrumen pendukung yang mengalun deras sudah cukup menjadi ujian yang cukup berat.

5. A Thousand Years (Cover) - The Piano Guys

https://www.youtube.com/embed/QgaTQ5-XfMM

Untuk mengetes kedinamisan headphone-mu, kami sarankan lagu cover dari The Piano Guys, "A Thousand Years" (Christina Perri). Lagu ini menggunakan frekuensi rendah dan tinggi, metode tepat yang akan menunjukkan bagaimana headphone-mu menangani volume yang dinamis.

The Piano Guys terkenal menggabungkan seni piano dan biola dengan rentang frekuensinya tersendiri. Oleh karena itu, cover A Thousand Years versi klasik ini adalah penguji yang bagus untuk headphone-mu.

6. Symphony No. 1 in D Minor (The Gothic) - Havergal Brian

https://www.youtube.com/embed/vS_i_k2bPTc

Entah kenapa, kamu merasa senang, kan, saat tiba-tiba menemukan suara yang tersembunyi di lagu yang sudah lebih dari puluhan kali kamu dengarkan?

Sekarang, kamu dihadapkan pada dua headphone. Saat kamu mencoba mendengarkan lagu dengan kedua headphone tersebut, ternyata, salah satunya dapat memunculkan suara-suara "tersembunyi". Hal tersebut adalah sektor "detail", dan lagu inilah yang pantas untuk mengujinya, "Symphony No. 1 in D Minor (The Gothic)" oleh Havergal Brian.

Symphony No. 1 in D Minor menampilkan beragam instrumen dan warna nada. Mencakup dari alunan piccolo hingga dentuman timpani, dari harpa ke paduan suara merdu, simfoni karya Havergal Brian ini benar-benar cocok untuk mengetes level detail headphone-mu.

Sayangnya, satu simfoni ini memakan waktu hingga satu jam lebih. Jika ingin tes singkat, coba dengarkan 10 menit pertama saja, ya.

7. Small Hours - John Martyn

https://www.youtube.com/embed/-ltPQnZGI9Y

Sekarang, untuk mengetes sektor soundstage pada headphone-mu, kamu bisa mempertimbangkan memasukkan "Small Hours" karya John Martyn ke dalam playlist-mu. Dengan Small Hours, kamu dapat mengetes apakah headphone-mu dapat menampilkan sinergi instrumen dengan suara kitar secara rapi.

Hal tersebut dikarenakan Small Hours diproduksi di ruang terbuka oleh John Martyn. Secara sayup-sayup, kamu dapat mendengarkan suara burung dan semilir angin berderu di headphone-mu menemani vokal John Martyn.

Jika kamu tipe pendengar yang kritis, kemungkinan besar sektor soundstage akan amat berarti untukmu. Untuk mengetes sektor soundstage pada headphone-mu, carilah lagu yang versi "Live" atau penampilan langsung. Tidak perlu jauh-jauh, kamu dapat mencoba lagu karangan John Martyn ini.

Itulah tujuh lagu yang dapat kamu unduh dan simpan sebagai playlist untuk menguji headphone sebelum dan sesudah beli. Bukan hanya menguji, lagu-lagu ini juga enak didengarkan, lho.

Siapa tahu, kamu malah jadi suka genre baru. Selamat mendengarkan!

Baca Juga: Pikir Dua Kali, 5 Kerugian Membeli Headphone Bluetooth

Topic:

  • Alfonsus Adi Putra
  • Bayu D. Wicaksono

Berita Terkini Lainnya