Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi HP
ilustrasi HP (unsplash.com/Andrey Matveev)

Intinya sih...

  • HP ODM adalah HP yang diproduksi oleh perusahaan ODM dan kemudian dijual ke perusahaan lain untuk direbranding.

  • Praktik HP ODM tidak ilegal, namun memiliki kekurangan seperti kurangnya variasi produk dan kurangnya kontrol kualitas.

  • HP ODM memiliki kelebihan berupa penghematan biaya produksi, waktu, serta harga yang lebih terjangkau bagi konsumen.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Original Design Manufacturer (ODM) merupakan istilah umum pada industri teknologi. Pengaplikasiannya sangat luas, entah itu pada laptop, TV, hingga HP atau smartphone. ODM adalah suatu perusahaan yang membuat produk dengan spesifikasi mereka sendiri. Nantinya, produk tersebut akan dibeli, dipesan, digunakan, dan dijual oleh perusahaan lain dengan merek atau branding yang baru.

Produk ODM cukup populer di industri HP atau smartphone, bahkan ada banyak merek yang menggunakan jasa perusahaan ODM. ODM tak selamanya buruk, tetapi ada banyak kontroversi terkait penggunaan dan kualitasnya. Mau tahu apa itu HP ODM dan bagaimana seluk-beluknya? Langsung simak!

1. Apa itu HP ODM?

ilustrasi HP (unsplash.com/Mark Chan)

HP yang dibuat oleh satu perusahaan ODM disebut HP ODM. Perusahaan ODM akan memproduksi satu tipe HP secara masal. Setelah itu, HP yang sudah diproduksi akan dibeli perusahaan lain. Sebelum dipasarkan perusahaan yang membeli akan melakukan rebranding atau pemberian merek. Dilansir DroidPoin, praktik rebranding tersebut disebut white-labelling. Secara singkat, white-labelling adalah pemberian nama atau rebranding dari suatu produk yang sudah ada dan dibuat oleh pihak lain.

2. Apakah ODM ilegal?

ilustrasi HP (unsplash.com/Aswin Karuvally)

Kelihatannya HP ODM nampak seperti barang ilegal karena hanya "menempelkan" nama suatu merek pada produk yang diproduksi oleh perusahaan lain. Namun, HP ODM dan praktiknya sama sekali tidak ilegal. Dilansir Marine Insight, perusahaan yang sudah membeli HP ODM diizinkan untuk melakukan berbagai perubahan pada produk yang sudah dibeli berdasarkan kontrak. Mereka bisa memberikan branding sendiri, mengubah spesifikasi, hingga melakukan perubahan desain. HP ODM memang memiliki branding atau merek sendiri, tetapi hak cipta desain tetap dipegang oleh perusahaan yang memproduksinya.

3. Kekurangan HP ODM

ilustrasi HP (unsplash.com/TechieTech Tech)

Produk ODM memiliki beberapa kekurangan yang harus diperhatikan, entah itu bagi konsumen atau perusahaan. Laman Titoma menjelaskan kalau salah satu kekurangannya adalah kurangnya variasi produk. Hal tersebut terjadi karena produk ODM bisa dibeli atau dipakai oleh banyak merek. Akibatnya, di pasaran ada banyak produk dengan spesifikasi, desain, dan kualitas yang serupa.

Perusahaan yang melakukan rebranding juga tak memiliki hak penuh terhadap produk ODM yang mereka pasarkan. Produk ODM memang jarang bermasalah, tetapi jika kurang waspada perusahaan bisa terjerat masalah hukum atau legalitas. Produk ODM juga diproduksi dalam kuantitas besar. Karena itu, kontrol kualitasnya kurang ketat dan tak ada ruang untuk melakukan improvisasi.

4. Kelebihan HP ODM

ilustrasi HP (unsplash.com/Matt Wojtaś)

Di balik kekurangannya, HP ODM juga memiliki beberapa kelebihan. Dilansir In Flow Inventory, perusahaan bisa menghemat biaya produksi karena tak perlu melakukan Research and Development (R&D). Jika menggunakan produk ODM, perusahaan juga bisa memangkas waktu karena mereka tak perlu membuat produk dari awal.

Perusahaan juga bisa menekan harga HP ODM sehingga menguntungkan bagi konsumen. Beberapa merek besar seperti Samsung dan OPPO juga memanfaatkan produk ODM untuk masuk ke pasar yang lebih luas. Lebih tepatnya, mereka akan memasarkan HP ODM di kelas mid-range. Strategi tersebut membuat mereka bisa berfokus untuk mengembangkan produk lain seperti HP flagship.

5. Contoh merek HP ODM

ilustrasi HP (unsplash.com/Daniel Romero)

Di era modern HP ODM menguasai industri smartphone dan ada banyak perusahaan yang menggunakannya. Data dari Counterpoint menjelaskan kalau pada 2017 sekitar 23 persen HP di dunia merupakan ODM. Masuk ke 2020, sekitar 22 persen HP Samsung, 18 persen HP HUAWEI, 74 persen HP Xiaomi, dan 88 persen HP Nokia merupakan HP ODM, menurut data dari Nokiamob.

Produk keluaran lokal seperti Advan sebenarnya juga merupakan produk ODM dan tidak dibuat oleh Advan itu sendiri. HP merek Lava juga termasuk ODM. Terdapat lima perusahaan besar yang menjadi langganan pembuatan produk ODM, yaitu Huaqin, Wingtech, LongCheer, CNCE (Chino-E), dan TINNO. Menariknya, kelimanya adalah perusahaan asal Cina.

Pemahaman terkait apa itu HP ODM membuat kamu mengerti bagaimana industri bekerja. Perusahaan ODM juga membuktikan kalau mereka memiliki posisi yang kuat di industri smartphone sebagai penyokong dan tiang yang mendukung industri tetap berjalan. Tanpa perusahaan ODM, merek besar seperti Samsung, OPPO, Xiaomi, atau HUAWEI tak akan bisa berjaya dan merilis banyak produk.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team